Panduan Menerapkan LinkedIn Retargeting Ads Bagi Pemula

linkedin retargeting

Media sosial adalah cara terbaik untuk menjangkau klien. Bila Anda menganggap bahwa media sosial hanya bisa diterapkan oleh bisnis B2C, Anda salah besar. Sebab, LinkedIn sebagai media sosial untuk audiens profesional sangat efektif untuk menyentuh klien potensial B2B.

Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk memasarkan bisnis Anda di LinkedIn adalah memanfaatkan retargeting. Pentingnya menggunakan LindkedIn retargeting adalah untuk meningkatkan kesempatan dalam mendapatkan leads, sales, serta influence yang lebih besar. Lalu, apa itu LinkedIn Retargeting? Mengapa harus melakukan LinkedIn Retargeting? Ads apa saja yang dapat dimanfaatkan dalam strategi ini?

Apa itu LinkedIn Retargeting?

Retargeting dalam LinkedIn akan menargetkan orang-orang yang sudah pernah mengunjungi website atau informasi dari Anda. LinkedIn kemudian menyajikan kembali iklan berdasarkan kriteria spesifik yang Anda atur sebelumnya. Hal ini menciptakan trigger bagi audiens target untuk kembali mengingat website atau informasi yang sudah pernah mereka dapatkan sebelumnya.

Mengapa retargeting di LinkedIn?

Bisnis B2B jauh berbeda dengan B2C, khususnya dari jumlah pelanggan potensial. Tentu akan lebih efektif apabila sebuah bisnis B2B menarget satu pelanggan potensial yang spesifik dan menciptakan brand image yang kuat daripada harus mengenalkannya kembali ke ribuan pelanggan lain.

LinkedIn adalah celah besar bagi pebisnis B2B untuk mencari pelanggan potensial. Sebab sebagai media sosial profesional, LinkedIn menghubungkan satu pebisnis dengan pebisnis lain sesuai dengan tingkatan jabatan serta relasi. Menariknya, 4 dari 5 pengguna LinkedIn merupakan pengambil keputusan dari sebuah perusahaan. Belum lagi dengan potensi audiens yang ternyata memiliki kemampuan beli 2x lebih besar daripada pengguna internet rata-rata.

Intinya, LinkedIn merupakan satu-satunya channel di mana banyak orang ingin melihat iklan yang Anda pasang. Selain itu, alasan utama LinkedIn dapat bekerja secara efektif adalah audiens yang lebih terbuka dengan produk atau jasa Anda. Semakin mereka tahu siapa Anda, maka mereka bukan lagi cold leads.

Tipe ads LinkedIn

Ada 3 pilihan audiens yang dapat Anda gunakan dalam menerapkan sistem retargeting ini, antara lain:

1.Contact Targeting

Contact Targeting adalah retargeting yang memanfaatkan mailing list Anda. Cukup upload mailing list Anda, kemudian LinkedIn akan mencocokkan iklan sesuai dengan daftar kontak tersebut.

Sistem ads ini cocok untuk: (i) retargeting ke existing customer mengenai produk atau layanan terbaru, (ii) mendapatkan testimoni pelanggan, (iii) mendukung email marketing, dan (iv) menginformasikan webinar atau memperkenalkan konten terbaru website Anda.

2.Account Targeting

Pilihan Account Targeting memungkinkan pebisnis mengunggah daftar hingga 30.000 perusahaan yang pernah berbisnis atau ingin dihubungkan. LinkedIn kemudian akan mencocokkan daftar tersebut dengan daftar mereka sendiri yang berjumlah lebih dari 8 juta laman perusahaan. LinkedIn kemudian akan menyajikan ads ke pengguna yang bekerja di perusahaan yang ditarget.

Ads ini sangat cocok untuk Anda yang sudah tahu perusahaan apa yang ingin Anda target dan Anda punya informasi spesifik untuk kebutuhan perusahaan tersebut.

3.Website Retargeting

Hampir sama dengan Facebook Pixel, Anda dapat melakukan retargeting pengunjung website Anda menggunakan LinkedIn Insight Tag. Anda dapat menargetkan orang-orang yang pernah mengunjungi suatu website tertentu, bukan hanya website bisnis Anda sendiri. Hal ini tentu saja memberikan kesempatan yang lebih besar bagi Anda untuk menyampaikan informasi mengenai bisnis Anda ke target pasar yang relevan.


Memanfaatkan LinkedIn Retargeting akan membantu Anda menjalin hubungan atau bahkan menciptakan leads baru untuk bisnis Anda. Dengan demikian, budget iklan jadi lebih terarah dan efektif untuk memberikan dampak positif terhadap perkembangan bisnis Anda.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Social Media Examiner, Blue Corona