5 Strategi untuk Bekerja Lebih Cerdas

bekerja cerdas

Idealnya, untuk mendapatkan sesuatu, Anda harus bersedia bekerja keras. Namun, bagaimana jika Anda sudah bekerja keras sedemikian rupa, tetapi hasilnya tetap saja tidak sesuai harapan? Mungkin ini saatnya Anda menerapkan cara kerja yang lebih cerdas, bukan hanya keras. Ada cukup banyak cara untuk bekerja cerdas. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini.

Jangan mulai dari benar-benar baru

Saat mengerjakan sesuatu, jangan memulainya dari format yang benar-benar baru karena hanya akan membuang-buang waktu. Dilansir dari situs Forbes.com, Jami Novak sebagai penulis dan ahli manajemen waktu merekomendasikan Anda untuk mencari dan menggunakan template yang sudah pernah Anda kerjakan sebelumnya. Atau Anda juga bisa mencari rekan kerja yang juga sudah pernah mengerjakan apa yang perlu Anda lakukan. Tanya mereka bagaimana proses yang harus Anda lalui. Hal ini tentu akan jauh lebih efektif dan efisien daripada Anda harus melakukan semuanya dari awal.

Ciptakan strategi email yang efisien

Pada banyak kasus, ketika seseorang sedang mengerjakan sesuatu dan ada email masuk, ia akan menghentikan pekerjaannya demi membaca email tersebut. Ia pun menimbang-nimbang harus menjawab email saat itu juga atau tidak. Ketika kembali ke pekerjaan sebelumnya, ia harus mengingat-ingat kembali progress pengerjaannya. Anda mungkin termasuk salah satu yang melakukannya. Multitasking semacam itu hanya akan membuat Anda merasa “sibuk”, padahal sesungguhnya fokus diri jadi menurun. Oleh sebab itu, ciptakan strategi email yang efisien. Mungkin Anda bisa mematikan notifikasi dan hanya mengeceknya saat pagi hari sebelum bekerja, istirahat makan siang, dan sebelum pulang kantor.

Ambil waktu istirahat secara berkala

Ada beberapa pekerjaan yang membuat Anda terlalu “berat” untuk meletakkannya sejenak, bahkan demi beristirahat. Jangan melakukan hal tersebut. Secara rutin, ambillah waktu selama 5-10 menit untuk beristirahat dan menjauh dari meja kerja. Jika bisa, berjalanlah ke luar ruangan untuk melakukan stretching. Ajaklah salah satu rekan kerja Anda untuk mengobrol ringan. Cukupi kebutuhan air mineral dalam tubuh. Makan camilan sehat seperti buah-buahan atau biskuit gandum. Menjauh sejenak dari pekerjaan akan membantu merilekskan tubuh dan pikiran Anda.

Tahu kapan harus meminta bantuan

Apabila Anda merasa kewalahan saat kerja sehingga menyebabkan stres, jangan diam saja. Segera ceritakan situasi yang Anda alami ke atasan Anda. Semuanya pasti memiliki jalan keluar. Anda hanya harus memberanikan diri dan jangan segan untuk meminta bantuan. Pasalnya, rasa lelah atau stres yang dibiarkan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan dapat membuat Anda mengalami masalah mental yang cukup serius. Tanamkan pikiran positif pada diri Anda dan ketahuilah bahwa selalu ada solusi untuk setiap masalah selama Anda bersedia untuk meminta bantuan.

Ciptakan kebisaan yang rutin

Kebiasaan dapat terjadi secara natural setelah Anda membentuknya. Nah, Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk bekerja secara lebih cerdas. Misalnya, jika Anda harus meng-update jadwal editorial sehari-hari, buatlah aktivitas tersebut menjadi kebiasaan yang bisa dilakukan tanpa sadar sehingga Anda tak perlu terus-menerus mengingatkan diri. Membentuk kebiasaan inilah yang akan menjadi langkah paling menantang karena Anda harus memiliki komitmen tinggi setiap harinya sampai aktivitas tersebut benar-benar menjadi kebiasaan. Mayoritas orang biasanya membutuhkan waktu 30 hari untuk mewujudkan hal ini.


Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk bekerja secara lebih cerdas. Bekerja keras memang perlu, tetapi hal tersebut juga harus dibarengi dengan strategi-strategi cerdas agar Anda tidak mendapat lelahnya saja.

Selamat bekerja cerdas!

Sumber: SUCCESS, Inc., the balance

Join Us

Artikel - Artikel Terkait