Cara Memaksimalkan Integrasi Bisnis Online dan Offline

bisnis online

Beberapa tahun belakangan ini bisnis online tengah marak di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik bahkan menunjukkan bahwa jumlah eCommerce di Indonesia sudah mencapai 26,2 juta. Hal ini juga didorong dengan maraknya penggunaan smartphone dan media sosial yang membuat berjualan dan memasarkan produk lebih mudah bagi para online retailer.

Hal ini bukan berarti toko offline (atau yang disebut juga dengan brick and mortar shop) lantas mati begitu saja karena memang pengalaman berbelanja offline tidak dapat tergantikan sampai kapan pun. Bahkan Anda sebetulnya bisa membuat bisnis online Anda lebih terintegrasi dengan toko offline dan hal ini dapat mengoptimalkan bisnis Anda. Berikut adalah langkah-langkah yang Anda ambil untuk mengintegrasikan keduanya.

Buatlah janji bertemu di toko secara online

Zaman sekarang, kesuksesan bisnis sangat ditentukan oleh pengalaman yang dirasakan oleh pelanggan. Dengan memberikan layanan yang personal, pelanggan pun akan merasa spesial, dan hal ini dapat meningkatkan loyalitas mereka kepada bisnis Anda. ModCloth, salah satu bisnis retailer online, telah berhasil menerapkan konsep ini.

ModCloth memiliki toko yang dinamakan Fit Shops. Toko ini ditujukan untuk memberi layanan konsultasi dengan stylist. Di sini para pelanggan bisa mencoba terlebih dahulu pakaian yang ingin mereka beli secara online. Nah, untuk menggunakan layanan tersebut, pelanggan diharuskan membuat janji bertemu atau appointment melalui website Fit Shops. Jika pada akhirnya pelanggan tertarik membeli pakaian yang mereka coba di Fit Shops, ModCloth akan mengirimkannya ke rumah mereka.

Gunakan toko offline sebagai showroom

Salah satu hal yang menjadi kekurangan dari bisnis online adalah pelanggan tidak bisa berinteraksi langsung dengan produk yang ingin dibeli. Mereka hanya bisa mengandalkan gambar dan deskripsi yang dipajang. Oleh sebab itu, jika memungkinkan, bisnis online yang menjual produk berupa barang dianjurkan untuk membuka semacam showroom di mana pelanggan dapat melihat dan memeriksa barang yang ingin mereka beli secara langsung.

Nah, jika pelanggan tertarik untuk membeli produk tertentu, produk tersebut bisa dikirimkan langsung dari gudang ke rumah mereka. Dengan begini, Anda tidak perlu mendirikan bangunan yang terlalu besar untuk menyimpan stok barang. Pemantauan pengiriman juga tentunya akan jadi lebih mudah karena Anda bisa langsung mengirimkannya ke rumah pelanggan tanpa perlu “mampir” ke mana-mana dulu.

Gunakan pemasaran in-store untuk tingkatkan penjualan online

Selama ini, sudah banyak brand yang melakukan pemasaran online untuk meningkatkan awareness terhadap toko offline mereka. Namun, tahukah bahwa Anda juga bisa melakukan sebaliknya?

Katakanlah Anda memiliki butik pakaian wanita yang menjual aneka item fashion mulai dari pakaian, sepatu, hingga kaus kaki. Nah, biasanya pelanggan wanita membutuhkan waktu untuk menentukan produk yang akan dibeli. Jadi, di rak kaus kaki Anda bisa memasang papan yang bertuliskan, “Belum menemukan yang kamu cari? Yuk, segera kunjungi website kami di www.website.com!”

Siapkan notifikasi untuk ajak konsumen ke toko terdekat

Dilansir dari situs berita okezone.com, laporan dari e-Marketer memprediksi bahwa jumlah pengguna smartphone di Indonesia akan meningkat dari 55 juta orang pada 2015 menjadi 100 juta orang pada tahun 2018 ini. Anda bisa memanfaatkan kondisi ini dengan membuat sebuah aplikasi online.

Melalui aplikasi ini, Anda bisa mengirimkan notifikasi atau alert kepada pelanggan untuk mengajak mereka mengunjungi toko Anda jika mereka sedang berada di dekat toko Anda. Hal ini tak hanya akan meningkatkan kunjungan ke toko Anda, tapi juga bisa membantu brand Anda agar menjadi sesuatu yang top-of-mind di benak pelanggan.


Meski saat ini industri bisnis sepertinya tengah didominasi bisnis online, bukan berarti toko brick and mortar mati begitu saja. Melalui cara-cara di atas, Anda bisa memadukan keduanya untuk memaksimalkan bisnis.

Sumber: MarketSource, Supply Chain Dive