9 Metric Penting untuk Startup Anda

metric penting untuk bisnis online

Customer Acquisition Cost (CAC)

CAC adalah metric paling penting ketika membangun startup. Alasan utamanya adalah bisnis Anda perlu user, namun akuisisi customer membutuhkan biaya yang besar. Jadi pertanyaannya adalah berapa besar biaya yang Anda butuhkan untuk mengakuisisi user? Cara menghitung CAC adalah menambahkan seluruh biaya sales & marketing Anda termasuk biaya overhead lalu dibagi dengan jumlah user dalam periode yang Anda tentukan.

Cost CAC yang tinggi berarti Anda telah menghabiskan biaya yang besar untuk mengakusisi customer baru. Untuk menguranginya Anda perlu mengoptimalkan sign up dan landing page. Optimasi adalah cara yang tepat digunakan untuk pengujian terhadap beberapa variable dalah halaman website.

Retention

Banyak sekali entrepreneur terlalu fokus dalam mengakusisi customer baru hingga melupakan customer lamanya atau customer yang mereka miliki sekarang.

Data menunjukkan bahwa akuisisi customer baru menghabiskan biaya 6 - 7x lebih tinggi dibanding menjaga customer yang ada. Berikut tipe customer yang harus Anda perhatikan, yaitu:

Current customer

Apa yang harus Anda lakukan untuk membuat customer merasa puas? Jika Anda tidak tahu, mintalah feedback dari customer Anda mengapa mereka membeli atau menggunakan produk/jasa Anda.

Inactive customer

Anda juga perlu meminta feedback untuk customer yang tidak membeli lagi produk/jasa Anda. Hal ini membantu Anda untuk menemukan ide & insight baru untuk memperbaiki produk dan layanan customer Anda.

Churn

Churn mengukur berapa banyak customer berhenti menggunakan atau membayar produk Anda. Tergantung dengan siklus produk yang Anda jual, Anda dapat mengukur churn dalam 30 - 90 hari. Hal ini dapat Anda pelajari untuk mengetahui customer yang akan melakukan pembelian berulang di masa mendatang dan customer yang tidak berminat untuk membeli kembali.

Penting untuk diketahui bahwa apapun bisnisnya, Anda akan kehilangan customer. Yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu level dimana bisnis Anda tetap profitable.

Melalui churn Anda dapat mencari tahu mengapa customer berhenti membeli produk Anda. Jika customer Anda tetap berhenti menggunakan produk Anda sebaiknya harus Anda mencari tahu melalui interview & questionaire. Anda dapat melakukannya melalui telepon atau email.

Life Time Value (LTV)

LTV mengukur seberapa besar ekspektasi pendapatan yang dihasilkan untuk setiap customer selama customer tersebut menggunakan produk/jasa Anda.

Hal ini berarti Anda harus mengetahui berapa lama customer menggunakan produk/jasa Anda. Misalnya customer Anda menggunakan produk/jasa Anda selama, 6 atau 12 bulan lalu kalikan pendapatan bulanan yang Anda harapkan dengan durasi tersebut maka Anda mendapatkan LTV. Yang perlu Anda ingat adalah nilai LTV Anda harus lebih besar dari CAC (LTV > CAC).

Metabolisme Produk

Metabolisme produk mengukur kecepatan Anda dan perusahaan Anda bergerak dan membuat keputusan. Seperti metabolisme pada manusia, metabolisme poduk tinggi ketika perusahaan baru mulai seiring berjalan waktu ketika perusahaan semakin tumbuh maka metabolisme akan semakin lambat. Mempertahankan metabolisme produk berarti mempertahankan keseimbangan bisnis Anda. Jika Anda bergerak terlalu cepat dapat meciptakan ketidakstabilan, jika Anda bergerak terlalu lambat dapat melukai customer Anda.

Viral Coefficient

Metric ini mengukur pertumbuhan organic dalam perusahaan Anda terutama untuk bisnis online. Biasanya startup akan mulai dengan mengajak teman mereka untuk mencoba produk mereka. Jika produk tersebut bagus maka akan terus digunakan dan dipromosikan melalui mulut ke mulut. Bisa juga Anda menggunakan social media atau email. Berikut hal yang harus Anda gunakan untuk mengukur koefisien viral:

  • Inisial set customer
  • Jumlah invitation yang Anda kirim ke customer baru
  • Conversion rate dari invitation tersebut.

Jika viral coefficient Anda postif, berarti:

  • Anda memberikan pengalaman positif kepada customer
  • Anda menemukan produk atau pasar yang tepat
  • Anda memiliki biaya akuisisi yang rendah
  • Anda memiliki profit yang tinggi.

Salah satu cara untuk meningkatkan nilai viral coefficient Anda adalah memberikan insentif supaya cunsumer menggunakan poduk Anda.

Revenue

Revenue adalah pendapatan perusahaan yang dibawa. Berarti hasil pembelian produk dari customer atau bisa juga ketertarikan (interest). Revenue didapatkan tidak datang dengan mudah karena Anda harus mengeluarkan biaya lebih banyak dibandingkan dengan revenue yang Anda hasilkan pada saat awal. Untuk mengindari hal ini Anda dapat menawarkan kontrak lebih panjang dan menyediakan metode pembayaran lebih baik. Jika Anda memiliki produk yang bagus, Anda sebaiknya fokus untuk mengubah customer aktif menjadi pembeli.

Aktivasi

Aktivasi adalah pengukuran nilai konversi mulai dari visitor menjadi pengguna aktif. Nilai konversi yang tinggi berarti Anda memberikan pengalaman user yang menyenangkan, jika tidak berarti produk tidak menarik atau terjadi kesulitan dalam memulai. Aktivasi dimulai ketika visitor mendaftar menjadi member atau memasukkan email address.

Referral

Referral rate dihitung dengan persentase customer baru yang berasal dari customer yang ada sekarang. Salah satu cara untuk menentukan referral tersebut viral atau rekomendasi dengan memberikan pertanyaan kepada customer ketika signup: darimana Anda mengetahui tentang kami?

Seperti yang Anda ketahui, semakin tinggi nilai referral maka semakin rendah juga nilai CAC yang harus Anda keluarkan dan semakin besar keuntungan yang Anda peroleh. Sebagai contoh, Uber & Go-jek, memberikan insentif berupa bonus kredit untuk setiap referral yang berhasil.

Join Us

Artikel - Artikel Terkait