Cara Mengelola Karyawan Yang Mengalami Penurunan Kinerja

penurunan kinerja

Menjalankan bisnis tidak selamanya berjalan mulus, ada saja rintangan yang harus dilalui termasuk ketika kinerja karyawan di perusahaan mengalami penurunan. Apabila dibiarkan terus menerus, maka target perusahaan justru terancam untuk tidak tercapai. Sebagai seorang atasan, tentu Anda membutuhkan strategi khusus untuk menghadapi kemerosotan kinerja karyawan tersebut. Hal-hal berikut bisa Anda coba praktikkan agar karyawan lebih termotivasi dalam bekerja.

Ciptakan suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kemerosotan kinerja karyawan di perusahaan Anda. Coba cermati kembali bagaimana alur kerja yang harus dilalui mereka sejauh ini, apakah benar-benar menciptakan kenyamanan atau justru membuat para karyawan menjadi tertekan dengan target-target yang ditetapkan perusahaan? Dengan memperhatikan hal ini, Anda dapat memahami apa yang menjadi hambatan kerja bagi karyawan itu sendiri.

Ajak karyawan untuk terlibat

Beberapa karyawan mengalami penurunan kualitas kerja karena merasa keberadaannya tidak terlalu berarti bagi perkembangan perusahaan. Untuk itu, Anda perlu mengajak seluruh karyawan untuk selalu terlibat dalam berbagai kegiatan produksi, promosi, atau bahkan pembuatan alur kerja. Cara ini terbukti efektif untuk membangun rasa saling memiliki antara perusahaan dan karyawan sehingga tidak timbul keengganan atau perasaan setengah hati.

Transparasi penilaian kerja

Sistem penilaian kerja yang tidak transparan akan membuat karyawan kurang termotivasi dalam bekerja. Dalam beberapa kasus, karyawan yang kinerjanya kurang baik justru mendapat kenaikan gaji, sedangkan karyawan lain yang bekerja lebih baik justru tidak diberi imbalan apapun. Pastikan transparasi penilaian kerja sudah Anda sampaikan di awal rekrutmen sehingga dapat meminimalisir adanya prasangka buruk dari karyawan terhadap teman sejawatnya.

Lakukan evaluasi

Lakukan evaluasi terhadap apa yang telah diselesaikan karyawan Anda. Jangan ragu untuk menanyakan bagian mana yang bisa diperbaiki, apa yang ingin diraih, dan keahlian baru yang ingin dipelajari. Dengan cara ini, Anda dapat memotivasi karyawan tersebut untuk bekerja lebih baik. Setelah itu, pastikan Anda selalu melakukan follow up terhadap tujuan atau performa yang dibuat sebelumnya.

Berikan penawaran menarik

Kurangnya minat pribadi karyawan terhadap keberhasilan bisnis dapat menyebabkan kinerja yang menurun. Berikan penawaran menarik untuk mereka agar loyalitas terhadap perusahaan Anda pun tetap terjaga. Menawarkan insentif seperti pembagian keuntungan atau saham perusahaan secara efektif, kenaikan gaji, ataupun bonus akhir tahun dapat mendorong produktivitas yang lebih tinggi sebagai bagian yang nyata dari kemakmuran karyawan di suatu perusahaan.

Terapkan jenjang karir yang jelas

Rencana jenjang karir berfokus pada kebutuhan karyawan untuk pertumbuhan dan pengembangan serta bantuan yang dapat diberikan oleh perusahaan. Dengan demikian, karyawan memiliki kesempatan untuk mengembangkan karirnya. Selain itu, karyawan juga tertarik untuk mengembangkan diri, baik secara pribadi maupun profesional. Sekali pun perbedaan gajinya kadang tak terlalu signifikan, jenjang karir tetap jadi prioritas para karyawan.

Buat outing karyawan

Bagaimana jika memberikan karyawan sebuah perjalanan liburan agar mereka bisa melepas kejenuhan? Cara ini juga dapat membantu perusahaan dalam membangun iklim dan suasana kerja yang menyenangkan sehingga nantinya kinerja karyawan diharapkan stabil. Beberapa cara yang dapat Anda coba, misalnya dengan mengadakan outbound atau sekadar makan siang bersama.


Sering kali penurunan kinerja karyawan hanya ditandai sebagai bukti ketidakmampuan karyawan tersebut dalam menyelesaikan pekerjaan yang ada. Padahal, jika diamati lebih mendalam, maka kemerosotan kinerja karyawan justru menunjukkan bahwa ada masalah di dalam perusahaan Anda. Apabila dibiarkan begitu saja, maka hal ini justru akan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi diri Anda sendiri.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Mindtools, LinkedIn