8 Kebiasaan Belanja Kaum Millenials yang Perlu Anda Ketahui

strategi pemasaran produk

Bersaing di dalam era digital ini bukanlah perkara yang mudah, termasuk bagi para pebisnis. Anda mesti memikirkan hal apa saja yang sekiranya bisa meningkatkan penjualan Anda.

Millenials, adalah sebutan untuk Generasi Y atau Net Generation. Singkat kata, generasi Y ini adalah mereka yang mencapai usia dewasa di abad 21. Net Generation ini cenderung bersifat sophisticated, terbuka dengan teknologi, merasa bebas dalam mengejar keinginan, ‘tertutup’ dengan sistem pemasaran tradisional, mereka lebih banyak terpapar dengan siaran tv kabel, internet atau radio satelit. Mereka kurang dalam hal tingkat loyalitas terhadap suatu brand, dan kecepatan dari internet menjadikan mereka mampu mengikuti perkembangan atau merubah suatu tren (termasuk fashion).

Mereka lebih terlibat dalam pembelanjaan keluarga, baik itu untuk kebutuhan sehari-hari, hingga kebutuhan mewah. Bahkan kabarnya, 1 diantara 9 orang anak generasi ini, memiliki kartu kredit yang co-signed oleh orangtuanya.

Nah, apa saja kebiasaan berbelanja Millennials yang mesti Anda ketahui, agar bisnis Anda mampu mengikuti perkembangan, berjalan dengan lancar dan memberikan hasil sesuai yang diharapkan?

1. Smartphone adalah alat utama untuk terhubung dengan internet

Millennials menggunakan smartphone untuk tetap terkoneksi dengan internet, apalagi sekarang ini bisa dikatakan jika smartphone sudah digunakan pada beragam usia dan status sosial. Sebagian dari pengguna ini tetap menggunakan peralatan lain untuk terhubung dengan internet, seperti laptop dan tablet. Karenanya, retailers disarankan menggunakan mobile first strategy untuk menghadapi hal ini.

2. Mencari informasi belanja via social media

Sekarang ini, sebagian besar memiliki beragam akun di social media. Salah satu kegunaannya, mereka mencari informasi mengenai suatu produk atau brand, penawaran spesial, dan shopping news. Untuk itu, retailers mesti mengkombinasikan antara strategi pemasaran tradisional dengan digital.

3. Sensitif terhadap harga

Bagi Millennials, harga menjadi hal utama dalam keputusan pembelian. Hal lainnya adalah kualitas, ketersediaan, toko, dan brand. Biasanya, peningkatan ekonomi menjadikan shopper tidak terlalu ambil pusing dengan harga, namun hal ini tidak terjadi pada Millennials. Kemungkinan, hal di dikarenakan karena kemampuan berpikir yang lebih, seperti pandai membandingkan harga (produk yang satu dengan yang lainnya), membandingkan kualitas, mana yang lebih hemat, dsb.

4. Membandingkan harga via Google dan Amazon

Dengan smartphone, mereka membandingkan harga suatu produk (atau jasa) melalui Google (sebanyak 43%) atau Amazon (46%). Untuk itu, retailer harus mampu memberikan harga yang kompetitif dibandingkan pada Google, Amazon, retailer besar lainnya.

5. Memilih rebates disbanding diskon langsung

Kebanyakan dari Millennials lebih memilih system rebates atau cashback daripada mendapat diskon langsung. Hal ini berlaku untuk pembelanjaan berupa barang elektronik, kebutuhan sehari-hari, pakaian, dsb. Ketika memberlakukan ketentuan ini, Anda mesti memastikan bahwa pelanggan mendapatkan kemudahaan untuk me-redeem.

6. ‘Buy online and pickup in store’

Sebagian Millennial mempertimbangkan teknik buy online and pick up in store. Mereka mempertimbangkan adanya kemungkinan berhemat untuk biaya pengiriman, walaupun sebenarnya mungkin penghematannya tak seberapa besar. Bagi retailer, hal ini bisa membantu memangkas beberapa biaya seperti packaging khusus, pengantaran ke lokasi pengiriman, dan meningkatkan jumlah pengunjung ke toko.

7. Gift cards adalah pembayaran paling aman untuk belanja online

Seperti yang kita ketahui, banyak terjadi penipuan ketika belanja online. Tidak jarang, orang tidak mengetahui mana penjual yang aman dan yang tidak. Millennials peka terhadap cyber security dan mereka cenderung lebih mempercayai penggunaan gift cards atau pembayaran dengan uang online (paypal, bbm money, dsb) untuk berbelanja online.

8. Bisa diarahkan pada loyalty program

Walaupun cenderung kurang menyukai program loyalitas, karena pilihan dan keinginannya berubah-ubah, namun jika retailer mampu memberikan added value yang lebih, Millennials bisa menjadi pelanggan loyal.

Semoga tips di atas bermanfaat bagi bisnis Anda.

Sumber: Whatis.com, Entrepreneur

Join Us

Artikel - Artikel Terkait