Panduan Implementasi Meme Sebagai Media Pemasaran

meme for marketing

Seiring perkembangan zaman, dunia marketing dituntut melakukan perubahan. Berbagai perubahan lifestyle dan kebiasaan konsumsi dari target pasar membuat setiap brand harus memaksimalkan penjualan online di dunia digital. Ini berarti, pemilik brand dan marketer perlu menangkap trend yang tengah berkembang. Salah satunya dengan memanfaatkan meme sebagai bagian dari konten pemasaran.

Bila boleh jujur, Anda pasti kurang tertarik untuk melihat konten komersil di feed media sosial Anda, bukan? Begitu juga para pengguna media sosial pada umumnya. Mereka ingin menghindari konten komersil yang membosankan, oleh karena itu Anda membutuhkan pendekatan yang lebih halus namun tetap bisa diandalkan. Jika dilakukan dengan benar, meme marketing bisa jadi sangat sukses. Anda dapat berbagai nilai kepada audiens, dan itulah yang membuat brand Anda lebih disukai.

Konten meme sangatlah engaging, sehingga besar kemungkinan kaum milenial akan tertawa dan membagikan meme yang Anda publikasikan. Hal ini memberikan brand Anda peluang untuk melibatkan lebih banyak audiens terhadap kampanye brand awareness Anda. Cara ini pun dapat menjadi alternatif bagi brand untuk melakukan pemasaran di media sosial yang cenderung lemah tingkat keterlibatannya.

Meme dapat brand gunakan karena didesain khusus untuk platform media sosial dan menawarkan value melalui hiburan. Meme tidaklah terlihat seperti promosi, melainkan hiburan yang membuat orang tertawa dengan referensi kasual kepada brand Anda. Berkat nilai hiburan yang ditawarkan, akan lebih mudah bagi audiens Anda untuk menyebarluaskan meme. Apalagi banyak orang yang lebih tertarik sharing konten hiburan dibanding informasi biasa, dan itulah yang harus Anda lakukan.

Memahami dan membuat meme yang tepat

Sebelum memutuskan untuk membuat meme, pastikan Anda paham betul tentang pengertian dan manfaat yang diberikan oleh meme. Jika sembarangan, bisa jadi Anda justru membuat meme yang tidak pantas dan menyinggung perasaan beberapa audiens Anda. Oleh karena itu, Anda harus hati-hati untuk memilih meme yang dapat diterima dan menghibur audiens tanpa memicu opini berbeda. Tanyakanlah pada diri Anda apakah meme tersebut akan diterima dengan baik oleh audiens.

Ingatlah bahwa meme yang Anda gunakan hanya akan sukses sebagai alat pemasaran jika audiens Anda menghargai dan mengerti maksud meme tersebut. Jika audiens Anda sama sekali tidak mengerti dan berhubungan dengan meme yang Anda buat atau bahkan menganggapnya tidak lucu, meme tersebut tidak akan membantu kegiatan konten marketing yang Anda coba. Oleh karena itu, sebaiknya pastikan meme mudah dimengerti namun tetap relatable dengan brand Anda.

Membuat meme yang lucu dan menghibur memang harus, tapi Anda tidak boleh lupa tujuan awalnya adalah untuk meningkatkan keterlibatan audiens terhadap brand Anda. Karenanya, Anda perlu membuat meme yang berhubungan dengan brand, industri, atau produk yang Anda tawarkan. Meme yang sukses biasanya mampu menggabungkan esensi dari brand Anda, mulai dari industri, pesan, misi, hingga slogan hingga berbagai hal lainnya.

Cara menyebarluaskan meme

Ketika Anda sudah membuat meme yang akan digunakan untuk marketing, apa langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan? Tentu saja, meme bisa digunakan sebagai visual konten yang menarik sebagai feed social media marketing. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menyebarluaskan meme lebih baik, salah satunya dengan membagikannya melalui media sosial.

Sebut saja Facebook, Instagram, dan Pinterest, berbagai media sosial ini sangat cocok untuk meme yang sudah Anda buat. Karena berbagai media tersebut tempat yang tepat untuk visual konten. Unggah saja konten meme Anda melalui Facebook dan Instagram lengkap dengan caption yang singkat, lucu, dan menarik, dan Anda akan lihat sendiri bagaimana audiens Anda akan mereaksi terhadap konten meme tersebut.

Selain membagikannya melalui media sosial, Anda juga bisa membuat sebuah blog post yang merepresentasikan situasi meme Anda secara tepat. Jangan lupa pula untuk menambahkan call-to-action dalam post tersebut untuk mengoptimasi lead generation dan mengonversi setiap pengunjung. Blog post juga dapat Anda manfaatkan untuk memberikan link meme yang sudah Anda bagikan lewat media sosial.


Manfaatkan meme sebagai konten marketing Anda untuk dapat menarik lebih banyak audiens. Semoga bermanfaat!

Sumber: Hubspot, Forbes