4 Cara Mendapatkan Subscriber untuk Newsletter Bisnis Anda

Newsletter subscriber

Meski sama-sama bersifat digital, newsletter mungkin terdengar lebih jadul apabila dibandingkan dengan media sosial. Namun, nyatanya hingga kini newsletter terbukti masih ampuh sebagai media digital marketing. Sebuah studi yang dilakukan Direct Marketing Association pada 2015 bahkan menunjukkan bahwa email marketing mampu menghasilkan ROI hingga 50 dolar untuk setiap dolar yang diinvestasikan. Terlebih dari itu, sebanyak 91% orang masih cukup rajin membuka email setiap harinya. Jadi, menggunakan newsletter untuk keperluan digital marketing merupakan keputusan yang tepat.

Namun agar newsletter bisnis Anda bisa memberikan hasil optimal, Anda butuh subscribers untuk membacanya. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri karena menarik orang untuk mau berlangganan newsletter bukanlah perkara mudah. Untuk itu, Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini.

Pastikan tawaran Anda terlihat jelas

Bagaimana Anda bisa mendapatkan subscriber apabila visitor website Anda tidak tahu letak tombol subscribe? Sayangnya, masih cukup banyak website yang tawaran subscribe-nya berada di tempat tersembunyi sehingga visitor tidak mengetahui keberadaannya.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencantumkan form daftar pada website Anda. Pastikan Anda meletakkannya di bagian yang memang benar-benar mudah terlihat. Contohnya seperti di bagian bawah setiap artikel dan bagian navigasi menu. Bahkan Anda juga bisa menyisipkannya sebagai bagian pembuka dari konten artikel Anda. Dengan begitu, pengunjung website Anda tidak akan kelewatan tawaran untuk berlangganan newsletter.

Tawarkan sesuatu yang hanya bisa didapatkan subscriber

Ketika Anda meminta orang lain untuk melakukan sesuatu, wajar apabila orang tersebut mengharapkan sesuatu juga dari Anda. Hal ini pun berlaku untuk tawaran berlangganan newsletter. Oleh sebab itu, untuk membuat orang tertarik berlangganan newsletter bisnis Anda, berikanlah iming-iming akses eksklusif ke penawaran tertentu. Penawaran ini bisa berupa konten gratis, diskon, kupon, promo, resources, dan sebagainya.

Katakanlah Anda memiliki website untuk bisnis online shop yang menjual pakaian wanita. Sebagai iming-iming, Anda bisa menawarkan diskon 20% bagi orang-orang yang baru pertama kali subscribe. Pastikan penawaran ini bisa terbaca jelas oleh visitor dan pastikan Anda juga menepati janji Anda.

Berikan sneak peek

Cara lain untuk membuat orang tertarik menekan tombol subscribe adalah dengan menciptakan rasa penasaran. Salah satu cara terbaik untuk menciptakan rasa penasaran tersebut adalah melalui sneak peek. Sebagai contoh, Anda bisa membuat sebuah konten artikel yang berisi lima langkah tertentu untuk menjelaskan suatu topik. Namun, Anda hanya perlu mencantumkan dua dari lima langkah tersebut. Lalu, di bagian akhir artikel, Anda dapat memberikan call-to-action untuk berlangganan newsletter. Contohnya seperti, “Ingin mengetahui langkah-langkah selanjutnya? Subscribe sekarang juga dan dapatkan artikel selengkapnya!”.

Pertimbangkan QR Codes

Hampir semua orang sekarang memiliki smartphone. Bahkan kini orang-orang lebih memilih untuk mengakses konten digital melalui smartphone. Karena itu, pastikan Anda memberikan kemudahan kepada visitor website bisnis Anda untuk subscribe pada newsletter bisnis Anda. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah melalui QR Codes.

QR Codes hadir dalam bentuk simbol menyerupai barcode yang bisa di-scan menggunakan smartphone. Apabila informasi pada simbol tersebut mengandung URL, website Anda bisa langsung muncul pada smartphone pengguna. Menariknya lagi, QR Codes tidak hanya bisa dicantumkan pada website, tapi juga bisa dicantumkan pada media lain seperti postcard atau nama sehingga peluang untuk mendapatkan subscriber pun semakin besar.


Itulah keempat cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat orang lain mau berlangganan newsletter bisnis Anda. Semakin banyak subscriber, semakin banyak pula target audiens yang bisa Anda ubah menjadi pembeli. Apakah Anda memiliki cara lain untuk meningkatkan jumlah subscriber?

Sumber: Harvard Business Review, Precision Marketing Group, Medium