5 Cara Menerapkan Micro Moments yang Tepat untuk Brand Anda

Google Micro Moments

Saat ini penggunaan perangkat mobile seakan mengubah budaya seseorang dalam menggunakan gadget mereka. Para brand besar pun berlomba-lomba menerapkan micro-moments untuk meningkatkan keberhasilan kampanye promosi mereka. Sayangnya, tak banyak orang yang mengerti bagaimana mengimplementasikan micro-moments untuk brand mereka.

Sebagai langkah revolusioner, ada baiknya bila Anda memperhatikan tips-tips berikut agar proses implementasi micro-moments brand Anda benar-benar efektif dan menghasilkan:

Identifikasi kata kunci terbanyak yang dicari oleh pelanggan menggunakan perangkat mobile

Ketika pelanggan mencari produk Anda dengan perangkat mobile mereka, tentu mereka menggunakan kata kunci untuk menemukannya. Nah, kata kunci ini yang harus Anda identifikasi sebanyak-banyaknya. Tujuannya adalah untuk mencari konten micro-moments yang tepat untuk pelanggan. Apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dari produk Anda, entah itu cara menggunakannya atau bagaimana mereka menemukan produk Anda, adalah yang akan Anda temukan dari kata kunci tersebut.

Analisa pertanyaan paling populer tentang produk Anda

Hampir sama dengan mengidentifikasi kata kunci, menganalisa pertanyaan juga akan membantu Anda untuk menemukan konten apa yang cocok untuk pelanggan Anda. Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kategori produk Anda juga penting untuk diketahui. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengenalkan produk Anda ke calon pelanggan. Misalnya, Anda menjual selai roti. Konten yang mungkin berhubungan dengan produk Anda adalah “Resep Roti Isi Terbaik” atau “Cara Membuat Nastar Isi Selai”. Hal ini akan membantu pelanggan untuk menemukan ‘how-to moment’ mereka.

Lakukan survey

Langkah selanjutnya adalah melakukan survey kepada para pelanggan. Survey ini bukan mengenai produk Anda atau bagaimana fitur yang dimiliki oleh produk tersebut, namun lebih kepada kapan, mengapa, dan dimana pelanggan Anda menggunakan ponsel mereka untuk mencari jawaban atas pertanyaan mereka saat itu.

Dunkin Donuts misalnya. Mereka tahu kebutuhan masyarakat akan kebiasaan mereka minum kopi di pagi hari. Survey pun diadakan untuk mencari tahu apa yang sering dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan hal tersebut. Hasilnya, masyarakat menggunakan Google Maps untuk mendapatkan gerai kopi terdekat. Dunkin Donuts pun membuat situs mobile timetocoffee.com untuk menganalisa waktu berjalan untuk sampai ke gerai terdekat.

Prediksikan micro-moments yang akan dilakukan oleh calon pelanggan

Ajak semua tim Anda untuk berdiskusi mengenai prediksi micro-moments yang akan dilakukan oleh calon pelanggan Anda, mulai dari bagian penjualan hingga customer service, bahkan bagian online untuk mencari momen yang sekiranya akan dicari oleh pelanggan. Kategorikan prediksi tersebut ke 4 tipe dasar micro-moments: I-want-to-know, I-want-to-go, I-want-to-do, dan I-want-to-buy. Carilah momen mana yang harus Anda prioritaskan untuk brand Anda.

Cobalah solusi Anda hingga benar-benar efektif

Ketika mengaplikasikan micro-moments, jangan malas untuk mencoba solusi Anda lagi dan lagi, secara berulang. Hal ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah solusi yang Anda tawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Anda dapat melakukannya dengan bertanya pada pelanggan. Bila Anda punya toko fisik, bertanyalah kepada pelanggan segala hal yang berkaitan dengan micro-moments mereka, kemudian cari tahu juga bagaimana kepuasan mereka terhadap solusi itu.


Melakukan penerapan micro-moments untuk membangun branding adalah sesuatu hal yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Anda tidak bisa serta-merta memaksa pengguna untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Sebaliknya, justru Anda yang harus memahami pelanggan agar mereka mampu mengenali brand Anda dengan baik.

Semoga bermanfaat!

Source: Think with Google

Join Us

Artikel - Artikel Terkait