Cara Mengidentifikasi dan Memikat Brand Advocate untuk Bisnis Anda

pengertian brand advocate

Bagi para pemilik startup dan pemilik usaha menengah ke bawah, keputusan untuk menggunakan uang atau modal perusahaan, sangat diperhitungkan berdasarkan proyeksi keuntungan yang akan didapat. Semua pebisnis pastilah menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan mengeluarkan modal yang serendah mungkin. ’Menciptakan’ brand advocate yang akan membagi pengalamannya dengan Anda, adalah strategi pemasaran yang high-return dengan modal yang kecil.

Sederhananya, brand advocate adalah mereka yang menggunakan dan sangat menyukai produk atau layanan Anda, dan mereka dengan senang hati akan menceritakan hal ini pada orang lain, bisa dengan langsung menceritakannya, menyebarkannya pada social media, blog atau media lainnya. Seorang brand advocate bisa menjadi influencer dan pengaruh yang baik bagi banyak orang. Anda ingin memiliki brand advocate bagi brand dan bisnis Anda? Berikut tips-tips yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda:

Jalin hubungan dengan pelanggan

Sekarang ini, pengguna social media dan blog semakin banyak. Banyak sekali seseorang yang akan dengan senang hati berbagi soal pengalamannya. Pengalaman yang dimaksud bisa berarti banyak hal, salah satunya adalah pengalaman menggunakan suatu brand atau produk. Nah, jalinlah hubungan dengan orang-orang seperti ini. Sesederhana memberikan komentar pada apa yang mereka post.

Ada banyak cara lain untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan, misalnya:

  • Berikan hadiah pada mereka sebagai ucapan terimakasih. Hadiah ini bisa berupa produk Anda atau barang lain. Jangan lupa untuk memberikan kartu dengan tulisan tangan Anda.
  • Jika hanya memungkinkan mengirim ucapan terimakasih melalui email, lakukan saja.
  • Berikan potongan harga ketika mereka berbelanja produk Anda.
  • Anda punya blog? Angkat kisah mereka pada blog Anda. Misalnya, mengenai profesi mereka, keahlian mereka, dsb. Menyertakan pengalaman mereka menggunakan produk Anda, juga bisa menjadi pilihan.
  • Adakan gathering secara berkala. Mungkin hal ini adalah pendekatan yang paling nyata. Dengan bertatap muka dan berjabat tangan, bukankah mereka akan merasa sangat dihargai? Anda juga akan mendapatkan hal lainnya, seperti mendengar pengalaman mereka, mendengar apa yang sebetulnya diinginkan pelanggan, apa yang membuat mereka kecewa, kritik dan saran. Sudah banyak perusahaan yang bahkan menciptakan inovasi baru setelah mendengar saran dari pelanggan-pelanggannya.

Melakukan barter

Misalnya, mintalah penulis atau blogger menuliskan review mengenai produk atau brand Anda. Caranya? Berikan satu atau dua produk Anda pada mereka. Sebelumnya, riset terlebih dulu mengenai blog tersebut, pastikan blog tersebut memiliki banyak followers atau banyak pembacanya. Blog tersebut tidak harus yang terkenal. Teknik barter ini bermanfaat untuk kedua pihak, Anda mendapatkan publikasi dan mereka mendapat produk yang mereka sukai secara gratis. Teknik barter juga cara yang jauh lebih murah dari pada iklan besar-besaran.

Jika tetap ingin beriklan, mengkombinasikannya dengan teknik barter ini, hasilnya akan lebih maksimal. Pasang iklan pada halaman yang sama dengan product review milik Anda.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Forbes.com

Artikel - Artikel Terkait