Mengenal Peer-to-Peer Lending dan Mengetahui Peran Penting Pendistribusian Dana dalam Peer-to-Peer Lending

Midtrans_20-November_Blog-Isi

Dalam menjalankan suatu bisnis, pendanaan atau funding adalah hal yang tidak dapat dilepaskan jika berbicara mengenai cara mengembangkan bisnis tersebut. Terlebih, dengan kemajuan teknologi, berbagai alternatif pendanaan dari bermacam-macam investor tersedia untuk memudahkan pelaku bisnis di era Industri 4.0 ini. Meskipun berbagai alternatif pendanaan sudah tersedia, pelaku bisnis tetap harus berhati-hati dan cermat dalam memilih pendanaan yang aman dan memiliki risiko yang minimal. Hal ini dibutuhkan agar pendanaan yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan pelaku bisnis tetapi tetap terjamin keamanannya.

Salah satu alternatif pendanaan yang dapat dicoba oleh pelaku bisnis adalah peer-to-peer lending atau P2P lending. Jenis peminjaman dana ini sekarang semakin berkembang dengan banyaknya perusahaan fintech yang menyediakan jasa peminjaman ini, khususnya untuk memberikan bantuan dana bagi startup yang baru berkembang ataupun UMKM. Beberapa kemudahan yang ditawarkan jenis peminjaman dana ini juga menjadi daya tarik mengapa banyak perusahaan dan UMKM yang menggunakan peer-to-peer lending. Terlebih, dikutip dari kontan.co.id, jumlah peminjaman yang diberikan kepada berbagai peminjam mencapai Rp49,79 miliar. Jumlah ini tentu menunjukkan perkembangan P2P yang pesat mengingat bisnis P2P lending baru berkembang di tahun 2016. Dilihat dari popularitas P2P lending, peminjaman dana ini dapat menjadi alternatif bagi berbagai pelaku bisnis untuk meningkatkan kinerja bisnis mereka. Tapi, apa itu P2P lending? Dan bagaimana pendistribusian dana memiliki peran penting dalam P2P lending?

Menurut economictimes.com, P2P lending adalah bentuk penggalangan dana dalam jumlah besar oleh pihak yang berinvestasi dalam P2P lending untuk memberikan pinjaman kepada orang yang ingin meminjam dana tersebut. Tidak seperti meminjam di bank konvensional, P2P lending langsung mempertemukan pihak yang meminjam dan pemberi pinjaman tanpa perantara. Selain itu, P2P lending juga dilakukan secara online yang tentunya memudahkan kedua pihak untuk menerima dan memberikan pinjaman.

Beberapa kemudahan yang akan didapatkan peminjam dari P2P lending di antaranya, suku bunga yang lebih rendah dibandingkan bank konvensional, mendapatkan dana secara cepat dengan sistem online, dan P2P lending tidak mengharuskan peminjam untuk memiliki agunan atau jaminan. Sedangkan, keuntungan yang akan didapatkan oleh investor atau pemberi pinjaman P2P lending adalah pemberi pinjaman akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak karena suku bunga yang lebih signifikan, keamanan investasi ini yang sudah dijamin pemerintah, dan memiliki nilai sosial tersendiri karena dapat membantu pihak yang membutuhkan secara langsung tanpa perantara bank.

Dari berbagai kemudahan tersebut, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana peminjam dapat memperoleh dana P2P secara cepat. Sistem peminjaman P2P yang berbasis online memungkinkan peminjam dan pemberi dana untuk melakukan transaksi secara cepat tetapi tetap aman dan nyaman. Sistem P2P berbasis online ini tentu tidak dapat dipisahkan dari sistem pendistribusian dana yang cepat dan aman.

Pendistribusian dana dalam hal P2P lending ini memiliki peran yang penting karena sistem pendistribusian dana yang aman akan mendukung transaksi peminjaman berjalan lancar. Tidak hanya itu, sistem pendistribusian dana yang terpercaya juga akan memberikan kenyamanan dalam menerima catatan detail mengenai transaksi P2P lending sehingga peminjam dan pemberi dana memiliki bukti transaksi yang terjamin.


Pelajari lebih lanjut bagaimana menghadirkan sistem pendistribusian dana yang terpercaya di midtrans.com/iris