5 Cara Berpidato yang Dapat Mempengaruhi Audiens

cara berpidato

Semua public speaker yang baik tidak terlahir begitu saja dengan kemampuan komunikasi yang mereka miliki sekarang. Ada serangkaian proses latihan serta trial dan error yang telah mereka lalui. Hal tersebut menunjukkan bahwa selama mau belajar dan berusaha, Anda pun bisa menyampaikan pidato yang powerful dan menjadi seorang public speaker yang diperhitungkan. Bagaimana caranya?

Pertimbangkan kebutuhan audiens

Hal pertama yang harus Anda perhatikan jika ingin memberikan pidato secara kuat adalah mempertimbangkan kebutuhan audiens. Dilansir dari situs Business Insider, Nick Morgan, seorang pelatih pidato dan penulis buku The Subtle Science of Leading Groups, Persuading Others, and Maximizing Your Personal Impact, mengatakan bahwa pembuat pidato yang baik umumnya merupakan orang bijak. Pidato yang baik hanya sebagian berbicara tentang diri Anda karena Anda harus memikirkan audiens. Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan? Mengapa mereka mau datang melihat Anda? Tanyakan hal-hal tersebut pada diri Anda saat menciptakan pidato.

Beritahu hal yang akan Anda sampaikan

Cara ini mungkin terdengar sangat “jadul”, tapi memang terbukti manjur. Sebelum memulai pidato, jelaskan kepada audiens Anda tentang hal-hal yang akan Anda bahas. Lalu, pada akhir sesi, sampaikan kesimpulan dari hal-hal yang baru saja Anda bahas tersebut. Cara ini dapat memudahkan audiens Anda untuk mengikuti setiap detail dari pidato Anda. Di sisi lain, Anda juga bisa lebih mudah mengikuti poin-poin yang ingin Anda sampaikan. Jika khawatir akan lupa, tidak ada salahnya untuk menuliskan poin-poin tersebut pada selembar kertas. Namun, ingat, poin-poinnya saja, jangan keseluruhan isi pidato-nya.

Berbicara kepada individu, bukan grup

Saat menyampaikan pidato kepada audiens, lakukanlah seolah-olah Anda sedang berbicara secara individu. Tatap satu orang di audiens Anda ketika memulai pidato, bisa jadi orang yang memang Anda kenal atau seseorang yang terlihat ramah di mata Anda. Tersenyumlah ketika Anda melakukannya untuk memancing reaksi. Lalu, lakukan hal tersebut ke audiens lain dan pancing pula reaksinya. Bangun koneksi dengan audiens Anda secara perlahan. Bersikaplah seolah-olah Anda melihat hal yang sangat menyenangkan, lalu sampaikan pesan secara simpel.

Tahu kapan harus berhenti berbicara

Public speaker yang baik tidak hanya mampu menyampaikan pidato secara kuat, tetapi juga harus tahu kapan berhenti berbicara. Beberapa public speakers terus berbicara melantur tentang hal yang sama, sedangkan public speakers lain berbicara terlalu cepat karena ingin menyampaikan hal sebanyak mungkin dalam waktu singkat. Ciptakan jeda-jeda singkat untuk membiarkan audiens menyerap apa yang Anda sampaikan. Hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk terus mendapatkan perhatian audiens. Jangan langsung keluar ruangan setelah presentasi selesai untuk melakukan sesi tanya-jawab.

Tutup pidato dengan Call-to-Action

Cara terbaik menutup pidato adalah dengan memberikan sesuatu untuk dilakukan oleh audiens. Pasalnya, selama jangka waktu tertentu, Anda telah “memaksa” orang-orang yang biasanya cukup aktif dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi pasif. Penutupan pidato merupakan waktu terbaik untuk membiarkan mereka menyerap pesan secara aktif. Di sinilah CTA menjadi senjata ampuh untuk digunakan. Temukan hal yang relevan dengan pesan pidato Anda. Tanyakan pada diri sendiri, “Setelah pidato selesai, hal apa yang saya ingin audiens saya lakukan?”


Itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk menyampaikan pidato yang kuat dan mempengaruhi audiens Anda. Teruslah berlatih dan jangan putus asa apabila percobaan pertama Anda belum membuahkan hasil. Kuncinya terletak pada konsistensi dan kepercayaan diri. Good luck!

Sources: Early To Rise, Business Insider, The Huffington Post

Artikel - Artikel Terkait