Mengapa Tanggung Jawab dan Akuntabilitas Penting untuk Pekerjaan Anda

akuntabilitas

Apa pun bidang dan jabatan pekerjaan Anda, tanggung jawab menjadi salah satu hal penting yang wajib Anda emban. Dengan adanya tanggung jawab, karyawan akan merasa dibutuhkan sehingga ia memiliki kebanggaan tersendiri terhadap pekerjaannya. Namun, tanggung jawab yang diberikan akan percuma apabila ia tidak memiliki akuntabilitas.

Sebetulnya, apa perbedaan di antara tanggung jawab dan akuntabilitas? Mengapa seorang karyawan harus memiliki kedua hal tersebut dalam menjalankan pekerjaannya?

Tanggung jawab vs akuntabilitas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Artinya, ketika seseorang memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, tetapi ia tidak melakukannya atau ternyata hasil pekerjaannya tidak sesuai, ia akan mendapat konsekuensi. Dalam dunia kerja, tanggung jawab membantu seseorang untuk berkomitmen terhadap pekerjaannya dan menyelesaikannya sesuai yang diharapkan.

Sedangkan, akuntabilitas mengacu pada suatu keadaan di mana seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban. Ketika Anda mendapatkan tanggung jawab, Anda dituntut untuk memiliki akuntabilitas. Dengan akuntabilitas, Anda memiliki dorongan dalam diri untuk menyelesaikan tanggung jawab tersebut. Biasanya, orang yang tidak memiliki akuntabilitas akan menyalahkan orang atau pihak lain apabila terjadi kesalahan pada suatu pekerjaan atau proyek yang menjadi tanggung jawabnya.

Memberikan lebih dari ekspektasi

Tanpa adanya tanggung jawab dan akuntabilitas, seorang karyawan biasanya tidak memiliki etika kerja yang baik. Ia hanya akan bekerja seperlunya dan tak berniat memberikan lebih. Namun, orang yang memiliki etika kerja maksimal akan bersedia mengemban tanggung jawab dari proyek yang mereka kerjakan. Mereka tak hanya menunjukkan kerja keras untuk memastikan bahwa proyek tersebut berjalan lancar, tetapi juga bersedia menerima tanggung jawab atas hasilnya. Mereka akan memberikan lebih dari yang diminta dan selalu memastikan bahwa mereka telah bekerja sebaik mungkin.

Jangan bersikap acuh tak acuh

Apakah ada seseorang di tempat kerja yang kerap menjawab “itu bukan salah saya” ketika proyek tidak memberikan hasil sesuai target? Tandanya, ia merupakan orang yang tidak bersedia menerima tanggung jawab apalagi memiliki akuntabilitas. Bukannya melakukan follow up ke seluruh anggota tim untuk memastikan bahwa proyek berjalan lancar dan sesuai jadwal, ia cenderung acuh tak acuh dalam menjalankan proyek. Ketika ternyata proyek tersebut mundur dari deadline, ia tidak mau disalahkan dan memastikan semua orang tahu bahwa ia telah melakukan perannya.

Tanggung jawab tak lepas dari akuntabilitas

Ketika seseorang mendapatkan tanggung jawab, maka mau tak mau ia juga harus menunjukkan akuntabilitas. Dengan adanya akuntabilitas, artinya Anda telah mengambil keputusan pribadi untuk terlibat dalam sebuah situasi dan menunjukkan bahwa Anda siap memberikan apa pun untuk mencapai hasil yang diperlukan dari situasi tersebut. Dengan kata lain, akuntabilitas dapat dikatakan sebagai sebuah pilihan. Semua orang bisa mendapatkan atau menerima tanggung jawab, tetapi tidak semuanya memiliki akuntabilitas untuk menyelesaikan tanggung jawab tersebut.


Di dunia kerja, tanggung jawab dan akuntabilitas tak dapat dipisahkan. Tanpa keduanya, nantinya Anda hanya akan memberikan setengah-setengah pada pekerjaan Anda. Jika hal tersebut terus dibiarkan, bagaimana Anda bisa mendapat hasil yang “penuh” dan sesuai dengan target?

Join Us

Artikel - Artikel Terkait