Bagaimana Menghadapi Kesalahan Pekerjaan yang Masih Menghantui Anda

kesalahan karir

Manusia memang tidak luput dari kesalahan. Dalam dunia kerja, sebagai pegawai tentu Anda pernah melakukan kesalahan baik itu kesalahan umum atau fatal yang membuat Anda terus dihantui oleh rasa bersalah hingga kini. Perasaan bersalah inilah yang kadang membuat seseorang ragu untuk melangkah maju ke depan, sehingga membuat Anda terpuruk pada kesalahan tersebut. Anda tentu tidak ingin terus-menerus berada di posisi tersebut, benar? Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melalui kesalahan Anda di pekerjaan sebelumnya dan terus maju lebih kuat lagi.

Ubah persepsi Anda dalam melihat kesalahan

Setelah melakukan kesalahan, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah lihat dari sisi mana Anda melihat kesalahan tersebut. Jika Anda melihatnya hanya dari sisi negatif, maka Anda pun akan terus-terusan dihantui oleh rasa bersalah Anda. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan melakukan introspeksi diri dari apa yang sudah terjadi, renungkan apa yang sudah Anda lakukan, setelah itu Anda tentu akan menemukan cara lain untuk menemukan jalan baru dan maju ke depan.

Cara terbaik untuk menghadapi permasalahan atau kesalahan adalah bagaimana Anda meresponnya dan cara kita menyikapi atau mempelajari hal baru yang bisa membantu diri sendiri untuk melangkah maju. Jika pada saat itu Anda tidak berada di dalam kesuksesan, setidaknya Anda sudah berada di dalam kondisi untuk tumbuh dan berkembang.

Jalan menuju kesuksesan tidak hanya satu

Banyak orang yang terjebak dan berkecil hati ketika rencana menuju kesuksesannya gagal karena mereka berpikir itu adalah perencanaan yang terbaik. Padahal, jalan menuju kesuksesan bagaikan roller coaster yang naik turun. Belajarlah untuk menavigasi pandangan Anda terhadap kegagalan, jangan terpaku pada satu jalan, dan jangan membiarkan rasa takut untuk menguasai proses pengambilan keputusan baru Anda.

Pelajari bagaimana menerima kritik konstruktif

Kritik memang terkadang terdengar begitu menyakitkan, tapi nyatanya kritik ini bisa dijadikan sebagai salah satu langkah Anda untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saat Anda melakukan kesalahan, Anda tentu mendapat kritik dari kolega atau atasan Anda, benar? jangan lihat kritik tersebut sebagai salah satu hal yang buruk, tapi jadikanlah kritik tersebut sebagai suara yang paling berharga untuk Anda dan pastikan Anda mengetahui dengan benar bagaimana cara mendengarkan kritik tersebut tanpa membiarkan rasa takut Anda terhadap kegagalan atau sekedar rasa malu Anda. Terimalah kritik tersebut sebagai pelajaran dan jangan melihatnya sebagai kesalahan.

Jadilah individu yang mampu menyelesaikan masalah

Dalam menghadapi sebuah kesalahan, tetaplah tenang dan cari solusi untuk menghadapi hal tersebut. Terkadang saat menghadapi sebuah krisis, orang akan merasa cemas dengan mempertahankan rasa cemas ini hanya akan membiarkan pikiran Anda kacau, sehingga sebaiknya Anda selalu bersikap tenang. Setelah merasa lebih tenang, cobalah untuk fokus dan temukan cara untuk maju, Carilah solusi untuk mengatasi dan memperbaiki situasi Anda. Awali langkah ini dengan mempertimbangkan seperti apa hasil akhir yang Anda inginkan.

Berharap yang terbaik, tapi persiapkan yang terburuk

Setelah Anda menemukan solusi dari permasalahan Anda, kini saatnya Anda untuk mempersiapkan rencana apa yang selanjutnya akan Anda lakukan. Setiap awal yang baru merupakan harapan yang baru pula untuk diri Anda. Tapi setelah Anda mempersiapkan langkah selanjutnya, usahakan untuk menyusun rencana cadangan dan melakukan yang terbaik untuk mengidentifikasi jebakan atau masalah yang ada di depan. Meskipun kita tidak selalu bisa memprediksi apa yang akan terjadi, dengan melakukan perencanaan dan mempersiapkan kemungkinan yang paling terburuk bisa membuat Anda lebih siap untuk menghadapinya.


Nah, itulah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi kesalahan karir di masa lalu. Usahakan untuk selalu tetap tenang dalam setiap situasi dan siapkan diri untuk menghadapi segala permasalahan yang mungkin terjadi.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Forbes, The Inspirer