5 Metrik untuk Mengukur Kampanye Outbound Anda

kampanye outbound

Dulu, outbound marketing merupakan strategi marketing dimana Anda menarik perhatian calon pelanggan Anda dengan strategi konvensional seperti iklan TV, koran, radio, telemarketer, dan juga lainnya. Saat ini, strategi marketing semacam ini mulai ditinggalkan dan mulai beralih kepada media digital. Dengan meningkatkannya akses terhadap teknologi dan strategi baru, marketer modern kini mulai mengubah persepsi outbound marketing. Metrik apa saja yang bisa digunakan untuk mengukur keberhasilan kampanye outbound Anda?

Lead Conversion Rate

Karena outbound marketing sangat bergantung pada leads bisnis Anda, Anda harus memiliki pemahaman mendalam tentang segmen pasar yang memiliki leads terbaik. Jumlah leads yang berubah menjadi peluang, dapat menjadi tolak ukur keberhasilan segmen pasar yang Anda targetkan untuk kampanye marketing baru. Ini dapat memberikan Anda banyak informasi, seperti media yang harus Anda prioritaskan untuk investasi atau mana yang harus ditunda terlebih dahulu. Pengendalian atas perolehan outbound leads dapat memberi insight apakah strategi akuisisi milik Anda efektif atau tidak.

Call to Close Ratio

Call to Close Ratio adalah persentasi jumlah leads yang berhasil terkonversi menjadi konsumen Anda. Call to Close Ratio ini serupa dengan rasio konversi leads, namun lebih berfokus kepada saluran pemasaran dan melacak konversi hingga ke pelanggan. Call to Close Ratio juga dapat mengungkapkan efektivitas strategi kampanye Anda; apakah strategi tersebut sesuai dengan strategi akuisisi Anda atau tidak. Karena tim pemasaran lebih menargetkan outbound leads daripada menarik dan memenuhi syarat inbound leads, outbound leads langsung melewati pemasaran ke penjualan. Penyelarasan kedua departemen ini sangat penting bagi keberhasilan outbound marketing. Call to Close Ratio dapat memberi tahu apakah tim penjualan Anda sudah memahami benar bagaimana menjual produk ke leads yang sudah Anda berikan.

Email Click Through Rate

Metrik ini merupakan indikator penting yang bisa membantu Anda mengetahui apakah pesan Anda sesuai dengan strategi penjualan atau tidak. Email Click Through Rate (CTR) ini merupakan statistik yang digunakan untuk mengukur efisiensi dari sebuah kampanye email. Semakin banyak email yang memiliki CTR tinggi, maka semakin baik kampanye email yang telah dilakukan.

Cost per Opportunity

Outbound leads biasanya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan inbound leads karena biaya pemasaran dihitung sejak pra-kualifikasi. Ketika mengevaluasi outbound leads, jangan terlalu memperhatikan pembiayaan setiap leads ketika Anda membayar biaya per peluangnya. Strategi outbound modern harus berfokus pada volume yang lebih kecil dengan kualitas yang sangat tinggi, sehingga dapat menentukan kualitas itu sendiri.

Time to Close

Time to Close merupakan jumlah waktu untuk mengubah leads menjadi pelanggan. Sama seperti metrik lainnya, metrik ini berguna untuk membandingkan efektifitas setiap kampanye marketing. Jika siklus penjualan rata-rata Anda selesai dalam waktu kurang dari 30 hari maka strategi outbound leads dapat membantu Anda untuk menentukan target bisnis yang paling mungkin membutuhkan produk dan layanan Anda. Jika rata-rata waktu outbound leads Anda lebih lama dari target time to close yang sudah dibuat, berarti Anda harus memperketat kriteria akuisisi Anda.


Itulah beberapa metrik penting yang dapat membantu Anda mengukur keberhasilan outbound leads Anda. Perlu diingat bahwa tidak semua leads diciptakan sama. Inbound leads dan outbound leads melayani tujuan yang sangat berbeda dalam jaringan Anda. Jangan sampai Anda menghilangkan leads potensial hanya karena Anda belum mempersiapkan kriteria pengukuran yang tepat.

Sumber: Hip2b, Radius

Join Us

Artikel - Artikel Terkait