Aktivasikan 4 Fitur Google Analytics Ini di Website Anda

Google Analytics

Google telah menyediakan perangkat analitik untuk membantu Anda memantau performa website Anda. Meski begitu, tidak semua pengguna mampu memaksimalkannya karena bingung hendak menggunakan fitur yang mana. Berikut merupakan beberapa fitur penting yang setidaknya wajib Anda gunakan ketika membangun website. Nantinya, Anda akan mengetahui apakah website Anda sepadan dengan usaha yang Anda kerahkan, bagaimana melindunginya dari data yang corrupt, dan tentunya mengevaluasi usaha marketing Anda.

Goals

setup

Goals atau tujuan yang Anda tentukan untuk website merupakan fondasi dari analisis website karena nantinya seluruh hal akan terkait kembali dengan goals dan conversion rate Anda. Jika masih merasa bingung tentang goals apa yang harus ditentukan, coba tanyakan pada diri sendiri apa tujuan Anda mendirikan website. Apakan website Anda merupakan sebuah situs eCommerce yang digunakan untuk menjual produk tertentu? Apakah website Anda merupakan sebuah blog di mana Anda ingin meraup keuntungan dari ads? Apakah tujuan utama dari website Anda?

Begitu goals sudah ditentukan, Anda bisa mulai mengaturnya pada website berdasarkan obyektif bisnis Anda. Nantinya, goals akan membantu Anda dalam melacak conversion rate dan mendapatkan insight tentang sumber traffic utama, mengetahui halaman mana yang paling banyak digunakan pengguna untuk sign up, asal pengunjung website, dan lain sebagainya.

Campaigns

campaigns

Mengukur ROI dari search traffic memang baik, tetapi lebih penting lagi untuk mengukur ROI dari seluruh kampanye marketing Anda. Google Analytics akan melacak URL yang bisa Anda edit, mulai dari e-mail, Facebook, banner ads, dan lain sebagainya. Kabar baiknya lagi, mengatur campaign tidaklah susah. Tidak ada pengaturan yang perlu dilakukan pada profil Anda dan laporan-laporan baru untuk diaktivasi. Anda hanya harus mulai membangun kampanye URL melalui perangkat URL Builder dari Google.

Masukkan URL website Anda dan beberapa info dasar tentang URL agar Anda bisa melacaknya dalam laporan kampanye Anda. Beberapa info yang harus Anda isi adalah:

  • Campaign Source – domain apa yang Anda gunakan untuk menempatkan link.
  • Campaign Medium – media yang Anda gunakan, seperti banner ad, PPC, afiliasi, e-mail, dan lain sebagainya.
  • Campaign Term – diisi jika Anda menggunakan keywords berbayar.
  • Campaign Content – gunakan ini untuk membedakan versi dari ads yang sama.
  • Campaign Name – membedakan kelompok ads dalam laporan. Google mengelompokkan links campaign berdasarkan nama, jadi kolom inilah yang akan Anda lihat pertama kali dalam laporan.

Site search

site search

Menurut Moz.com, pengunjung yang menggunakan kolom search pada website Anda memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melakukan konversi. Hal tersebut dapat terjadi karena mereka lebih engage dengan website Anda, baik melalui konten ataupun produk. Fitur site search memungkinkan Anda untuk mencari tahu keywords apa yang digunakan orang-orang untuk mencari produk Anda.

Anda bisa memanfaatkan hal tersebut sebagai bagian kampanye SEO Anda. Gunakan keywords paling penting yang banyak digunakan pengunjung di website Anda untuk mengoptimalkan halaman-halaman website dan menjaring lebih banyak traffic. Biasanya, pengunjung suka mencari produk yang tidak Anda cantumkan pada penawaran.

Jika Anda memiliki blog, fitur site search dapat menjadi cara bagus untuk melihat apa yang dibaca oleh pengunjung dan memanfaatkannya sebagai insight untuk menciptakan ide-ide artikel lain. Untuk mencantumkan site search pada website, pastikan Anda memiliki kolom search dan aktifkan site search melalui Google Analytics.

Site speed

site speed

Fitur satu ini memungkinkan Anda untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan halaman-halaman website ketika loading. Site speed akan membantu Anda mengecek halaman-halaman mana saja yang membutuhkan perbaikan agar kecepatan loading-nya bisa meningkat. Pasalnya, waktu loading berpengaruh besar dalam pengalaman pengguna. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk loading, pengalaman seorang pengunjung website akan semakin baik. Terlebih, Google juga menyertakan page speed sebagai salah penentu ranking di search engine-nya.

Pada fitur site speed, Anda juga bisa melihat hasil page views, bounce rate, rata-rata waktu loading halaman, dan jumlah pengunjung yang digunakan sebagai sampel untuk setiap halaman website. Sebagai tambahan, jika Anda meng-klik tab “Performance”, Anda bisa mengetahui rata-rata waktu loading halaman website di berbagai negara atau wilayah berbeda.


Itulah beberapa fitur yang bisa Anda aktivasikan di Google Analytics untuk meningkatkan performa website Anda. Lakukan analisis secara rutin agar Anda bisa segera melakukan perbaikan terhadap komponen-komponen yang memerlukannya. Selamat mencoba!

Sources: Kissmetrics Blog, Moz Blog

Join Us

Artikel - Artikel Terkait