Pelajaran yang Anda Harus Ketahui Sebagai Seorang Entrepreneur

Pelajaran yang Anda Harus Ketahui Sebagai Seorang Entrepreneur

Setiap entrepreneur pasti mengalami masa-masa sulit dan pasti membuat kesalahan. Hal itu tentu wajar karena kesalahan dan pengalaman tersebut dapat menentukan seorang entrepreneur sukses atau tidak. Namun jika Anda mampu menghindari kesalahan-kesalahan entrepreneur pada umumnya tentu akan menghemat biaya, waktu, tenaga dan pikiran Anda. Berikut pelajaran harus Anda ketahui ketika membangun bisnis sendiri.

1. Tidak perlu membuang uang banyak

Banyak entrepreneur yang menginvestasikan tabungan kehidupan mereka untuk membangun bisnis. Hal itu terlihat wajar namun tidak perlu dilakukan. Anda harus mengetahui pasar yang Anda tuju sebelum menghabiskan tabungan Anda untuk bisnis. Perkirakan resiko yang akan Anda tanggung sehingga Anda mampu mengatasi kesulitan akibat resiko tersebut.

Anda tidak perlu menghabiskan uang puluhan juta untuk menentukan bahwa produk yang Anda tawarkan dapat terjual. Coba membuat landing page sederhana untuk mengetahui ketertarikan setiap orang. Anda dapat memulai dengan membuat halaman di Spaces yang menampilkan produk Anda dan lihat hasilnya. Jika Anda mendapatkan traffic namun tidak ter-convert, gunakan taktik marketing yang tepat untuk menentukan segmen demografis konsumen Anda. Jika Anda mendapatkan traffic dan memiliki beberapa email maka Anda berada di jalur yang tepat. Jika Anda mendapatkan transaksi di landing page Anda maka saatnya bisnis Anda dimulai. Saatnya juga Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi lebih di bisnis Anda.

2. Mudah terjebak oleh data analisis

Data dan analisis tentu membuat Anda mudah terjebak dan merasa tertekan oleh karenanya. Namun yang lebih penting adalah tetap berpikir maju dan tidak terlalu terpengaruhi oleh hambatan tertentu. Oleh karena itu pentingnya untuk meminta bantuan kepada orang lain. Misalnya jika Anda membutuhkan bantuan di marketing media sosial, tanyakan kepada teman Anda yang ahli dalam media sosial dan dengarkan pendapatnya.

Memulai dan tidak terlalu mengkhawatirkan hal kecil itu penting dalam bisnis Anda. Utamakan hal penting dalam bisnis online Anda seperti traffic, membangun daftar email, marketing dan sales setelah itu baru Anda memperhatikan hal-hal kecil.

3. Promosikan website Anda

Hanya karena Anda memiliki website bukan berarti pengunjug atau konsumen akan mengetahui website tersebut. Jika Anda menunggu website Anda muncul di Google, hal itu memerlukan waktu yang cukup lama. Berikut contoh yang dapat Anda lakukan untuk menarik perhatian orang lain terhadap bisnis atau website Anda dengan gratis:

  • Posting website dan produk Anda melalui social media
  • Email blog produk favorit Anda
  • Share dengan teman dan keluarga Anda
  • Bangun prelaunch landing page untuk mendapatkan email
  • Berikan hadiah produk Anda kepada influencers

Jika cara tersebut tidak berhasil maka lakukan sekali lagi. Rata-rata membutuhkan 2-3 kali untuk membuat berhasil cara tersebut. Namun memulai lebih awal tentu lebih baik.

4. Ide tanpa eksekusi

Ketika Anda memiliki sebuah ide maka buktikan ide tersebut dan jangan ditunda. Selain itu banyaknya entrepreneurs yang merasa ketakutan untuk berbagi ide mereka karena rasa takut dicuri ide tersebut. Perlu diketahui bahwa tidak ada seorang pun yang mau mencuri ide Anda yang pantas untuk dicuri adalah konsep terbukti. Jadi buktikan ide Anda sekarang dan jangan ragu untuk berbagi dengan orang lain karena Anda dapat menemukan insight baru untuk ide Anda tersebut

5. Anda adalah kompetitor terberat diri Anda

Menunda-nunda pekerjaan dan bermalas-malasan adalah musuh terbesar Anda. Pertimbangkan untuk memberikan delayed gratification kepada diri Anda maksudnya dengan melakukan hal yang membuat Anda senang dan rileks ketika pekerjaan Anda selesai. Cara ini terbukti berhasil diterapkan oleh beberapa orang dalam meraih kesuksesan mereka.

Kini Anda telah mengetahui kesalahan dan pelajaran yang dapat diambil dari entrepreneurs lainnya. Saatnya Anda menentukan dan mengambil keputusan apakah cara tersebut pantas atau tidak diterapkan dalam bisnis Anda.

Sumber: Shopify

Join Us

Artikel - Artikel Terkait