5 Tips untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Anda

motivasi

Motivasi tak selalu menghampiri setiap hari. Pada hari-hari tertentu, Anda merasa sangat termotivasi hingga sanggup menyelesaikan banyak pekerjaan. Namun, terkadang ada pula hari-hari di mana Anda merasa begitu susah untuk memulai mengerjakan tugas di kantor. Rasanya motivasi bekerja pergi menguap entah ke mana.

Hal tersebut sangatlah wajar terjadi. Meski begitu, Anda tak boleh membiarkannya karena bagaimana pun juga, tanggung jawab dan tugas di kantor tetap harus terselesaikan agar target perusahaan tercapai. Tapi bagaimana caranya untuk tetap produktif saat Anda merasa sedang kehilangan motivasi?

Identifikasi dan break down

Idealnya, seseorang akan merasa termotivasi ketika mereka tahu apa yang hendak dicapai. Ya, perusahaan memang memiliki target besar yang harus dicapai, karenanya Anda harus terus bekerja. Namun, tidak ada salahnya untuk melakukan identifikasi dan memecah (break down) target besar tersebut menjadi target-target kecil untuk membantu Anda menyelesaikan tanggung jawab. Setiap kali berhasil mencapai target kecil tersebut, Anda akan merasa telah membuat suatu pencapaian sehingga memotivasi Anda untuk terus mencapai target-target lainnya.

Kerjakan dari hal yang termudah

Setelah melakukan identifikasi dan break down target-target seperti yang telah dijelaskan di atas, Anda jadi memiliki visi yang lebih jelas tentang hal-hal apa yang harus Anda kerjakan. Nah, untuk membantu Anda membangun mood, mulailah dengan mengerjakan hal-hal yang paling mudah terlebih dulu. Sebagai opsi lain, Anda juga bisa memulai dengan mengerjakan hal-hal yang paling menarik perhatian Anda.

Katakanlah Anda bekerja di sebuah perusahaan digital media, di mana tiap harinya Anda diminta untuk menulis 6-7 artikel dengan topik yang telah ditentukan atasan. Nah, setelah mendapat daftar topik, kerjakan dulu artikel dengan topik yang menurut Anda paling mudah atau menarik perhatian. Dengan begini, Anda bisa membangun mood dan ritme menulis hingga topik terakhir nanti.

Lakukan variasi tugas berbeda

Pernah merasa bahwa Anda selalu mengerjakan hal yang sama setiap harinya? Hal ini memang bisa menimbulkan rasa bosan dan akhirnya membuat Anda kehilangan motivasi. Kabar baiknya, hal ini bisa diatasi dengan membuat diri terlibat dalam hal-hal yang membutuhkan beberapa keahlian berbeda.

Misalnya, Anda punya tugas membuat presentasi klien dan menulis laporan proyek. Nah, sebaiknya jangan mendedikasikan hari tertentu untuk melakukan satu tugas yang sama. Coba lakukan keduanya dengan membagi jadwal Anda dalam sehari agar tidak bosan, misalnya mengerjakan presentasi sebelum makan siang dan menulis laporan setelah istirahat.

Tetapkan waktu akhir bekerja

Tips satu ini sepertinya paling cocok berlaku untuk para entrepreneur. Dengan berbagai teknologi yang memudahkan komunikasi, tanpa sadar mereka cenderung bekerja secara nonstop. Padahal, penting bagi mereka untuk menetapkan jangka waktu bekerja dalam sehari. Misalnya, tentukan waktu bekerja sepanjang pukul 09:00 hingga 19:00. Jadi, setelah pukul 19:00, jangan lagi membalas email atau membuka laptop untuk bekerja. Cara ini akan membuat Anda merasa lebih refreshed dan mengurangi stres, sehingga Anda dapat bekerja secara lebih produktif pada hari-hari berikutnya.

Cari feedback

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk terus termotivasi selama bekerja adalah dengan meminta feedback, baik dari rekan kerja atau atasan. Jika performa Anda baik, feedback yang positif tentu akan membuat Anda merasa dihargai dan terpacu untuk terus bekerja lebih baik. Namun, tak perlu berkecil hari apabila mendapat feedback yang kurang positif. Anda bisa menggunakannya sebagai bahan belajar dan meningkatkan skill. Jangan sungkan meminta bantuan apabila Anda menemui kesulitan saat bekerja.


Dalam bekerja, motivasi memang diperlukan. Namun, kita tidak boleh hanya menunggunya datang begitu saja. Sebaliknya, kita harus berusaha terus memberikan yang terbaik dan kembali mendapatkan motivasi tersebut. Semoga cara-cara di atas bisa membantu Anda untuk terus termotivasi saat bekerja!

Sumber: Forbes, Huffington Post