5 Teknik Mengoptimalkan Facebook Video Ads untuk Bisnis Anda

Facebook Video Ads

Sebelumnya kita telah membahas pentingnya penggunaan dan cara memulai Facebook Video Ads untuk memasarkan produk dan mengembangkan bisnis Anda. Lalu, bagaimana caranya mengoptimalkan penggunaan Facebook Video Ads untuk bisnis agar berhasil membuat audiens melakukan konversi dan berakhir pada penjualan? Pelajari tips-tipsnya berikut ini:

1. Buat video iklan yang mendidik dan inspiratif

HIJUP campaign

Ketika orang-orang mengakses Facebook, biasanya mereka melakukannya karena ingin mengetahui update teman-teman mereka atau sedang mengisi waktu luang. Intinya, mereka tidak mengakses Facebook untuk melakukan pembelian. Untuk menarik perhatian target audiens, video ads Anda harus mampu menyampaikan pesan melalui sesuatu yang tidak biasa, seperti informasi yang insightful, konten lucu, atau berita tertentu. Ciptakan video yang inspirasional dan mengandung unsur edukasi.

Tips satu ini telah sukses diterapkan oleh HIJUP. Mereka menciptakan kampanye bertajuk #EmpowerChange. Pada video campaign ini, HIJUP meliput perjuangan para wanita Indonesia yang berhijab dalam melawan stereotip terkait bagaimana harusnya wanita muslim, terutama yang berhijab, bersikap sehari-hari. Para wanita ini menyuarakan bahwa tidak semua wanita berhijab harus berperilaku sesuai ekspektasi tertentu, dan bagaimana para wanita berhijab juga bisa menginspirasi dengan caranya masing-masing, walaupun tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

2. Gunakan call to action

Call to Action Facebook Video Ads

Facebook Video Ads untuk bisnis akan mampu meningkatkan jumlah konversi apabila Anda mencantumkan Call to Action (CTA). CTA akan memberi tahu penonton untuk melakukan sesuatu, seperti “See Another Video” atau “Learn More”. CTA juga mampu mengarahkan penonton pada diskon atau kupon tertentu yang telah Anda sediakan.

Jangan pernah melakukan pendekatan yang membingungkan dan berharap mereka akan melakukan hal tertentu. Hal tersebut tidak akan terjadi bahkan jika video Anda cukup kreatif. Buatlah daftar berisi hal-hal yang ingin Anda capai, lalu buat shortlist dari dari daftar tersebut. Gunakan shortlist untuk memilih hal apa saja yang ingin target audiens Anda lakukan dan manfaatkan sebagai konten CTA.

3. Padukan visual, musik, dan pengisi suara

Ketika menciptakan video untuk Facebook, perhatikan bagaimana Anda menyampaikan pesan. Ingatlah bahwa Facebook Video Ads memulai videonya tanpa audio, sehingga penonton harus terlebih dulu menyalakan audio. Pastikan pula bahwa video Anda mampu menarik perhatian penonton sejak awal karena video akan berhenti berputar apabila mereka membuka postingan Facebook lain.

Karenanya, Anda harus mendesain teks dan frame pertama pada video sebaik mungkin agar keduanya dapat berpadu dengan baik. Gabungkan audio dan musik sebagai background untuk meningkatkan nilai dan menjaga penonton tetap tertarik sepanjang video. Intinya, padukan keseluruhan unsur tersebut untuk mendukung pesan yang ingin Anda sampaikan agar pengalaman menonton video semakin menyenangkan.

4. Manfaatkan fitur Optimized CPM

CPM Facebook Video Ads

Ketika melakukan pengaturan Facebook Video Ads untuk bisnis, jangan menggunakan Cost per Click (CPC) untuk video-video eksternal karena fitur autoplay tidak akan muncul. Sebaiknya, gunakan Optimized CPM (oCPM) pada video ads untuk mengarahkan video pada target audiens yang memiliki kemungkinan besar melakukan pembelian. Hal ini akan mengurangi biaya view video dan mampu memberikan insights lebih baik untuk Facebook Video Ads yang Anda pasang. Dengan oCPM, Anda akan membayar berdasarkan setiap view yang masuk selagi Facebook mencari viewers dalam titik harga tertentu. Pada akhirnya, biaya yang Anda keluarkan akan lebih sedikit.

5. Lakukan A/B testing untuk optimisasi iklan

AB Testing Facebook Ads

Selalu lakukan tes pada video ads berbeda untuk menentukan konten seperti apa yang mampu menghasilkan lebih banyak konversi. Untuk mengoptimalkan kampanye video ads, lakukan tes terhadap lebih dari dua video. Meskipun video pertama mampu mengalahkan video kedua, bukan berarti video pertama akan lebih baik dari video ketiga atau yang lain. Tes satu ini sering disebut juga dengan A/B testing. Lakukan A/B testing pada konten video hingga aspek CTA sekaligus. Dari hasil yang didapat, Anda bisa menentukan video seperti apa yang mampu membuat target audiens melakukan konversi hingga berakhir pada penjualan.


Facebook Video Ads memiliki kekuatan tersendiri dalam melakukan engagement karena aspek visualnya. Anda juga tidak memerlukan budget yang besar untuk melakukan tes pada video ads. Mulailah dengan sederhana dan selalu lakukan improvisasi ketika menemukan hasil yang positif.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Social Media Examiner, AdEspresso

Join Us

Artikel - Artikel Terkait