6 Prinsip Persuasi yang dapat diterapkan untuk Website eCommerce Anda

6 Prinsip Persuasi yang dapat diterapkan untuk Website eCommerce Anda

Ketika visitor mengunjungi website eCommerce Anda, apakah Anda sudah berhasil membujuk mereka untuk mengubah mereka dari visitor menjadi pembeli? Belum tentu.

Persuasi diperlukan agar setiap pengunjung website melakukan apa yang Anda harapkan yaitu menjadi seorang pembeli. Karena ketika pengunjung mengunjungi website eCommerce, mereka sudah memiliki niat atau intensi membeli suatu produk. Untuk mengubah niat atau intensi tersebut dilakukan persuasi agar mereka mau melakukan pembelian saat itu juga.

Dr. Robert B. Cialdini, dalam bukunya yang berjudul Influence : The Psychology of Persuasion, menjelaskan 6 hal yang dapat mempersuasi seseorang untuk melakukan pembelian yaitu pertukaran (reciprocation), konsistensi (consistency), validasi social (social validation), kesukaan (liking), otoritas (authority), dan kelangkaan (scarcity).

Berikut 6 prinsip persuasi yang dapat diaplikasikan dalam website eCommerce untuk meningkatkan nilai penjualan:

1. Reciprocation

Pada prinsipnya website eCommerce dapat memberikan nilai tukar lebih untuk barang yang Anda. Posisikan diri Anda sebagai customer, dan ajukan pertanyaan kepada diri Anda, 'Hal tambahan apa yang ingin Anda dapatkan sehingga Anda mau melakukan pembelian?'

Bilna.com

Sebagai contoh adalah Bilna.com. Bilna.com menjual berbagai produk kebutuhan balita seperti susu formula, baju & popok. Tetapi kebanyakan orang yang membeli kebutuhan bayi akan memilih toko yang terpecaya. Disini bilna.com menawarkan pilihan seperti jasa pengiriman gratis, cash on delivery, dan kebijakan pengembalian barang sehingga customer tidak ada keberatan untuk membeli produk tersebut.

2. Social Proof

Social proof adalah fenomena dimana pengunjung website Anda dipengaruhi oleh tindakan orang lain dan mereka cenderung untuk melakukan hal yang sama.

Salah satunya dengan mengintegrasikan website eCommerce dengan social media yang Anda miliki.

Babyzania.com

Sebagai contoh, Babyzania.com menerapkan sistem rating untuk setiap produk dalam website mereka dengan tanda bintang, berdasarkan pilihan konsumen.

3. Commitment & Consistency

Kita pasti menginginkan setiap konsumen untuk membeli produk dalam website untuk setiap kunjungan. Kita tidak ingin mereka mulai ragu untuk membeli produk tersebut.

Untuk mengatasi keraguan sebaiknya gunakan pertanyaan retoris yang dapat meningkatkan persuasi, proses pesan, menciptakan hubungan yang kuat dan sikap resistan.

Beberapa pertanyaan retoris seperti:

  • Bagaimana jika Anda tidak perlu lagi mengantri di supermarket untuk berbelanja bulanan?
  • Apakah Anda lapar dan malas untuk jalan keluar?

4. Being Likeable

Buatlah website eCommerce yang mudah disukai oleh setiap pengunjung dengan membuat website yang lebih komunikatif, memberikan respon cepat dan fokus pada experience setiap pembeli.

Pinkemma

Misalnya Pinkemma.com menunjukan testimoni dari pembeli mereka melalui social media. Karena menurut Commerce Science, testimoni dan jaminan kualitas produk adalah contoh yang tepat dalam membuat pesan marketing yang lebih personal dalam website eCommerce.

5. Brand's Authority

Membangun otoritas website Anda dicapai melalui 2 cara, yaitu dengan mesin pencari dan otoritas Anda dengan konsumen website eCommerce Anda.

Membangun otoritas Anda dengan konsumen Anda salah satunya dengan mendorong tim Anda berbicara mengenai industri yang mereka geluti, menulis relevan publikasi dan menggunakan social media mengenai keunggulan brand Anda. Hal ini menunjukan bahwa brand yang Anda tawarkan pada konsumen penuh dengan passion dan keterlibatan langsung dari berbagai pihak.

Sedangkan membangun otoritas dengan mesin pencari dapat dilakukan melalui blogging. Blogging mampu menciptakan link yang dapat meningkatkan traffic website eCommerce melalui konten blogging yang merekomendasikan website eCommerce Anda. Semakin banyak link mengenai website eCommerce Anda, semakin mudah search engine menemukan konten terpercaya, relevan dan informatif yang tertuju pada website eCommerce Anda.

6. Creating Scarcity

Rasa takut kehilangan atau the fear of missing out (FOMO) adalah motivator yang sangat kuat bagi pengunjung website eCommerce Anda. Pengunjung cenderung akan membeli secara langsung dalam keadaan waktu, diskon atau stock yang terbatas.

Rakuten.co.id

Contohnya Rakuten.co.id memberikan penawaran harga special terhadap produk HP Xiaomi dalam periode waktu terbatas.

Persuasi bukanlah hasil dari satu kali pesan atau penawaran yang sesuai dengan tujuan pengunjung website Anda. Bagi eCommerce, persuasi berarti menarik pengunjung hingga ke dalam level emosi mereka dengan menggunakan berbagai macam alat dan teknologi yang digunakan oleh website eCommerce. Hal ini berarti website eCommerce harus terus melakukan persuasi tahap demi tahap hingga pengunjung melakukan hal yang Anda inginkan.

Sumber: Shopify

Join Us

Artikel - Artikel Terkait