Cara Melihat Kecocokan Calon Karyawan dengan Budaya Perusahaan

budaya perusahaan

Kesuksesan suatu bisnis sangat dipengaruhi oleh para karyawan yang bekerja di dalamnya. Setiap karyawan harus sepaham dengan visi dan misi perusahaan. Untuk itu, sejak awal dibutuhkan kecocokan antara karyawan dengan budaya perusahaan tersebut. Dengan adanya kecocokan, proses mencapai tujuan pun bisa semakin mudah dan efektif dilaksanakan. Namun, bagaimana caranya mengetahui kecocokan antara karyawan dengan budaya perusahaan ketika proses hiring berlangsung?

Jelaskan tentang budaya perusahaan

Pada bisnis kecil atau perusahaan yang baru berjalan, budaya mungkin bukan menjadi hal utama yang dipikirkan. Meskipun wajar terjadi, tetapi Anda tidak bisa membiarkannya begitu saja. Coba mulailah dari visi atau misi perusahaan. Mungkin memang hal tersebut tidak akan menegaskan budaya perusahaan Anda, tetapi setidaknya visi dan misi lah yang akan memberikan nilai-nilai pada karyawan untuk giat bekerja setiap hari. Setelah itu, Anda bisa membandingkan perusahaan Anda dengan perusahaan-perusahaan lain yang masih berada dalam industri sama untuk mendapatkan inspirasi.

Beri kesempatan pada kandidat untuk memimpin obrolan

Mayoritas dari Anda pasti pernah menjalani proses interview kerja di mana interviewer memberi sederet pertanyaan yang terkesan “monoton”. Hal ini mungkin baik untuk membuat kandidat menjawab seluruh pertanyaan dalam waktu terbatas, tetapi tidak cukup baik untuk mengenal kandidat secara lebih jauh. Sebaiknya, biarkan para kandidat bercerita tentang dirinya tanpa Anda harus memberikan pertanyaan. Perhatikan bagaimana ia berkomunikasi tanpa adanya panduan. Melalui tantangan ini, Anda bisa melihat karakter kandidat sesungguhnya dan menilai apakah ia cocok dengan budaya perusahaan.

Antusiasme terhadap tantangan kerja

Setiap pebisnis pasti ingin memiliki karyawan yang terbuka terhadap segala bentuk tantangan dan antusias untuk menaklukkannya. Anda bisa menilai hal ini dari proyek atau pekerjaan yang sebelumnya ditekuni oleh kandidat. Cara lainnya adalah dengan bertanya tentang proyek yang mereka ikuti, tetapi kurang berhasil dalam pelaksanaannya. Tanya pula proyek yang benar-benar mereka sukai dan bagaimana mereka berperan didalamnya. Hal ini akan memberi Anda insight terhadap passion kandidat dalam belajar dan menaklukkan tantangan.

Minta kandidat untuk menunjukkan kemampuan

Sebagai salah satu syarat yang harus diberikan pada perusahaan, Curriculum Vitae (CV) memuat segala pencapaian terbaik yang pernah diraih seorang kandidat karyawan. Melalui CV jugalah Anda akan membuat penilaian terhadap kemampuan kandidat. Namun, apa benar kemampuan yang tercantum dalam CV sesuai dengan kenyataannya? Untuk itu, Anda bisa membuat tugas kecil bagi kandidat sesuai posisi yang dilamarnya. Misalnya, seorang kandidat melamar sebagai Junior Writer. Maka, berilah ia tugas untuk menulis artikel singkat tentang suatu topik. Lihat bagaimana proses yang ia lakukan untuk mengerjakan tugas tersebut dan cocokkan dengan budaya perusahaan.

Sertakan pertanyaan tentang budaya perusahaan

Sejak pertama kali berbincang dengan kandidat karyawan pada masa perekrutan, Anda harus selalu menyocokkannya dengan budaya perusahaan. Setelah menyeleksi berbagai CV yang masuk, lakukan pre-screening interview melalui telepon untuk menilai impresi pertama yang Anda dapatkan dari kandidat dan apakah kira-kira karakter mereka cocok dengan budaya perusahaan. Setelahnya, Anda bisa mengundang para kandidat yang lolos pre-screening interview untuk melakukan interview langsung di perusahaan Anda. Minta interviewer untuk menyeleksi kandidat berdasarkan kecocokan karkter dengan budaya perusahaan.


Kecocokan seseorang dengan budaya perusahaan berperan penting dalam proses perekrutan karyawan. Meski begitu, bukan berarti Anda harus merekrut orang-orang yang sama persis dengan para karyawan di perusahaan Anda sekarang. Perbedaan background akan menghasilkan ide dan inovasi yang beragam serta menarik. Oleh sebab itu, kenali dulu budaya perusahaan Anda. Fokuslah mengembangkannya, lalu terapkan pada proses perekrutan karyawan.

Sumber: LinkedIn Talent Blog, Entrepreneur, Inc.

Join Us

Artikel - Artikel Terkait