Memahami Perilaku Pengguna Facebook Sebelum Berbelanja Online

Memahami Perilaku Pengguna Facebook Sebelum Berbelanja Online

Facebook adalah salah satu media sosial yang paling digunakan oleh masyarakat Indonesia. Menurut data yang dilansir oleh The Wall Street Journal, jumlah pengguna Facebook di Indonesia sampai bulan Juni 2014 sudah mencapai angka 69 juta pengguna. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengguna Facebook terbanyak ke empat di dunia.

Fakta banyaknya pengguna Facebook di Indoenesia menarik minat banyak perusahaan untuk melakukan berbagai strategi penguatan merek, pemasaran, hingga penjualan dengan memanfaatkan Facebook. Di sini, Facebook tidak lagi berfungsi hanya sebagai media sosial semata, tetapi juga media yang ditujukan untuk meraih tujuan-tujuan komersil.

Ada banyak contoh perusahaan di Indonesia yang memanfaatkan Facebook untuk membantu pencapaian target perusahaannya. Sebut saja di antaranya Lazada, Tokopedia, dan Traveloka. Nah, bagi Anda yang ingin melakukan hal yang sama, yaitu memanfaatkan Facebook untuk membantu meraih pencapaian target perusahaan Anda, maka Anda harus memahami bagaimana perilaku konsumen Indonesia saat belanja online via Facebook.

Patut dicatat, yang dimaksud dengan ‘belanja online via Facebook’ di sini bukan hanya mengacu pada ‘transaksi secara online yang dilakukan di dalam Facebook’, tetapi juga mencakup seluruh tahapan sebelum konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian melalui Facebook (the buyers journey).

The buyer’s journey memiliki tiga tahapan, yaitu awareness stage (tahap mengenal), consideration stage (tahap mempertimbangkan), dan decision stage (tahap memutuskan).

The buyer’s journey

1. Tahap Mengenal (Awareness Stage)

Perilaku konsumen Indonesia di Facebook saat berada di tahapan ini adalah ia akan melakukan pencarian kata kunci tertentu di fitur pencarian Facebook (Search Facebook) yang berada di bagian paling atas di laman beranda (tepat berada di bawah url).

Ketika pengguna tersebut telah menuliskan kata kunci dan menekan ‘enter’ maka Facebook akan membawanya ke laman baru yang di situ ia akan menemukan aneka post yang berisikan kata kunci yang dicarinya itu. Apabila ia tidak menemukan informasi yang ia butuhkan di post-post tersebut, maka ia berpindah dari tab Posts ke tab lain seperti People, Photos, Pages, Places, Groups, Apps, dan Events.

Sebagai contoh: Andi ingin membeli ponsel pintar yang memiliki Ram 4 GB. Karena ia aktif sebagai pengguna Facebook, maka ia melakukan login ke akun Facebook miliknya dan melakukan pencarian dengan mengetikkan kata kunci “Smartphone Ram 4 GB”. Begitu ia mengetikkan ‘enter’, Facebook membawanya ke laman baru yang berisikan aneka post yang memuat kata kunci yang dicarinya itu. Selanjutnya Andi akan mengecek data yang dimunculkan oleh Facebook tersebut satu per satu sampai ia menemukan informasi yang ia cari.

Informasi yang Andi cari itu bisa berupa informasi merek apa saja yang mengeluarkan produk smartphone dengan spesifikasi ram 4 GB, ulasan keunggulan dan kekurangan dari setiap smartphone yang memiliki spesifikasi ram 4 GB, dll.

2. Tahap Mempertimbangkan (Consideration Stage)

Setelah Andi melakukan pencarian dan akhirnya menemukan informasi yang ia butuhkan, Andi kemudian melakukan perbandingan antara satu produk dengan produk yang lain. Pada tahapan ini, Andi melakukan analisis terhadap semua produk yang ia ketahui informasinya. Setelah menganalisis keunggulan-kekurangan dan harga dari masing-masing produk serta review dari pengalaman pengguna, Andi pun kemudian segera memasuki tahapan selanjutnya, yaitu decision stage (tahap pengambilan keputusan).

3. Tahap Mengambil Keputusan (Decision Stage)

Setelah Andi mengetahui aneka merek yang mengeluarkan produk smartphone berspesifikasi ram 4 GB, mengetahui juga keunggulan dan kekurangan masing-masing produk, serta tahu bagaimana pengalaman pengguna dalam menggunakan produk selama ini, akhirnya Andi mengetahui produk terbaik yang akan ia beli. Setelah tahu, Andi akan mencari toko online yang menjual produk yang ia inginkan itu dengan harga dan penawaran terbaik.
Demikian the buyer’s journey para pengguna Facebook di Indonesia. Dengan mengetahui perilaku mereka di Facebook sebelum memutuskan belanja online, kita akan mampu merancang strategi marketing yang tepat guna menarik pengguna Facebook sehingga menjadi pelanggan situs eCommerce kita.

Selamat memahami the buyer’s journey pengguna Facebook dan merancang strategi marketing untuk menjaring mereka!

Ditulis oleh: Adnan Syafii

Join Us

Artikel - Artikel Terkait