6 Syarat untuk Membangun Bisnis eCommerce Tipe Click & Mortar

Online Shopping

Mentransformasikan toko “brick-and-mortar” menjadi toko “click-and-mortar” adalah keputusan yang sangat bijak dan menguntungkan bagi Anda. Perkembangan internet yang semakin pesat membawa perubahan cara masyarakat berbelanja dan gaya bisnis beroperasi. Sebuah toko online dapat didirikan tanpa harus memikirkan lokasi fisik toko tersebut dan ancaman dari toko “brick-and-mortar” tradisional lainnya. Toko “brick-and-mortar” adalah sebuah toko yang memiliki toko fisik dan proses jual beli hanya dilakukan secara offline. Sedangkan “click-and-mortar” adalah sebuah toko yang memiliki toko fisik dan proses jual beli dapat dilakukan secara offline & online.

“Click-and-mortar” didefinisikan sebagai tipe model bisnis yang menjalani bisnisnya baik secara online maupun offline, dan biasanya bisnis tersebut memiliki toko fisik dan juga website. Salah satu kelebihan dari usaha “click-and-mortar” yaitu menawarkan layanan face-to-face dan juga transaksi secara online yang cepat kepada para pelanggan. Kelebihan lainnya dari bisnis “click-and-mortar” yaitu semakin meluasnya target customer dan adanya layanan pelanggan yang siap melayani customer setiap saat. Anda dapat menjual produk Anda 24 jam setiap hari dan 7 hari dalam seminggu tanpa perlu merekrut pegawai untuk menjadi kasir toko Anda.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum Anda menjalani bisnis eCommerce:

1. Persiapkan Website/Berkejasama dengan Marketplace

Kualifikasi mendasar ketika mengoperasikan bisnis “click-and-mortar” adalah adanya website dan shopping cart. Jika Anda tidak memiliki website atau shopping cart, alternatif lainnya yaitu dengan berjualan di marketplace seperti tokopedia atau bukalapak. Pastikan toko online Anda mudah dicari di mesin pencarian sehingga semakin banyak pelanggan yang berkunjung ke toko online Anda.

2. Persiapkan Inventory & fulfillment

Hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah ketersediaan inventory. Berjualan secara online dapat menimbulkan masalah ketika produk Anda ternyata tidak tersedia secara offline. Solusinya adalah dengan memberikan batasan jumlah produk yang memungkinkan untuk dijual secara online. Anda bebas untuk mengatur inventory produk Anda sendiri. Alternatif lain Anda adalah dengan bekerja sama dengan pihak ketiga yang akan mengantarkan produk seperti Acommerce. Kelemahannya yaitu meningkatnya biaya yang dikeluarkan untuk membayar inventory dan sistem fulfillment pihak ketiga tersebut.

3. Adanya Shipping Department

Proses pengiriman dan pengaturan distribusi produk akan menjadi rintangan pertama bagi Anda ketika telah menjadi bisnis eCommerce yang kompleks. Mudah saja jika pesanan yang datang setiap hari hanya 2-3 pesanan, namun apa yang akan Anda lakukan jika ada 75-200 pesanan setiap hari? Proses pengiriman dan logisitik produk harus lebih diperhatikan. Meskipun pemasukan Anda akan meningkat dengan adanya 75-200 pesanan baru setiap hari, namun Anda masih perlu merekrut shipping manager untuk membantu proses pengiriman produk pesanan. Sebagian besar bisnis eCommerce kini sudah berani memulai usahanya tanpa memiliki shipping department, dan dapat mengantarkan pesanan pelanggan dengan menggunakan jasa perusahaan pengiriman barang seperti JNE, RPX atau First Logistic.

4. Adanya Sumberdaya Teknologi

Sebaiknya Anda perlu merekrut seseorang yang memiliki pengetahuan cukup baik mengenai teknologi. Orang tersebut tidak perlu seorang ahli eCommerce, namun cukup diandalkan untuk dapat menangani website Anda sehingga mampu bersaing dengan toko online lainnya. Sumberdaya teknologi yang Anda miliki setidaknya memiliki latar belakang pengetahuan tentang dunia eCommerce, bagaimana membuat dan mengoperasikan online shopping cart dan mengerti bagaiamana cara pengiriman data ke marketplace. Jika Anda tidak memiliki pegawai yang mengerti teknologi, maka Anda harus mau belajar sendiri mengenai teknologi. Ada banyak sumber yang dapat Anda pelajari di internet mengenai dunia eCommerce dan teknologinya.

5. Adanya Sumberdaya Marketing

Kegiatan online marketing untuk toko eCommerce Anda dan produk yang Anda jual harus menjadi prioritas pertama untuk membangun sebuah toko “click-and-mortar” yang sukses. Sama seperti toko “click-and-mortar”, toko online juga membutuhkan iklan untuk dapat terus berjalan diatas persaingan ketat dengan para kompetitor. Anda harus mempertimbangkan biaya untuk merekrut pegawai baru untuk menangani persoalan online marketing bisnis eCommerce Anda. Jika Anda tidak memiliki sumber daya marketing yang cukup baik, maka Anda perlu terjun langsung ke dalam dunia online marketing. Anda dapat menggali pengetahuan melalui sumber yang banyak tersedia di internet untuk membantu Anda memasarkan toko online dan offline Anda dengan cara yang sangat efektif.

6. Tetapkan Visi Jangka Panjang untuk Perkembangan Bisnis Anda

Menjalankan sebuah bisnis online sama saja seperti membuka sebuah bisnis “brick-and-mortar” baru. Anda tidak akan mungkin mencapai kesuksesan toko online baru Anda hanya dalam waktu 1 hari. Anda juga tidak akan mungkin menjual 100 produk di hari pertama toko online Anda beroperasi. Anda mungkin juga tidak dapat menjual 100 produk dalam 1 bulan pertama toko online Anda beroperasi. Akan tetapi, Anda dapat meraih kesuksesan jika ulet dan gigih untuk membawa bisnis eCommerce Anda tumbuh sukses. Tentu hal tersebut membutuhkan waktu dan usaha untuk mengembangkan toko online menuju kesuksesan. Meskipun demikian, terjualnya 100 produk online dalam 1 hari ditambah hasil penjualan toko offline akan sangat menguntungkan. Menjual hanya 1 produk online dalam waktu 1 hari, 1 minggu, atau bahkan 1 bulan akan sangat membantu bagaimana bisnis Anda tumbuh besar dan sukses.

Sumber: Hubspot

Artikel - Artikel Terkait