Faktor-Faktor yang Mendorong Pelanggan Melakukan Riset Sebelum Pembelian

riset pelanggan

Di era serba online seperti sekarang, mencari informasi sangatlah mudah dilakukan. Anda hanya perlu mengetikkan keywords pada search engine dan Anda akan mendapatkan berbagai rujukan website yang memuat informasi yang relevan dengan keywords yang Anda tulis. Nah, hal seperti ini juga dilakukan oleh pelanggan Anda sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan produk atau layanan tertentu.

Terlebih, kini banyak pula social media influencer yang suka memberikan review atas produk dan layanan tertentu hingga memengaruhi proses pengambilan keputusan pelanggan. Tentunya, mereka tak hanya menerima begitu saja review yang diberikan. Mereka akan tetap melakukan riset yang lebih mendalam agar bisa mendapatkan banyak sudut pandang. Lalu, sebagai pebisnis atau orang yang bekerja membangun brand, bagaimana Anda harus menyikapi hal tersebut?

Pelanggan melakukan riset agar merasa lebih yakin

Losa Gevelber, VP Marketing Google di Amerika, bersama timnya melakukan penelusuran terkait dengan budaya pelanggan zaman sekarang yang sangat bergantung pada riset sebelum memutuskan pembelian. Salah satu responden mereka mengatakan bahwa ia tidak suka merasa “hilang” atau tidak tahu apa yang harus dilakukan karena membuatnya merasa gelisah (anxious).

Terlebih, dengan melakukan riset terlebih dulu, pelanggan jadi tahu tujuan yang harus mereka datangi dan apa yang harus mereka beli atau pesan. Dengan begitu, mereka bisa melakukan persiapan yang sesuai. Misalnya, seorang pelanggan hendak makan bersama teman-temannya. Setelah melakukan riset di internet, mereka sepakat untuk datang ke sebuah restoran yang cukup mewah di mana mereka diharuskan untuk berpakaian semi-formal. Nah, karena sudah mengetahui informasi seperti ini, mereka pun tahu harus mengenakan pakaian seperti apa dan menyiapkan budget berapa.

Masih berkaitan pula dengan FOMO

Coba posisikan diri Anda sebagai pelanggan. Anda tentu tidak mau mendapatkan produk atau layanan yang tidak sesuai ekspektasi padahal Anda sudah mengeluarkan biaya, bukan? Di sinilah riset dapat membantu pelanggan untuk menghindari hal-hal seperti ini. Jadi, risiko merasa kecewa atas produk atau layanan yang digunakan pun dapat diminimalisir.

Tak hanya itu, alasan lain mengapa pelanggan zaman sekarang sangat suka melakukan riset adalah karena mereka takut melewatkan hal-hal yang dinilai menarik. Hal ini disebut juga dengan Fear of Missing Out (FOMO). Dengan melakukan riset, mereka jadi tahu kafe apa yang sedang populer di daerah tempat tinggal mereka, skin care yang sedang populer, model pakaian yang sedang in, dan berbagai hal lainnya sehingga mereka tidak terlambat untuk mencoba.

Riset membantu mereka mendapatkan pengalaman terbaik

Pada akhirnya, segala informasi yang didapatkan pelanggan saat riset akan membantu mereka dalam mendapatkan pengalaman terbaik dalam menggunakan suatu produk atau layanan. Mereka tidak mau uang yang dikeluarkan jadi sia-sia hanya karena mereka gegabah dalam mengambil keputusan. Dengan melakukan riset, terutama secara online, dapat membantu mereka mencegah kekecewaan yang timbul akibat salah mengambil keputusan.

Lagi pula, jika seorang pelanggan merasa puas dengan pengalamannya menggunakan suatu produk atau layanan, kemungkinan besar mereka pasti akan kembali menggunakan produk atau layanan tersebut. Bahkan mereka tak akan segan untuk merekomendasikannya kepada orang-orang terdekat mereka.

Lalu, apa yang harus dilakukan brand dan pebisnis?

Tentunya Anda harus memastikan agar informasi yang Anda berikan memang relevan dan mudah diakses. Misalnya, jika bisnis Anda bergerak di bidang travel, Anda bisa memberikan informasi yang memudahkan pelanggan untuk menentukan hotel, contohnya menyediakan pilihan hotel yang dekat dengan beberapa lokasi tertentu. Jangan lupa juga untuk mencantumkan testimonial dan rekomendasi pelanggan yang sudah pernah melakukan booking melalui website Anda.

Atau bagi yang memiliki bisnis kuliner, Anda bisa mencantumkan informasi tentang menu-menu best seller atau favorit para pengunjung. Jika memungkinkan, sediakan pula review dari para pelanggan yang puas dengan menu-menu tersebut sehingga calon pelanggan merasa yakin untuk mengunjungi restoran Anda.

Sumber: Think with Google