4 Keuntungan Besar Bekerja Sama dengan Micro-influencers

Micro-influencers

Media massa konvensional sudah mulai ditinggalkan. Menurut laporan “Indonesia Native Advertising and Influencer Marketing Report 2018” dari GetCRAFT, sebuah perusahaan pemasaran berbasis di Asia Tenggara, kini orang Indonesia lebih banyak mengonsumsi media sosial dibandingkan dengan TV. Dalam sehari, konsumsi media sosial bisa mencapai 3 jam 16 menit, sedangkan konsumsi TV hanya 2 jam 23 menit.

Tidak mengherankan jika kini banyak brand mulai memaksimalkan pemasaran untuk ranah media sosial, salah satunya melalui kerja sama dengan influencer. Di kalangan masyarakat umum, influencer diidentifikasikan sebagai orang yang memiliki jutaan followers di media sosial. Sesuai namanya, influencer diharapkan dapat memberikan influence kepada para followers untuk menggunakan produk dari brand.

Namun, perlu diketahui bahwa jumlah followers tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat engagement yang dihasilkan. Bahkan ternyata influencer dengan followers yang tidak terlalu banyak justru terbukti bisa menciptakan engagement tinggi. Orang-orang inilah yang disebut micro-influencer.

Apa yang dimaksud dengan micro-influencer?

Secara umum, micro-influencer bisa diartikan sebagai influencer yang jumlah followersnya tidak sebanyak influencer lain. Range jumlah followers tersebut memang sifatnya relatif. Namun, menurut Forbes, umumnya micro-influencer memiliki jumlah followers sebanyak 10.000 hingga 500.000 di media sosial. Karena followers tidak terlalu banyak, audiens dari micro-influencer pun cenderung lebih spesifik dan hal ini memungkinkan para micro-influencers untuk menciptakan koneksi yang lebih dalam dengan audiens.

Bagaimana micro-influncer dapat membantu brand Anda?

Micro-influencer tidak hanya sekadar membantu Anda untuk mempromosikan brand. Anda juga bisa mendapatkan berbagai macam keuntungan lain untuk bisnis Anda.

Pemasaran yang relatif lebih terjangkau
Apabila dibandingkan dengan metode pemasaran konvensional seperti iklan di TV, jasa micro-influencer terhitung relatif lebih murah. Dilansir dari Tirto.id, promosi menggunakan jasa influencer hanya membutuhkan biaya 10% dari biaya produksi dan penayangan iklan di TV. Dengan kata lain, bekerja sama dengan micro-influencer bisa membantu bisnis Anda tumbuh tanpa membahayakan kondisi keuangan Anda.

Cenderung lebih otentik
Idealnya, micro-influencer mengunggah sendiri konten-konten mereka di media sosial. Mereka bahkan ikut membalas berbagai komentar yang masuk. Jadi, akun media sosial mereka benar-benar ditangani sendiri, bukan oleh manajemen atau manajer. Dengan kata lain, micro-influencer pun memiliki nilai otentik yang lebih tinggi.

Nah jika seorang micro-influencer terlibat langsung dalam konten promosional di media sosial, kemungkinan besar followers mereka akan lebih tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang brand yang disebutkan.

Audiens yang lebih targeted
Saat bekerja sama dengan micro-influencer, Anda memiliki peluang untuk mempromosikan produk atau brand Anda kepada audiens yang lebih targeted atau spesifik. Beberapa micro-influencer hanya memiliki ribuan followers, tetapi hal ini justru efektif untuk mempromosikan konten yang spesifik dan detail. Dengan begitu, Anda pun bisa mendapatkan engagement lebih tinggi sehingga peluang menghasilkan penjualan pun semakin besar.

Meningkatkan level engagement
Seperti yang disebutkan sebelumnya, micro-influencer memiliki tingkat engagement yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan macro-influencer atau selebgram (selebritis di Instagram). Dikutip dari entrepreneur.com, David Abehsera selaku Presiden Direktur dari The Woo, agensi periklanan di California, mengatakan bahwa micro-influencer memang menerima engagement yang lebih besar. Alasannya karena mereka memiliki followers yang sangat passionate dan targeted.

Bagaimana cara menemukan micro-influencer yang tepat?

Anda bisa memulai dengan melihat daftar followers Anda sendiri di media sosial. Coba lihat kalau-kalau sudah ada micro-influencers yang berpotensi untuk diajak kerja sama. Lihat juga siapa saja yang mungkin tertarik untuk berbicara mengenai merek bisnis Anda dan siapa saja yang sudah membicarakannya. Nah, dari sini Anda bisa menilai kira-kira followers mana saja yang berpotensi menjadi micro-influencer untuk bisnis Anda dan tertarik untuk berbagi tentang brand Anda.

Jika misalnya Anda merasa tertarik bekerja sama dengan salah satu micro-influencer, mulailah membangun hubungan dengannya. Segera follow akunnya dan tunjukkan apresiasi terhadap konten yang ia unggah. Misalnya, Anda bisa memberikan likes atau meninggalkan komentar-komentar positif. Jadi, ketika nantinya Anda mengirimkan direct message ke micro-influencer tersebut, ia pun lebih terbuka untuk bekerja sama dan kemungkinan untuk membalas pesan Anda akan lebih besar.


Bekerja sama dengan micro-influencer sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin meningkatkan engagement brand tapi tidak memiliki anggaran yang terlalu besar. Meski jumlah followers tidak terlalu banyak, micro-influencer telah terbukti mampu membantu mengembangkan brand.

Sumber: Forbes, Entrepreneur