4 Cara untuk Menggunakan Instagram Stories untuk Bisnis Anda

instagram stories

Baru-baru ini, Instagram merilis fitur terbaru mereka bernama Instagram Stories. Melalui fitur tersebut, Anda dapat mem-posting foto dan video yang nantinya akan langsung hilang secara otomatis setelah 24 jam. Sebelum mem-posting foto dan video ke Instagram Stories, Anda bisa melakukan editing dengan menambahkan teks, gambar, brush berbagai warna, dan sebagainya.

Sounds familiar?

Ya, cara kerja Instagram Stories memang mirip dengan Snapchat, yang sudah lebih dulu merilis platform-nya sejak tahun 2013. Terlepas dari kemiripan tersebut, Instagram Stories dapat menjadi “mainan” baru bagi para marketer untuk melakukan digital marketing. Meskipun baru saja diluncurkan, ternyata sudah cukup banyak brand yang berhasil memanfaatkan Instagram Stories untuk bisnis mereka.

Pelajari cara-cara berikut untuk memanfaatkan Instagram Stories untuk bisnis Anda:

1. Memberi bocoran konten atau produk baru

Tidak mudah mempromosikan produk atau konten terbaru dari brand Anda agar seluruh target audiens mendapat pesan yang coba Anda sampaikan. Di sinilah Instagram Stories dapat membantu Anda. Sebelum produk baru tersebut benar-benar dirilis secara resmi ke pasaran, Anda bisa memberi “bocoran” tentang produk tersebut.

Hal tersebut telah dilakukan oleh Cotton Ink, sebuah brand lokal yang bergerak pada bidang fashion. Demi memperingati Hari Kemerdekaan RI, mereka mengadakan program 17 for 17, yakni mengajak tujuh belas wanita berbakat Indonesia dari berbagai industri untuk mendesain busana yang dijual secara limited edition. Beberapa hari sebelum perilisan, Cotton Ink beberapa kali menggunakan Instagram Stories untuk memberi sedikit bocoran tentang program mereka tersebut.

2. Update berita terkini

instagram stories e! news

Instagram mungkin bukan menjadi platform pertama yang dituju jika orang ingin membaca berita tertentu. Namun, media hiburan internasional E! News berhasil memanfaatkan Instagram Stories sebagai wadah untuk menyampaikan berita hiburan terkini. Setiap hari, E! News mem-posting serangkaian berita singkat melalui Instagram Stories. Mereka tahu bahwa target audiens mereka memang merupakan orang-orang yang “haus” akan berita hiburan dan mereka pun memberikannya secara praktis.

Anda bisa mencontoh strategi yang dilakukan E! News tersebut walaupun bisnis Anda tidak bergerak pada bidang media. Jika merasa belum yakin dengan jenis berita apa yang harus diberikan, Anda bisa melakukan analisis audiens dan bereksperimen dengan konten Instagram Stories untuk mencari tahu topik apa yang paling disukai oleh target audiens Anda di Instagram.

3. Menunjukkan proses behind the scene

behind the scene

Apabila feed Instagram adalah tempat untuk berbagi foto dan video yang telah dipoles semenarik mungkin, maka Instagram Stories dapat menjadi media untuk menunjukkan proses di balik pengambilan foto dan video yang muncul pada feed. Melalui Instagram Stories, brand Anda memiliki kesempatan untuk mengajak followers melalui petualangan “behind the scene” dari konten feed Anda atau mungkin event-event yang akan akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Contoh brand yang telah menggunakan Instagram Stories untuk tujuan tersebut antara lain adalah Pencils of Promise yang menunjukan suasana dari kantor mereka di New York dan UFC yang menggunakan Instagram Stories yang mengikuti keseharian salah seorang atlitnya ke Supermarket. Dengan menunjukkan konten behind the scene, “kepribadian” brand Anda bisa semakin terlihat dan audiens akan merasa lebih dekat dengan Anda.

4. Berbagi cerita dengan followers

barkbox

BarkBox, sebuah layanan subscription bulanan untuk mainan dan makanan anjing, menggunakan Instagram Stories untuk mem-posting berbagai klip bertema “interview anjing” antara pegawai dengan anjing peliharaan mereka. Tujuan dasarnya mungkin hanya untuk bersenang-senang, mengajak audiens mereka untuk tertawa bersama melalui video humor mereka. BarkBox berhasil melakukan engagement tanpa terkesan memaksa audiens mereka untuk membeli produk.

Dari strategi yang diterapkan BarkBox tersebut, Anda bisa ikut melakukan story telling melalui Instagram Stories, sekaligus meningkatkan kreativitas dalam menciptakan konten yang “mengundang”. Meski begitu, Anda juga harus memastikan bahwa cerita yang Anda sajikan masih relevan dengan target audiens Anda agar engagement tetap terjaga.


Itulah beberapa tips dari berbagai brand yang bisa Anda terapkan dalam memanfaatkan Instagram Stories sebagai salah satu perangkat digital marketing. Fitur baru Instagram yang satu ini memiliki potensi yang cukup besar karena orang-orang yang tidak memiliki Snapchat bisa merasakan pengalaman serupa melalui Instagram Stories. Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk menjadi brand yang stand out di Instagram!

Sumber: Simply Measured, Bufferapp Blog, Social Media Today, Iconosquare

Join Us

Artikel - Artikel Terkait