4 Tips Menggunakan Jasa Micro-Influencer untuk Bisnis

micro influencer

Sesuai namanya, micro-influencer adalah influencer yang memiliki audiens atau followers dalam jumlah lebih sedikit dibanding influencer pada umumnya. Biasanya, jumlah followers mereka tidak mencapai 100.000. Meski begitu, bekerja sama dengan micro-influencer justru telah terbukti lebih efektif dari para influencer besar. Studi dari HelloSociety bahkan menunjukkan bahwa bekerja sama dengan micro-influencer dengan followers di bawah 30.000 mampu meningkatkan engagement hingga 60%.

Jika Anda tertarik bekerja sama dengan micro-influencer, dibutuhkan strategi yang tepat agar hasilnya bisa maksimal. Untuk itu, ada baiknya apabila Anda menyimak beberapa tips di bawah ini.

Tentukan tujuan promosi sejak awal

Pada dasarnya, menggunakan jasa micro-influencer merupakan salah satu bentuk pemasaran. Sama seperti bentuk-bentuk pemasaran yang lain, Anda juga perlu menentukan tujuan promosi. Target atau tujuan apa yang ingin Anda capai melalui kerja sama dengan micro-influencer? Apakah untuk meningkatkan awareness, online presence, atau menjangkau market baru?

Dengan menentukan tujuan promosi, Anda bisa lebih memahami audiens yang akan disasar. Nah, hal ini juga yang dapat membantu Anda dalam memilih micro-influencer paling tepat untuk bisnis Anda. Jangan sampai micro-influencer yang Anda pilih ternyata memiliki followers yang kurang sesuai dengan target audiens brand Anda.

Cek relevansi setiap micro-influencer

Salah satu kunci sukses kerja sama dengan micro-influencer adalah memastikan relevansi mereka terhadap bisnis Anda. Bahkan jika misalnya Anda dan micro-influencer memiliki audiens yang mirip, belum tentu konten yang ia share relevan dengan bisnis Anda. Jika Anda asal memilih micro-influencer, bisa-bisa digital campaign atau promosi yang Anda lakukan akan terkesan tidak otentik.

Misalnya, katakanlah bisnis Anda menjual brownies dan Anda berniat untuk bekerja sama dengan foodblogger. Nah, perlu diingat bahwa ada foodblogger yang mengangkat makanan manis, ada pula yang mungkin lebih fokus pada makanan gurih. Itulah kenapa Anda disarankan untuk mengecek relevansi micro-influencer sebelum menjatuhkan pilihan.

Selain memperhatikan post yang diunggah micro-influencer, cek pula tipe konten seperti apa yang biasanya mereka share dari sumber lain. Lalu, cari tahu tentang brand atau produk apa saja yang pernah bekerja sama dengan mereka.

Bangun koneksi sebelum diskusi

Jika sudah menemukan micro-influencer yang ingin Anda ajak kerja sama, sebaiknya bangun koneksi terlebih dulu sebelum Anda berdiskusi mengenai kerja sama baru ini. Apalagi jika Anda akan bekerja sama dalam jangka waktu panjang. Mulailah membangun koneksi dengan follow akun media sosial micro-influencer tersebut. Berikan likes pada konten-konten yang diunggah. Jangan lupa juga meninggalkan komentar untuk menciptakan percakapan.

Setelah koneksi terbangun, barulah Anda bisa mencoba untuk menghubungi calon micro-influencer. Apabila tidak memiliki alamat email, Anda bisa memanfaatkan fitur direct message yang kini tersedia di berbagai media sosial seperti Instagram dan Twitter. Jelaskan identitas Anda, brand Anda, dan tujuan Anda mengirimkan pesan kepada micro-influencer tersebut.

Menerapkan proses on-boarding

Di kantor, cara Anda menyambut karyawan baru akan menjadi semacam pondasi hubungan profesional Anda dengannya. Hal ini berlaku juga terhadap micro-influencer. Itulah kenapa Anda disarankan untuk menerapkan proses on-boarding. Setidaknya ada empat tujuan penting yang harus Anda capai dalam proses ini.

Pertama, buatlah micro-influencer merasa menjadi bagian penting dari tim Anda. Kedua, berusahalah agar mereka merasa excited untuk bekerja dengan Anda sehingga mereka bersedia memberikan yang terbaik. Ketiga, tetapkan target yang jelas sejak awal agar micro-influencer tahu apa yang harus dilakukan. Keempat, berikan mereka kebebasan untuk berkreasi, tetapi pastikan tetap sejalan dengan brief yang diberikan.


Meski memiliki jumlah followers yang tidak terlalu banyak, micro-influencers memiliki audiens yang lebih segmented sehingga engagement relatif lebih tinggi. Dengan menerapkan berbagai tips di atas, semoga Anda bisa bekerja sama sebaik mungkin bersama micro-influencer demi mendapat hasil maksimal. Selamat mencoba!

Sumber: Forbes, Entrepreneur