Cara Menghadapi Atasan yang Tidak Bersahabat

cara menghadapi atasan

Siapa yang bisa tahan memiliki atasan dengan sifat yang kurang menyenangkan, sebutlah galak, suka berucap kasar, egois, tidak punya rasa peduli atau tidak mau disalahkan? Jangankan harus menghadapi Beliau, menghadapi pekerjaan dan tanggung jawab kita sehari-hari saja, rasanya sudah begitu melelahkan, ditambah pula mesti menerima perlakuan kurang mengenakkan dari atasan. Hal ini seringkali membuat kita berpikir untuk segera berhenti dan mencari pekerjaan di kantor lain.

Sayangnya, karena turut terbawa emosi, kita tidak berpikir jernih dan jauh, banyak keputusan Anda yang akan berakhir sebagai penyesalan. Misalnya, jika Anda berhenti, apakah sudah ada pekerjaan pengganti? Apakah di kantor lain Anda akan mendapatkan jumlah gaji dan fasilitas seperti yang Anda dapat sekarang? Akankah Anda akan mendapatkan rekan-rekan yang baik? Bonus yang bakal hangus? Coba pikirkan kembali, jika hanya karena seorang atasan, Anda harus keluar dan kehilangan banyak hal baik, sayang sekali, bukan?

Sebelum berhenti, coba terapkan beberapa tips untuk mengahadapi atasan yang tidak bersahabat dengan Anda:

Kenali atasan Anda

Ketahui beberapa hal mengenai atasan Anda. Misalnya, hal-hal apa yang disukai, kebiasaan (di kantor) seperti apa yang ia suka dan tidak, pola kerja seperti apa yang ia sukai. Intinya, Anda mesti mencari tahu apa yang sekiranya membuat ia marah. Tak mungkin, kan, atasan Anda marah tanpa alasan?

Bekerja sebaik yang Anda bisa

Perlu Anda ingat, bekerja di kantor, artinya Anda bekerja di dalam tim dan atasan Anda adalah rekan satu tim Anda. Suka atau tidak, Anda harus bekerja sama dengannya dan saling menopang. Memang, rasanya ‘aneh’ mendukung seseorang yang hubungannya tidak baik dengan Anda dan membuat namanya melambung, tapi, perlu Anda ingat juga, bahwa tidak ada gunanya menjelek-jelekkan dia, karena Anda hanya akan ‘memeriahkan peperangan’. Dalam dunia kerja, ada banyak hal bisa terjadi dan tidak bisa Anda prediksi. Jika gegabah atau salah langkah, bisa-bisa, Andalah yang merugi.

Lebih baik, ingatlah untuk bekerja dan berlaku sebaik mungkin, jangan memberikan celah padanya untuk marah atau protes. Dengan demikian, perlahan lingkungan kerja Anda akan melihat potensi Anda dan jika Anda membantunya, mungkin atasan Anda akan mulai menghormati Anda.

Kurangi mengeluh

Jangan jadikan sifat atasan yang tidak menyenangkan sebagai alasan Anda menjadi enggan bekerja dengan maksimal. Hal ini tidak membuatnya merugi sedikit pun. Terlalu banyak mengeluhkan atau membahas hal ini dengan rekan-rekan kerja yang lain juga bukanlah hal bagus. Hal ini lama-kelamaan justru akan memberikan kesan negatif bagi diri Anda. Ingat, berita buruk di lingkungan kerja bisa menyebar dengan cepat.

Ajak bicara

Memang bukan suatu hal yang mudah, namun jika ada kesempatan, manfaatkan dengan baik. Biasanya, kebiasaan untuk diam ini dilakukan oleh seorang karyawan yang masih muda atau belum banyak memiliki pengalaman, sehingga merasa khawatir dan takut ketika ingin bicara. Keluhan biasanya baru tersampaikan ketika HRD menanyakan apa alasan Anda ingin keluar dari kantor.

Jika Anda sudah melakukan pekerjaan dengan benar, jika ada masalah, ada pertanyaan atau pendapat, maka sebaiknya Anda utarakan. Diterima atau pun tidak, setidaknya Anda sudah berani dan kalau Anda terus diam, bagaimana atasan Anda tahu jika ada masalah?

Tetap tegar

Ini adalah hal penting. Walaupun Anda menerima hal-hal yang kurang menyenangkan, cobalah untuk tenang dan tetap kuat. Jangan biarkan kemarahannya berhasil membuat Anda terintimidasi, terutama jika Anda yakin Anda mampu menjadi pribadi yang lebih baik darinya. Ingatlah, sebetulnya atasan Anda belum tentu mampu bekerja sebaik Anda, dan Anda pun belum tentu bisa bekerja sehebat dia.

Selain mengenali seperti apa atasan Anda dan hal-hal di atas, ada baiknya, ketika Anda mulai bekerja di kantor yang baru, pelajari budaya kerja di tempat tersebut, seperti apa persaingan kerjanya, cara berbaur dengan rekan lainnya, dsb. Hal-hal ini akan sangat membantu kehidupan Anda di kantor.

Semoga dapat membantu!

Join Us

Artikel - Artikel Terkait