Panduan Singkat Mengelola Negative Keywords untuk AdWords Campaign

adwords

Dalam Google AdWords, ada sebuah istilah yang disebut dengan negative keywords. Negative keywords memungkinkan Anda untuk mengecualikan istilah penelusuran dari kampanye iklan sehingga membantu Anda untuk fokus pada keywords yang relevan bagi audiens.

Misalnya, katakanlah Anda menjual pakaian wanita dewasa. Nah, Anda dapat memasukkan “pakaian pria”, “pakaian anak”, atau “pakaian balita” sebagai negative keywords. Jadi, ketika ada orang yang melakukan pencarian di Google dengan kata kunci tersebut, iklan Anda tidak akan muncul.

Apabila diterapkan secara benar, negative keywords dapat membantu Anda untuk menghemat biaya, meningkatkan relevansi pada audiens, hingga meningkatkan click-through rate (CTR). Tentunya dibutuhkan beberapa strategi untuk dapat mengelola negative keywords secara tepat.

Melakukan SQR secara rutin

SQR merupakan singkatan dari Search Query Reports di AdWords, yang bisa Anda temukan pada menu ‘Keyword details’ di dalam laporan keyword Anda. Fitur ini begitu penting karena dapat memberi tahu Anda tentang keywords apa saja yang membuat iklan Anda muncul, tetapi tidak begitu relevan dengan bisnis Anda.

Mari kita ambil contoh dari usaha pakaian wanita untuk target pasar menengah keatas. Saat mengecek SQR, Anda justru menemukan beberapa keywords yang tidak relevan dengan bisnis Anda, tetapi justru menghasilkan impresi, misalnya keywords seperti “pakaian wanita murah” atau “pakaian wanita diskon”. Nah, Anda bisa memasukkan keywords “murah” dan “diskon” sebagai negative keywords Anda.

Oleh sebab itu, untuk memastikan bahwa iklan Anda benar-benar relevan dengan audiens yang disasar, Anda harus rutin mengecek SQR di AdWords. Lakukan secara rutin, setidaknya seminggu sekali, agar iklan Anda memberikan hasil yang optimal.

Jangan terlalu banyak mencantumkan Negative keywords

Saat melakukan SQR, sangat mungkin Anda akan mendapatkan banyak negative keywords. Namun, jangan mencantumkan terlalu banyak negative keywords dalam sekali kampanye iklan. Apabila ada terlalu banyak negative keywords, Anda akan kesulitan untuk menemukan negative keywords mana yang menyebabkan terjadinya masalah sehingga harus mengulang prosesnya lagi dari awal.

Hal ini pernah dialami oleh PPC Hero, sebuah digital agency di Amerika. Dalam satu akun AdWords, mereka memasukkan banyak negative keywords seperti ‘should I buy” dan “do I need” karena sebelumnya keywords semacam itu menghasilkan tingkat konversi yang kurang baik. Namun, mencantumkan banyak negative keywords justru membuat mereka mendapatkan hasil yang lebih buruk lagi. Pasalnya, ternyata sebanyak 27% konversi PPC Hero berasal dari orang-orang yang menggunakan keywords tersebut, baru setelah itu membeli produk mereka melalui keywords yang benar.

Di level mana Anda harus menerapkan negative keywords?

Setelah menentukan daftar negative keywords, hal selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menentukan pada level mana Anda harus menerapkan negative keywords tersebut? Setidaknya ada tiga level yang dapat Anda pilih:

  • Account level – Memasukkan negative keywords ke shared library sehingga nantinya bisa Anda gunakan untuk beragam kampanye iklan pilihan.
  • Campaign level – Negative keywords biasanya diterapkan pada satu kampanye iklan, tetapi risikonya bisa bertabrakan dengan keywords biasa yang diterapkan pada kampanye iklan lain.
  • Ad Group level – Biasanya diterapkan untuk negative keywords yang berjalan dengan produk atau keywords tertentu. Misalnya, jika Anda menjual tas pria, maka negative keywordsnya bisa berupa “wanita” atau “tas wanita”.

Bagi yang hendak meluncurkan kampanye iklan menggunakan AdWords, jangan lupa untuk mengelola negative keywords Anda. Semoga panduan di atas dapat membantu dalam melakukan hal tersebut sehingga hasil kampanye iklan bisa sesuai target dan mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan.

Semoga bermanfaat!