6 Strategi Rekrutmen untuk Mendapatkan Karyawan Terbaik

Strategi rekrutmen

Kini, bukan lagi hanya para pelamar kerja yang butuh berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan yang tepat, tapi perusahaan penyedia lapangan pekerjaan pun butuh usaha yang lebih besar untuk menemukan karyawan dengan kualifikasi terbaik. Hal ini dikarenakan adanya banyak perusahaan yang terus bertumbuh di Indonesia. Di saat yang bersamaan, banyak dari perusahaan-perusahaan ini juga bergerak di bidang yang hampir sama, jadi perusahaan-perusahaan ini pun secara tidak langsung perlu bersaing dengan satu sama lain untuk mendapatkan karyawan yang terbaik.

Nah, berikut adalah 6 strategi rekrutmen yang akan membantu perusahaan Anda mendapatkan karyawan bertalenta yang tepat.

Tawarkan jenjang karir yang jelas

Hal pertama yang harus diperhatikan untuk dapat menarik perhatian calon karyawan adalah kejelasan jenjang karir yang akan didapatkan setiap karyawan. Pastikan Anda mengomunikasikan hal ini secara jelas karena tawaran ini memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka yang menginginkan pengalaman baru dengan jenjang karir yang lebih baik dan jelas terarah. Anda bisa mengomunikasikan hal-hal ini melalui website perusahaan atau video yang dibagikan ke berbagai platform media sosial.

Pastikan lingkungan kerja menyenangkan

Kenyamanan selama bekerja adalah pertimbangan yang besar bagi setiap pelamar kerja. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika selama proses rekrutmen Anda pun menciptakan lingkungan yang menyenangkan dengan menjaga wibawa sebagai atasan tanpa bersikap semena-mena terhadap para pelamar. Lakukan hal ini sejak awal proses rekrutmen agar calon karyawan terbaik yakin mau bergabung dengan perusahaan Anda.

Berikan fleksibilitas waktu kerja

Saat ini fleksibilitas waktu kerja menjadi salah satu daya tarik yang dapat mencuri perhatian calon pelamar berbakat. Pasalnya, tidak sedikit calon karyawan masa kini yang percaya bahwa dengan waktu kerja yang fleksibel, produktivitas dapat meningkat, dan di akhir hari, target-target yang ditetapkan perusahaan pun dapat terpenuhi dengan baik.

Sediakan fasilitas kerja yang memadai

Salah satu hal yang akan ditanyakan para pelamar kerja adalah hal-hal terkait fasilitas kerja yang akan diberikan perusahaan untuk menunjang produktivitas karyawan itu sendiri. Misalnya, perangkat komputer, mesin fotokopi, koneksi internet, maupun aplikasi smartphone yang akan mempermudah pekerjaan mereka. Hal ini tentu harus dipenuhi jika Anda betul-betul ingin terlihat lebih unggul dibandingkan perusahaan lain.

Berikan jaminan kesejahteraan

Beberapa pelamar berbakat dan berpengalaman lebih memilih perusahaan yang dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi kehidupan mereka. Jaminan kesejahteraan tersebut tidak harus dalam bentuk gaji yang besar, tapi juga dapat berupa upah lembur, bonus pencapaian prestasi yang diraih, asuransi kesehatan, dan program dana pensiun.

Manfaatkan social media referral

Belakangan ini, perusahaan-perusahaan startup di Indonesia lebih sering memanfaatkan social media referral untuk menjaring karyawan berbakat dalam proses rekrutmen. Anda dapat mencontoh hal ini karena social media referral bisa membantu Anda mendapatkan karyawan millennial yang sudah akrab dengan penggunaan teknologi dan internet. Tentunya dengan cara ini Anda akan mendapatkan banyak pilihan calon karyawan dengan bakat dan pengalaman menarik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.


Tips strategi rekrutmen untuk mendapatkan pelamar berkualitas tadi cukup mudah untuk dicoba, bukan? Selain mengikuti strategi-strategi tersebut, pastikan Anda juga menuliskan detail kualifikasi pelamar dan deskripsi pekerjaan pada info lowongan kerja dengan jelas. Hal ini mungkin terkesan sepele tapi nyatanya akan sangat membantu calon pelamar untuk membuat keputusan apakah dirinya sesuai dengan kualifikasi tersebut atau tidak.

Hindari juga mengadakan proses rekrutmen secara dadakan karena hal ini akan membuat perusahaan tergesa-gesa dalam memilih pelamar terbaik. Adakan proses rekrutmen setidaknya 2 – 3 bulan sebelum posisi tersebut dibutuhkan. Semoga bermanfaat!

Sumber: Forbes, McKinsey & Company