GoPay Bantu Perkuat Sektor UMKM Memudahkan Pembayaran dengan Memberlakukan QRIS

Midtrans_27-Nov_Blog-Isi

Peluang untuk mengembangkan UMKM di era modern seperti saat ini tentu sangat terbuka lebar. Banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan sektor UMKM dalam berbagai hal. Misalnya, kemudahan pendanaan online oleh berbagai fintech lending service, atau perusahaan penyedia jasa peminjaman, banyak tersedia dengan jumlah pinjaman yang cukup variatif. Selain itu, kemudahan dalam pembayaran juga difasilitasi oleh perkembangan teknologi dengan munculnya teknologi seperti mengatur transaksi dengan mudah melalui kasir online ataupun kemudahan pembayaran melalui dompet elektronik.

Banyak UMKM yang belum mengaplikasikan dompet elektronik untuk kemudahan pembayaran. Padahal, pembayaran melalui dompet elektronik dapat mempermudah konsumen UMKM dalam hal pembayaran, dan memberikan UMKM kesempatan untuk meningkatkan level bisnis mereka dengan menjangkau lebih banyak konsumen yang menggunakan layanan dompet elektronik ini. Hal ini juga didukung dengan banyaknya pengguna dompet elektronik, dan terlebih, transaksi dompet digital mencapai angka yang fantastis yaitu, Rp21 triliun di tahun 2018.

Berdasarkan banyaknya pengguna dompet elektronik ini, Bank Indonesia mengeluarkan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) untuk memudahkan pembayaran ke berbagai mitra melalui pembayaran dompet elektronik. Dengan adanya QRIS, mitra UMKM juga tentu akan merasakan kemudahan pembayaran melalui QR code yang sudah terstandardisasi dengan baik dari Bank Indonesia. Tidak hanya itu, QRIS juga memungkinkan mitra untuk menjangkau lebih banyak konsumen, karena konsumen akan dimudahkan dalam pembayaran kepada mitra.

GoPay sebagai penyedia dompet elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia menyadari akan pentingnya kemudahan pembayaran untuk pemilik UMKM. Untuk itu, di bulan oktober lalu, GoPay menyatakan akan melaksanakan kebijakan QRIS mulai tanggal 1 Januari 2020. Dengan memberlakukan kebijakan ini, pemilik UMKM juga dapat melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan, dan GoPay, sebagai rekan bisnis, juga menggunakan kesempatan ini untuk membantu bisnis UMKM dengan teknologi terkini.

Dikutip dari tirto.co.id, Dewi Yulianti sebagai Head of Micro Merchant GoPay mengatakan bahwa ia berencana untuk memberdayakan platform “Pedagang Baik”, dan selanjutnya, platform tersebut akan digunakan sebagai media sosialisasi kebijakan QRIS mendatang. Terlebih, platform “Pedagang Baik” juga memiliki tiga pilar utama untuk memajukan mitra UMKM yaitu, baik modal, baik penjualan, dan baik keuangan. Tiga pilar ini diharapkan dapat mengedukasi pemilik UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka dengan baik dan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan bisnis.

Mengenai ketentuan merchant rate QRIS ini, Bank Indonesia menentukan kebijakan yang beragam menyesuaikan dengan penggunaan QRIS untuk berbagai platform. Dikutip dari rri.co.id, transaksi reguler dikenakan biaya 0,7% dari total jumlah transaksi. Sedangkan untuk keperluan pendidikan, merchant rate yang diaplikasikan sebesar 0,6%, dan untuk pengisian bahan bakar minyak di SPBU sebesar 0,4%. Terakhir, untuk transaksi penyaluran bansos ataupun donasi tidak dikenakan biaya apapun.


Dengan kebijakan QRIS ini, GoPay tentu memiliki peran penting dengan menghadirkan sosialisasi QRIS dalam memajukan sektor UMKM. Menghadirkan pembayaran yang mudah dan tanpa biaya yang mahal bagi berbagai UMKM tentu akan membantu UMKM dalam meningkatkan level bisnis mereka, dan hal ini juga akan memiliki dampak positif untuk ekonomi Indonesia ke depannya.