Fenomena Bisnis Online di Indonesia

Fenomena Bisnis Online di Indonesia

Sejak beberapa tahun belakangan ini, bisnis online di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Kondisi ini tentunya didukung oleh kemajuan teknologi dan tingginya jumlah pengguna internet. Bahkan pada tahun 2018 lalu, jumlah pengguna internet di Indonesia tercatat mencapai 93,4 juta orang. Berkat perpaduan tersebut, nilai bisnis online di Indonesia pun mampu menembus 12 miliar USD.

Besarnya nilai tersebut membuat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru dunia pada 2020 nanti. Di sinilah bisnis online memegang peranan cukup besar dalam menopang ekonomi nasional.

Membantu pelaku UMKM memasarkan produk

Memiliki lebih dari 16.000 pulau, Indonesia adalah negara yang sangat luas. Dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa yang tersebar di berbagai pulau tersebut, bisa dibayangkan betapa banyaknya karya dan produk menarik yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM. Namun, karena lokasinya yang terpencar-pencar, sulit bagi Anda dan kita semua untuk mengetahuinya.

Nah, bisnis online bisa membantu para pelaku UMKM di Indonesia untuk memasarkan dan menjual produk mereka. Perlu diketahui bahwa UMKM berperan cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dilansir dari Liputan6.com, UMKM menyumbang produk domestic bruto (PDB) hingga 60, 34%.

Berkat kemajuan internet dan teknologi, kini para pelaku UMKM bisa menjalani bisnis online untuk membuat produk mereka lebih dikenal banyak orang. Di sisi lain, kita jadi tahu bahwa ada produk tersebut di pasaran walaupun mungkin produksinya dilakukan di kota atau pulau yang jauh dari tempat tinggal. Apalagi sekarang sudah ada banyak platform e-commerce yang memudahkan pelaku UMKM dalam menjual produknya.

Alhasil, bisnis online di Indonesia meningkatkan pelaku UMKM untuk menghasilkan penjualan. Semakin banyak yang membeli, produktivitas mereka pun bisa meningkat demi memenuhi demand. Tidak ketinggalan kesejahteraan yang ikut membaik karena penjualan jadi lebih banyak.

Tantangan bisnis online di Indonesia

Walaupun mungkin terkesan lancar dan mulus, bukan berarti bisnis online di Indonesia tidak menghadapi tantangan apa pun. Salah satu yang cukup menjadi concern adalah terbatasnya layanan pembayaran. Sebetulnya saat ini sudah banyak bermunculan cara pembayaran baru yang bersifat digital. Namun, kebanyakan pelaku bisnis online masih memilih untuk melakukan sistem pembayaran manual seperti transfer rekening atau kartu kredit.

Selain itu, beberapa konsumen bisnis online di Indonesia juga bisa dikatakan masih “konvensional”. Walaupun saat ini sudah ada banyak platform e-commerce yang dapat memudahkan transaksi penjualan, tidak sedikit yang lebih memilih belanja online dengan cara “konvensional” seperti melalui BlackBerry Messenger (BBM) dan forum-forum khusus. Tentunya dibutuhkan strategi khusus untuk mengedukasi pasar agar mereka bisa lebih mengoptimalkan teknologi bisnis online yang ada saat ini.

Mengancam kelangsungan bisnis offline?

Seiring meningkatnya pertumbuhan bisnis online di Indonesia, muncullah pertanyaan: apakah itu artinya bisnis offline akan tergerus?

Sebetulnya bisnis online dan offline saling terhubung. Bisnis online tidak akan ada tanpa bisnis offline. Barang yang dijual secara online pun asalnya dari offline, bukan? Mungkin Anda memang menemukan beberapa orang yang memutuskan untuk menutup bisnis offline mereka.

Namun, faktor yang memengaruhinya cukup banyak, contohnya seperti melakukan reposisi atau mungkin menutup toko karena adanya perubahan tata kota. Bisnis online hadir sebagai salah satu “hasil” dari perkembangan teknologi. Dengan kata lain, sebenarnya teknologi hadir untuk menambah nilai ekonomi dari yang sudah ada sebelumnya.


Mengingat minat yang cukup tinggi, baik dari sisi penjual maupun pembeli, bukan tidak mungkin bisnis online di Indonesia masih akan terus tumbuh hingga beberapa tahun ke depan. Dengan begitu, perekonomian nasional pun juga akan ikut meningkat ke arah yang positif.

Sumber: Liputan 6, Marketeers, Kompas