5 Tips Memilih Vendor yang Tepat untuk Bisnis Anda

vendor

Apapun jenis bisnis yang Anda jalankan, kemungkinan besar Anda akan tetap membutuhkan bantuan dari vendor, konsultan, atau pihak ketiga lain untuk mengembangkan bisnis Anda. Anda mungkin sudah mengetahui produk atau jasa yang Anda butuhkan dari vendor tertentu, tetapi memilih vendor yang tepat tidak bisa dilakukan semudah itu. Ada beberapa tips tertentu yang bisa membantu Anda dalam melakukan hal tersebut.

1. Membuat outline tujuan

Apa tujuan Anda ketika memutuskan untuk menggunakan vendor? Anggap saja Anda sedang mencari solusi untuk Customer Relationship Management (CRM) karena website Anda sering mengalami gangguan dan menyebabkan kinerja menurun. Tulis apa saja isu atau masalah yang Anda temui agar bisa menentukan kualitas apa saja yang Anda cari dalam vendor. Usahakan untuk membuat outline tujuan sespesifik mungkin. Apabila perlu, lakukan meeting dengan tim manajemen dan kepala departemen untuk mengutarakan hal-hal apa saja yang menjadi isu sehingga Anda harus menggunakan jasa vendor sebagai pihak ketiga.

2. Menentukan timeline

Anda mungkin sudah memiliki satu kandidat utama vendor berkat review bagus dari kerabat atau kenalan Anda. Jangan langsung memilihnya. Sebaiknya, Anda melakukan proses sistematik dalam mencari vendor yang tepat. Tentukan timeline yang jelas. Kapan tepatnya Anda berencana untuk bertemu dengan para calon vendor? Kapan Anda akan melihat demo atau uji coba dari penawaran mereka? Kapan Anda ingin menggunakan layanan mereka di kantor? Sama seperti ketika membuat outline, tulislah timeline yang spesifik, bahkan hingga tanggalnya sekaligus. Ketika sudah menentukan timeline, beri tahu para pegawai lain sehingga mereka tidak merasa bingung dengan adanya sistem baru yang terpasang atau orang asing yang mendadak berkeliaran di dalam kantor.

3. Pertimbangkan lamanya komitmen

Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu ingin agar orang-orang yang bekerja sama dengan Anda bisa berjalan beriringan. Namun, beberapa kualitas yang Anda prioritaskan dapat berubah tergantung dari tingkat komitmen vendor. Misalnya, jika Anda hanya membutuhkan seseorang untuk memasang perabotan baru di kantor, proses pemilihan vendor tentu akan berbeda dari ketika Anda meminta vendor untuk mendesain seluruh ruangan. Tentukan sejak awal apakah Anda membutuhkan jasa vendor untuk jangka pendek atau panjang. Beberapa vendor mungkin memiliki kinerja yang lebih bagus apabila kontrak kerja sama berlangsung singkat, tetapi ada juga vendor yang mampu memberikan layanan dalam jangka waktu panjang.

4. Pentingnya kejujuran

Cara lain untuk memilih vendor yang tepat adalah dengan memastikan bahwa vendor tersebut mempunyai kualitas yang jujur dan terbuka sejak awal. Berhati-hatlah dengan calon vendor yang terlalu banyak mengumbar janji. Minta mereka untuk menjelaskan hal apa saja yang bisa mereka lakukan dan tidak. Vendor yang jujur tentang kemampuan dan potensinya tentu lebih baik dari mereka yang banyak memberi janji namun tidak mampu menyediakan bukti. Selain kemampuan, tanyakan pula pada vendor tentang resources yang mereka gunakan. Di sisi lain, Anda juga harus berlaku jujur tentang budget dan kebutuhan Anda. Jangan sampai Anda merasa ada sesuatu yang mengganjal namun tidak mengutarakannya pada vendor.

5. Referensi keahlian

Selalu ingat alasan Anda menggunakan vendor. Lebih dari sekadar bantuan, vendor mampu memberi sudut pandang dan keahlian baru pada bisnis Anda. Anda memang sangat disarankan untuk menjelaskan segala kebutuhan Anda, tetapi Anda juga harus terbuka terhadap masukan yang diberikan oleh vendor. Dengan begitu, percakapan yang baik akan tercipta dan kerja sama berlangsung lancar. Mintalah referensi kepada rekan atau kerabat yang pernah menggunakan jasa vendor serupa.


Itulah beberapa tips untuk memilih vendor yang tepat. Selain kualitas dan layanan yang diberikan, jangan lupa untuk mempertimbangkan harga yang ditawarkan oleh vendor. Cek sekali lagi record layanan dan rekomendasi dari pelanggan lain. Setelah itu, percayalah terhadap diri sendiri bahwa Anda telah mengambil keputusan yang tepat untuk bisnis Anda.

Sumber: Entrepreneur, Huffington Post

Join Us

Artikel - Artikel Terkait