Cara Menciptakan Premium Brand Positioning untuk Produk Anda

premium brand positioning

Apple, Rolex, Starbucks, dan Prada hanyalah segelintir contoh brand premium yang bisa Anda temukan di pasaran. Terlepas dari harga yang dipasang, sangat menakjubkan bagaimana mereka bisa memposisikan diri sebagai brand yang premium. Melihat eksistensinya yang masih kuat hingga sekarang, dapat disimpulkan bahwa mereka tidak pernah kekurangan pelanggan. Bagaimana mereka berhasil melakukan positioning sebagai brand premium di kalangan dunia bisnis?

Brand premium, harga premium

Sudah menjadi rahasia umum bahwa brand premium memiliki harga yang relatif lebih tinggi. Aspek harga mampu mengirim pesan bersifat psikologis yang identik dengan nilai brand tersebut. Semakin mahal harga suatu barang, semakin tinggi nilai yang terkandung dalam barang tersebut, Brand Rolex memiliki nilai yang lebih “berharga” dari Timex. Tentu setelah menentukan harga tinggi demi positioning yang premium, Anda harus menyesuaikan produk dengan kualitas yang premium pula.

Salah satu brand yang berhasil menerapkan hal tersebut adalah Starbucks. Coba perhatikan, apa lagi yang membuat Starbucks menjadi brand premium jika bukan harganya? Dulu, secangkir kopi hanya berharga satu dolar. Lalu Starbucks datang dan berani menagih harga empat kali lebih mahal untuk secangkir kopi mereka. Starbucks menciptakan kategori baru untuk kopi premium, yang masih berhasil mendominasi hingga hari ini. Fitur-fitur seperti logo putri duyung berwarna hijau atau istilah “venti” dan “grande” hanya menjadi atribut tambahan selain harga untuk menetapkan positioning sebagai brand premium.

Jangan mengorbankan harga

Pada dasarnya, pelanggan lebih sering mencari cara untuk menabung daripada menghabiskannya. Oleh sebab itu, perusahaan dengan positioning brand yang premium mungkin akan harus berusaha lebih ekstra untuk meyakinkan pelanggan. Meski begitu, jangan pernah menghorbankan harga bahkan ketika situasi sedang kurang menjanjikan. Jelaskan mengapa produk Anda benar-benar sepadan dengan harga yang akan dikeluarkan pelanggan, namun beri sedikit fleksibilitas kepada para pelanggan lama. Anda bisa membuat daftar berisi pelanggan yang akan mendapatkan fleksibilitas tersebut, lalu pastikan tim penjualan Anda mengetahuinya agar tidak terjadi proses jual-beli yang alot. Beri kebebasan pada tim dalam menghadapi pelanggan, namun pastikan mereka tahu pelanggan mana saja yang pantas diberi perlakuan spesial.

Menyediakan sedikit pilihan

Mayoritas perusahaan sering kali memberikan begitu banyak pilihan pada pelanggan mereka. Beberapa brand premium pun turut melakukan hal serupa. Padahal, hal yang benar justru sebaliknya. Jika ingin memiliki positioning sebagai brand premium, Anda sebaiknya menawarkan lebih sedikit pilihan, terutama ketika suatu produk diluncurkan untuk pertama kalinya.

Terlalu banyak pilihan akan membuat proses keputusan pembelian menjadi lebih menantang, terlebih Anda merupakan brand premium dengan harga cukup tinggi. Apple, misalnya, terlalu banyak mengeluarkan varian produk Apple Watch. Harganya pun beragam, mulai dari US$399 hingga US$17,000. Mayoritas pelanggan pun memilih untuk membeli produk Apple Watch yang berharga US$399 hingga US$599. Sayangnya, bukannya merasa baru saja membeli produk premium, secara psikologi mereka justru merasa mendapatkan sebuah jam tangan Apple yang “murah”. Banyak yang berpendapat bahwa seharusnya Apple memasang satu harga saja pada beberapa pilihan jam tangan, seperti yang dulu mereka lakukan ketika pertama kali mengenalkan iPhone.

Bangun persepsi keunggulan produk

Keunggulan suatu produk didapatkan dari inovasi yang dilakukan. Bahkan hingga kini, inovasi masih menjadi cara paling efektif dalam menciptakan keuntungan untuk bersaing dengan kompetitor. Tide Pods dan Singapore Airlines adalah contoh bagus dari brand yang berhasil menggunakan inovasi produk untuk meningkatkan positioning premium dan menyesuaikan harga mereka. Tide Pod’s merupakan produk tablet liquid three in one yang diproduksi oleh P&G. Produk tersebut berhasil meningkatkan market share dengan harga premium. Sementara itu, Singapore Airlines mengeluarkan dana sebesar US$ 16 juta untuk memperbaiki kualitas lounge bandara demi meningkatkan pengalaman pelanggan. Mereka bahkan bekerja sama dengan BMW untuk melakukan perbaikan desain pada kabin mereka.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk memposisikan diri sebagai brand premium. Tentu prosesnya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, jadi Anda harus bersabar. Fokus dan galilah terus kelebihan atau kekuatan brand Anda untuk menonjolkan inovasi yang tidak dimiliki para kompetitor. Ingatlah untuk selalu menyesuaikan kualitas produk dengan harga premium yang Anda tawarkan.

Sumber: Entrepreneur, Entrepreneur, Millward Brown

Join Us

Artikel - Artikel Terkait