Mengenal Inclusive Marketing dan Penerapannya

inclusive marketing

Ketika menjalankan sebuah usaha, ada begitu banyak yang harus Anda perhatikan, termasuk cara pemasaran. Salah satu cara pemasaran yang bisa Anda pertimbangkan adalah inclusive marketing. Apabila dilakukan dengan benar, cara pemasaran ini dapat berpengaruh besar terhadap perkembangan usaha Anda. Tertarik mengetahui informasi lengkapnya?

Pengertian inclusive marketing

Sebagian besar marketing atau pemasaran berpusat seputar demografi. Demografi memang berkaitan erat dengan produk dan promosi. Nah, inclusive marketing adalah marketing yang tidak menargetkan satu wilayah demografi saja. Tipe marketing ini juga tidak bergantung pada stereotip tradisional yang terbentuk secara umum. Bersamaan dengan itu, inclusive marketing berada di atas berbagai stereotype umum tersebut.

Cara pemasaran ini menunjukkan bahwa kepedulian sebuah brand terhadap pelanggan tidak terbatas pada satu demografi saja, alias peduli kepada pelanggan di seluruh demografi. Hal ini penting karena apabila fokus marketing dari sebuah brand terlalu sempit, banyak pelanggan yang akan meninggalkan brand tersebut. Dengan inclusive marketing, Anda harus melampaui audience bisnis Anda dan tidak hanya terbatas pada basis klien Anda saat ini.

Anda dapat memasukkan sejumlah faktor penting lain dalam menerapkan inclusive marketing seperti jenis kelamin, pendapatan, gender, ras, usia, etnik, agama, bahasa, hingga kemampuan. Cara ini akan membuka peluang Anda untuk mendapat pelanggan baru, karena brand Anda akan menjadi lebih terbuka bagi semua kalangan. Mengingat setiap individu memiliki preferensi sendiri dalam membuat keputusan, penting bagi sebuah brand untuk menerapkan inclusive marketing ini.

Dengan inclusive marketing, Anda dapat mengidentifikasi berbagai perbedaan dan menciptakan strategi yang tepat untuk memuaskan berbagai kebutuhan dari para pelanggan secara keseluruhan. Dengan begitu, komunikasi yang terjalin tidak hanya efektif bagi pelanggan setia, namun juga kepada sejumlah kelompok lain yang berpotensi menjadi pelanggan Anda.

Do’s dan Do not's dalam Inclusive Marketing

Yang harus Anda lakukan diantaranya adalah:

1. Mengakomodasikan Keberagaman

Setiap pelanggan memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas pebisnis untuk mengakomodasi keberagaman untuk dapat menyatukan perbedaan. Pemasar harus menjadikan keberagaman sebagai salah satu pertimbangan utama dalam membuat keputusan.

Dalam kehidupan sosial yang beragam, pelanggan atau pihak lain pastinya berharap agar sebuah bisnis dapat memahami bentuk dari keberagaman tersebut. Peran dari marketer adalah menemukan cara yang terbaik untuk mengakomodasikan setiap pandangan dan ide yang berbeda agar dapat memuaskan keinginan dari setiap kelompok yang berbeda pula.

2. Menunjukkan sensitivitas

Setiap pesan yang muncul dalam iklan, akan memberikan perspektif dan ide yang berbeda kepada orang-orang yang berbeda. Sehingga, usahakan untuk peka terhadap semua konten yang ingin Anda sampaikan dalam iklan. Kata-kata memiliki kekuatannya sendiri. Jika digunakan dengan baik akan membawa dampak positif, namun sebaliknya jika tidak hati-hati dapat menyakiti orang lain dan diri Anda sendiri.

Pastikan pesan yang ingin Anda sudah melalui tahap seleksi dari berbagai pemikiran sebelum dipublikasikan. Tentu Anda tidak ingin menyinggung perasaan kelompok tertentu atau pelanggan Anda saat ini. Sekali lagi, pastikan Anda memilih kata-kata yang tepat dan memilih metode penyampaian terbaik.

Beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan:

1. Jangan gunakan identitas orang lain sebagai alat pemasaran

Jangan manfaatkan identitas orang lain untuk mengembangkan bisnis Anda. Tidak seperti majalah atau produk brand, inclusive marketing tidak menempatkan hal-hal seperti orang-orang dari kelompok usia dengan warna kulit tertentu sebagai alat untuk mempromosikan bisnis. Dengan kata lain, jangan bangun bisnis Anda dengan mengeksplor identitas orang lain.

2. Jangan kehilangan fokus Anda

Meskipun inklusifitas penting bagi bisnis, jangan kehilangan fokus Anda terhadap target audiens Anda. Lakukanlah pemasaran secara inklusif, namun tetap pertimbangkan target audiens Anda saat ini sebagai priotitas. Maksimalkan juga proses pemasaran bisnis Anda dengan mengakomodasikan kelompok-kelompok lain ke dalam perkembangan bisnis perusahaan Anda.


Gunakanlah inclusive marketing untuk memenuhi setiap kebutuhan pelanggan dan calon pelanggan Anda. Selamat mencoba!

Sumber: TheAdCompany., Demandzen