Memahami Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

kecerdasan emosional di tempat kerja

Kecerdasan emosional kini semakin dicari dalam dunia kerja. Manajemen human resources (HR) tidak lagi hanya memperhatikan kecerdasan teknis kandidat, namun juga mempertimbangkan kecerdasan emosional para kandidat pekerja dengan serius. Untuk seorang pencari kerja atau pekerja pun kebutuhan untuk kecerdasan emosional ini kadang melebihi kebutuhan untuk kecerdasan yang biasa dinilai dengan intelligence quotient (IQ). Hal ini dikarenakan banyak orang setuju bahwa dengan IQ seseorang dapat menggapai pekerjaan yang ia inginkan, namun dengan EQ lah jenjang karir dapat ditingkatkan.

Nah, apa yang sebenarnya dimaksud dengan kecerdasan emosional? Kecerdasan emosional, atau emotional intelligence yang biasa diukur oleh emotional quotient (EQ), adalah kemampuan atau kapasitas seseorang untuk memahami dan mengatur emosi dalam dirinya sendiri. Kabar gembiranya, kecerdasan emosional dapat dipelajari oleh semua orang dan dapat dikembangkan seiring waktu.

Apa saja komponen kecerdasan emosional?

Dalam bukunya yang dipublikasi pada tahun 1995 dan 1998, "Emotional Intelligence: Why It Can Matter More than IQ" dan "Working with Emotional Intelligence", Daniel Goleman mengategorikan kecerdasan emosional menjadi lima komponen, yaitu kesadaran diri (self-awareness), kemampuan mengekspresikan diri (self-regulation), motivasi, empati, serta keterampilan interpersonal (people skills).

Self- awareness atau kesadaran diri berbicara mengenai kesadaran seseorang akan dirinya sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangan dirinya. Seseorang yang memiliki kesadaran diri yang tinggi paham bagaimana hal-hal tersebut dapat berdampak pada orang lain. Umumnya, orang dengan kesadaran diri yang baik juga dapat mengatasi kritik dari orang lain dengan baik.

Self- regulation atau kemampuan mengekspresikan diri berbicara mengenai kemampuan seseorang untuk mengatur kapan dan bagaimana ia mengekspresikan perasaannya. Orang dengan kemampuan mengekspresikan diri yang baik umumnya dapat menyalurkan emosinya dengan cara yang dewasa dan terlatih dalam menahan emosi tersebut jika perlu.

Motivasi tidak hanya berbicara mengenai keinginan seseorang untuk mencapai sesuatu, tapi juga berbicara tentang kegigihan orang tersebut. Orang dengan kecerdasan emosional yang baik dapat memotivasi dirinya sendiri, tangguh, dan juga tetap optimis bahkan ketika sedang menghadapi kekecewaan atau kegagalan. Orang yang memiliki motivasi yang tinggi juga biasa digerakkan oleh keinginan diri sendiri dan bukan sekadar oleh iming-iming jabatan ataupun uang.

Empati berbicara mengenai kemampuan seseorang untuk merasakan dan mengerti emosi orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi biasa memiliki empati yang tinggi juga. Nah, dalam dunia kerja, orang dengan empati yang tinggi dapat mengerti kekhawatiran sesamanya dengan lebih baik dan juga memberikan pelayanan yang lebih apik.

Keterampilan interpersonal atau people skills berbicara mengenai kemampuan seseorang membangun interaksi dan kepercayaan dengan orang lain dalam sebuah tim. Dengan keterampilan interpersonal yang mumpuni, orang-orang pun dapat berelasi dan mengerjakan tugasnya dengan lebih baik, terutama karena sekarang semua serba bergantung pada komunikasi yang baik.

Pentingnya kecerdasan emosional

Walaupun keputusan-keputusan yang diambil orang pastinya memiliki pertimbangan rasional, setiap keputusan juga akan dipengaruhi oleh emosi masing-masing individu. Nah, tentunya hal tersebut membuat interaksi antara satu orang dengan yang lain lebih kompleks. Semakin beragam latar belakang tiap pekerja, semakin kompleks pula interaksi yang ada. Karena itulah semakin berguna juga kecerdasan emosional dalam tempat kerja.

Dengan kecerdasan emosional yang tinggi, orang-orang dapat menyelaraskan dan menyesuaikan diri dengan lebih baik dalam tim. Selain mampu memahami satu sama lain mengenai apa yang dibutuhkan, dengan kecerdasan emosional, orang-orang juga dapat menanggapi, mengevaluasi, dan mencari solusi untuk berbagai macam hal dengan lebih baik. Karena itulah, bisa dibilang kecerdasan emosional di tempat kerja akan mempermudah segalanya.


Kecerdasan emosional tidak dapat dibangun dalam sehari. Anda perlu mengembangkannya sedikit demi sedikit sambil melatihnya dengan gigih. Satu hal yang pasti, Anda perlu mengembangkan pemahaman emosi diri Anda sendiri terlebih dahulu sebelum mencari tahu cara mengatur emosi Anda. Nah setelah Anda dapat mengatur emosi Anda dengan lebih baik barulah Anda bisa mengembangkan komponen-komponen kecerdasan emosional lainnya. Selamat mencoba!

Sumber: Forbes, Michael Page, Entrepreneur