4 Tips Memaksimalkan YouTube Pre-roll Ads untuk Bisnis Anda

youtube pre roll ads

Anda pasti pernah mengalami hal seperti ini: membuka YouTube untuk menonton video, tetapi ketika video tersebut di-klik, Anda justru disambut oleh sebuah iklan sebelum video yang dimaksud tayang. Biasanya, iklan ini berdurasi selama 15-60 detik, di mana Anda tidak bisa memencet tombol skip pada lima detik pertama. Iklan tersebut dinamakan dengan YouTube pre-roll ads.

Selama beberapa tahun belakangan ini, popularitas video marketing sedang meningkat. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan video dalam menyampaikan pesan secara efektif. Situs Insivia bahkan menyebutkan bahwa viewers mampu menyerap 95% pesan ketika mereka melihat video dibandingkan dari membaca teks yang hanya membuat mereka menyerap 10% pesan saja.

Ditambah dengan platform besar seperti YouTube, video marketing tentu bisa menjadi bentuk digital marketing yang powerful. Dengan lebih dari 1,2 miliar video online yang ditonton tiap harinya, YouTube menjadi search engine terbesar kedua setelah Google. Namun, membuat sebuah iklan pre-roll di YouTube tetap membutuhkan perencanaan yang matang agar pesan bisa tersampaikan dengan baik kepada target audiens.

3 tools yang wajib Anda gunakan

Dilansir dari situs Social Media Examiner, Billy Gene Shaw, seorang expert di bidang marketing Facebook dan YouTube, menjelaskan bahwa ada tiga tools penting yang wajib digunakan oleh digital marketer jika ingin membuat YouTube pre-roll ads. Ketiga tools ini adalah:

  • Props – atau alat peraga. Agar bisa benar-benar menarik perhatian, gunakan props berukuran besar yang tidak biasa dilihat oleh banyak orang. Billy Gene menyarankan Anda untuk menggunakan sesuatu dari industri bisnis Anda yang terlihat unik.
  • Lingkungan – manfaatkan lingkungan yang tidak biasa “dihadiri” banyak orang. Billy Gene mencontohkannya dengan mengambil video sambil bermain roller coaster.
  • Musik – komponen satu ini berfungsi untuk menciptakan emosi. Anda bisa menggunakan musik dari database seperti AudioJungle atau Artlist.io. Tinggal ketikkan emosi yang ingin Anda ciptakan (sad, angry, mad), dan database tersebut akan memberikan usulan musik yang paling tepat dengan emosi tersebut.

Asumsikan bahwa Anda hanya punya 5 detik

Ingat, walaupun Anda membuat pre-roll ads berdurasi 30 detik misalnya, viewers dapat melewati (skip) video Anda setelah durasi berjalan lima detik. Artinya, dalam membuat pre-roll ads untuk YouTube, asumsikan bahwa Anda hanya punya durasi selama lima detik dalam menyusun iklan.
Usahakan untuk menyampaikan pesan utama pada lima detik pertama tersebut. Jika memang tidak memungkinkan, Anda harus membuat konten yang cukup menarik pada lima detik pertama agar para target audiens merasa penasaran atau tertarik untuk menonton seluruh iklan Anda.

Strategi targeting yang terstruktur

Salah satu kelebihan YouTube pre-roll ads adalah adanya fitur yang memungkinkan Anda untuk memasang iklan hanya pada golongan audiens tertentu. Fitur ini disebut juga dengan ad targeting. Anda bahkan bisa beriklan ke audiens berdasarkan video yang mereka tonton di YouTube.

Katakanlah Anda berjualan produk memasak dan ingin memasang pre-roll ads yang ditujukan untuk orang-orang dengan hobi barbecue. Anda bisa menemukan banyak video tentang cara memanggang steak yang tepat, cara memanggang daging ayam agar tidak overcook, dan lain sebagainya. Jika para YouTuber atau kreator konten tersebut mengizinkan pemasangan iklan pada channel mereka, iklan pre-roll Anda bisa muncul sebelum video mereka tayang.

Fokuskan pada call-to-action

Berbeda dari iklan konvensional yang lebih fokus menciptakan impresi, YouTube pre-roll ads lebih fokus pada tujuan untuk menghasilkan klik. Ya, audiens Anda memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan iklan digital Anda melalui klik. Masalahnya, masih banyak pre-roll ads yang lebih fokus pada penulisan copy yang terlalu panjang tanpa instruksi jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh audiens.

Oleh sebab itu, dalam membuat YouTube pre-roll ads, usahakan untuk tidak menggunakan terlalu banyak copy. Lagipula, Anda juga tidak memiliki banyak durasi. Sebaiknya, fokuskan video marketing Anda pada call-to-action (CTA). Buat audiens Anda mau melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan melalui video tersebut.


Jadi, apakah kini Anda tertarik untuk memasang iklan pre-roll di YouTube? Semoga ulasan di atas dapat membantu Anda untuk membuat iklan pre-roll yang tepat sasaran dan efektif dalam menyampaikan pesan.

Sumber: CONVINCE&CONVERT, Social Media Examiner