Panduan Menggunakan Pinterest untuk Mengembangkan Bisnis Anda

Pinterest untuk bisnis

Pada awal peluncurannya, Pinterest sempat dipandang sebelah mata oleh dunia bisnis. Para pelaku bisnis tidak yakin bahwa media sosial yang dibanjiri oleh berbagai foto cantik tersebut dapat meningkatkan bisnis mereka. But the table has turned. Menurut data yang dilansir oleh Pinterest for Business, sebanyak 40% pinners (sebutan untuk pengguna Pinterest) menemukan produk baru dan menyimpannya pada platform mereka. Bahkan ada 30% pinners yang melakukan pembelian setelah menemukan produk fashion atau rumah tangga di Pinterest.

Salah satu bisnis yang berhasil memanfaatkan Pinterest adalah DaWanda, sebuah marketplace online yang menjual produk-produk buatan tangan. Mereka berhasil meningkatkan traffic pada situs mereka hingga mendekati 100%. Pembelian produk yang berasal dari Pinterest bahkan 13% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan media sosial lain.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai menggunakan Pinterest sebagai salah satu platform digital marketing. Anda bisa menyusul kesuksesan DaWanda dengan menerapkan beberapa tips berikut ini:

Buat penawaran Anda terlihat

pinterest guide

Cantumkan nama brand dan alamat situs resminya pada halaman profil Pinterest Anda. Sambungkan dengan profil Facebook dan Twitter untuk meningkatkan visibilitas. Perhatikan pula caption yang akan Anda tulis pada pin Anda. Baik Anda melakukan pin konten dari situs sendiri maupun re-pin dari orang lain, jelaskan melalui caption mengapa konten tersebut dapat membawa manfaat bagi pelanggan Anda. Sebutkan pula nama brand dan alamat situsnya pada caption tersebut. Khusus untuk pin baru yang berasal dari konten situs sendiri, tambahkan komponen Call to Action (CTA) berupa link yang merujuk pada kampanye promosi tertentu atau hanya untuk mengantarkan pengguna pada situs Anda.

Ciptakan situs yang Pinterest-friendly

pinterest friendly website

Sebelum memulai pin dari konten original pada akun Pinterest untuk bisnis, Anda harus terlebih dahulu memastikan bahwa pengunjung situs brand Anda dapat dengan mudah melakukan pin artikel dan gambar dari sana. Cantumkan button bertuliskan “Pin It!” pada situs Anda agar pengunjung dapat menyimpan ide, tips, atau produk dengan mudah pada akun Pinterest mereka. Selain “Pin It!”, Anda juga bisa meletakkan button “Follow” di posisi yang mencolok, jadi pengunjung situs dapat dengan mudah menemukan akun bisnis Anda di Pinterest. Agar tidak kerepotan, Anda bisa menggunakan widget yang disediakan oleh Pinterest untuk memasang fitur pin, profile, dan board pada situs Anda.

Manfaatkan fitur “Rich Pins”

Rich Pins adalah sebuah fitur gratis dari Pinterest yang berfungsi untuk menambah detail dan informasi penting pada pin Anda. Apabila dibandingkan dengan media sosial lain, fitur ini mirip dengan Twitter Cards atau Facebook Open Graph. Fitur-fitur seperti ini didesain untuk membuat pengalaman pinners menjadi lebih baik sekaligus memberi keuntungan pada pelaku bisnis seperti Anda. Setidaknya ada lima tipe Rich Pins yang harus Anda ketahui, yakni:
* Pin untuk artikel berupa headline, penulis, deskripsi konten, dan link * Pin untuk produk berupa harga, ketersediaan, dan lokasi penjualan * Pin untuk resep berupa bahan, info penyajian, dan jangka waktu memasak * Pin untuk film berupa rating, aktor dan aktris pemain, serta review * Pin untuk tempat berupa alamat, nomor telepon, dan peta.

Keampuhan fitur Rich Pins ini telah dibuktikan oleh BufferApp, sebuah perusahaan manajemen media sosial. Mereka berhasil mendapatkan click dengan jumlah yang mencampai hampir dua kali lipat. Tentunya keberhasilan tersebut juga diimbangi dengan konsistensi dalam melakukan pin pada konten-konten original mereka.

Gunakan ukuran gambar yang tepat

Saat menjelajah di Pinterest, Anda akan bertemu dengan berbagai ukuran gambar. Namun, gambar berbentuk vertikal membawa pengaruh yang lebih maksimal pada bisnis. Rasio terbaik yang bisa Anda terapkan pada gambar Pinterest adalah 2:3 atau 1:3,5 dengan ukuran minimal 600 piksel. Anda bisa mengedit gambar Anda agar sesuai dengan kriteria tersebut melalui perangkat PhotoShop atau Gimp. Apabila lebih suka perangkat online, ada Canva yang bisa Anda coba. Perangkat satu ini bahkan memiliki template untuk gambar Pinterest.

Sering melakukan pin

pinterest timing

Last but definitely not least, usahakan untuk sering melakukan pin. Tidak hanya membuat brand Anda semakin “terlihat”, engagement pun akan meningkat. Tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Anda tidak dianjurkan untuk melakukan pin selama, katakanlah, sepuluh kali berturut-turut. Hal tersebut hanya akan membuat pinners merasa terganggu. Lebih baik, Anda melakukan penjadwalan terhadap konten yang akan di-pin. Cari tahu waktu-waktu terbaik untuk melakukan pin. Untuk kategori fashion dan retail, misalnya, aktivitas akan memuncak pada hari Jumat pukul tiga sore. Sedangkan, waktu terbaik untuk melakukan pin adalah hari Sabtu pada pukul 14.00-16.00 dan 20.00-23.00.


Sama seperti platform media sosial lain, hasil dari strategi digital marketing melalui Pinterest tidak dapat dinikmati secara cepat. Dibutuhkan proses trial dan error untuk menemukan ritme dan trik yang paling tepat menggunakan Pinterest untuk bisnis. Semoga beberapa tips di atas mampu membantu Anda meningkatkan penjualan melalui Pinterest.

Sumber: Hootsuite Blog, Buffer Social, Buffer Social

Artikel - Artikel Terkait