3 Hal Yang Harus Anda Ketahui Ketika Bekerja Dengan Ekstrovert

ekstrovert

Memiliki seorang ekstrovert dalam tim Anda bisa jadi aset yang sangat luar biasa. Apalagi ketika orang ini adalah salah satu pegawai garis depan yang harus berinteraksi dengan banyak orang. Ekstrovert adalah tipe yang seolah tidak akan lelah untuk berbicara seharian dengan banyak orang. Mereka mendapatkan energi dengan berinteraksi bersama banyak orang dan akan merasa sangat kesepian ketika mereka tak terlibat dalam apapun untuk beberapa waktu.

Sayangnya, tipe ekstrovert bisa jadi bumerang ketika tidak mendapatkan treatment yang tepat dari perusahaan. Beberapa bahkan bisa membuat masalah karena merasa tak mendapatkan apresiasi yang benar. Lalu, bagaimana sebaiknya Anda bekerja dengan tipe individual seperti ini?

Beri mereka kesempatan untuk berbicara

Anda harus memberi mereka kesempatan untuk berbicara. Seorang ekstrovert umumnya tidak suka ketika waktu mereka untuk menjelaskan apa yang ada di pikiran mereka dipotong, apalagi dengan cara yang kurang sopan. Secara etika, memang sebaiknya Anda membiarkan seseorang untuk menyelesaikan pembicaraannya terlebih dahulu sebelum menyanggah. Memang mereka mungkin salah, tetapi jangan sampai Anda memotong mereka karena hal ini bisa berarti sesuatu yang sangat buruk bagi para ekstrovert.

Para introvert umumnya kurang suka dengan cara ekstrovert mendekatkan diri pada mereka. Hal ini pada akhirnya bisa berakhir pada kecenderungan introvert untuk tidak menganggap para ekstrovert. Bila ini sudah terjadi di kantor Anda, sebaiknya kumpulkan mereka jadi satu dan bicarakan, bagaimana sebaiknya agar mereka bisa bekerja bersama. Entah dengan mengurangi intensitas pembicaraan dari para ekstrovert atau dengan membuat para introvert lebih terbuka dengan mereka, atau keduanya.

Open office lebih baik untuk para ekstrovert

Open office atau kantor terbuka tanpa bilik adalah hal yang disukai para ekstrovert. Mereka adalah tipe orang yang spontan dan penuh dengan energi untuk melakukan diskusi kapan saja. Konsep open office sangat memudahkan mereka untuk menyalurkan hal-hal ini. Ketika mereka merasa bahwa mereka bisa mengeluarkan apa yang mereka ingin katakan dengan mudah di dalam kantor, umumnya mereka akan jadi jauh lebih produktif dan bahagia.

Ketika seorang ekstrovert berada dalam mood terbaik, mereka tak hanya bisa bekerja lebih efektif, tetapi juga bisa memberikan ide-ide brilian untuk perusahaan Anda. Pegawai bisa bekerja dengan lebih baik dan perusahaan Anda pun akan dapat hasil yang lebih sempurna pula. Win-win solution, bukan?

Berikan apresiasi

Berbeda dengan haus pujian, seorang ekstrovert yang baik umumnya akan menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu sebelum menginginkan apresiasi. Ya, mereka umumnya akan bisa menyelesaikan hal-hal yang ditugaskan dengan baik, selama di akhirnya Anda bisa mengapresiasi mereka. Para ekstrovert cenderung tidak suka ketika pekerjaan mereka tidak dianggap, apalagi ketika mereka sudah melakukan hal-hal besar.

Apresiasi di sini tidak harus selalu soal yang baik atau dengan harga yang tinggi. Dengan kata terima kasih saja, umumnya mereka sudah merasa sangat puas, bahkan ketika Anda mengkritik hasil kerja mereka selama Anda bisa memberikan argumen yang baik pun bisa membuat mereka respek kepada Anda. Hal ini bagi mereka biasanya lebih baik daripada didiamkan saja.


Jangan sampai para ekstrovert ini menjadi bumerang untuk perusahaan Anda. Manfaatkan mereka dengan baik dan apresiasi mereka dengan tepat.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Undercover Recruiter, The Muse