Pelajaran Yang Bisa Diambil dari Kegagalan Sebuah Online Shop

tips bisnis online pelajaran dari kegagalan online shop

Menjalankan sebuah bisnis online tak semudah seperti ketika Anda menghafalkan teorinya ketika di bangku kuliah. Pelajaran bisnis yang sebenarnya adalah ketika Anda sedang menjalankannya. Berikut beberapa kesalahan yang bisa dan biasa terjadi ketika mengelola sebuah bisnis online shop dan pelajaran yang ada di balik kegagalan tersebut.

1. Buatlah perhitungan yang matang

Seringkali, sebuah online shop ramai pembeli dan permintaan terus meningkat tapi sayangnya, tidak mendapatkan kentungan. Jika Anda mengalami hal ini, coba perbaiki perhitungan Anda, mungkin saja ada yang terlewat. Bisa jadi, Anda melupakan hal yang Anda pikir remeh, padahal, walaupun hal-hal kecil, namun jika digabung, toh, akan besar juga, kan?

Ada pun contoh hal-hal yang kerap terlewatkan, seperti biaya ketika Anda hunting membeli stok, biaya cetak (misalnya bon, kemasan), biaya transaksi bank, biaya ketika mengantarkan barang yang akan dikirim ke lokasi pengiriman, pulsa (pada online shop skala kecil misalnya, biasanya menggunakan smartphone untuk berkomunikasi dengan pelanggan). Tak jarang juga, Anda nekat menjual produk Anda di bawah harga pasaran, dengan harapan, orang akan berbelanja di online shop Anda.

Berbeda jenis produk yang dijual, berbeda skala penjualan, tentu berbeda pula perhitungan yang sering terlupakan. Cobalah membuat catatan yang rinci.

2. Diferensiasi dengan online shop lainnya

Katakanlah Anda menjual pakaian wanita. Bayangkan, ada berapa banyak online shop dan brand yang muncul ketika pelanggan mengetik kata ‘pakaian wanita’. Hal ini akan membuat Anda sulit untuk bersaing dengan brand besar, terkenal dan mereka yang sudah memulai bisnis ini sejak lama. Selain itu, online shop ternama, akan muncul di bagian-bagian teratas karena SEM dan SEO yang mereka jalankan, ditambah lagi banyaknya review produk, dsb. Jika Anda (tetap) ingin menjual pakaian wanita, miliki sesuatu yang berbeda dan memiliki nilai tambah, misalnya buatlah pakaian wanita yang dapat dicustom.

3. Biasakan melakukan riset lebih dulu

Riset bisa dilakukan pada banyak hal. Misalnya, sebelum membeli atau memproduksi produk yang akan Anda jual, cari tahu lebih dulu apa produk yang banyak dicari, berapa harga produk tersebut di pasaran, siapa yang menjadi target audience-nya, dsb.

Sebagai contoh kasus, sebuah online shop yang mengusung tema eco friendly produk, fokus menjual recycle bag, nyatanya produk ini susah dijual karena audience-nya yang terlalu sempit. Untuk mengatasi hal ini, si pemilik mencoba menambah jenis produk eco friendly lainnya. Misalnya, vas bunga yang terbuat dari susunan pensil yang tak lagi dipakai. Dengan ini, online shop ini tetap mempertahankan temanya, dan berhasil memperluas audience-nya.

4. Jangan takut mengeluarkan modal

Jangan takut untuk mengeluarkan uang atau menambah modal. Cobalah beriklan di lokasi-lokasi yang padat, beriklan di situs yang memiliki traffic tinggi atau memilih prime time. Hal ini tentu saja untuk meningkatkan kemungkinan orang untuk mengenal online shop Anda. Membagikan tester (untuk perishable dan consumable produk) atau hadiah juga bisa membantu. Tentu saja, setiap modal yang Anda keluarkan, mesti memiliki perhitungan yang matang, seberapa besar return yang Anda dapatkan untuk setiap rupiah yang Anda habiskan.

5. Memaksimalkan SEM dan SEO

Sederhananya, SEM atau Search Engine marketing bertujuan untuk memudahkan audience untuk menemukan situs Anda. Caranya adalah dengan memasang iklan di mesin pencari Google. Pasanglah keyword yang related dan tepat dengan situs Anda. Selain itu Anda harus berinvestasi juga di SEO atau Search Engine Optimization. Ada pun fungsi penting dari SEO adalah untuk mendapatkan traffic secara organic.

Beberapa hal penting pada SEO ialah dengan optimasi meta title, meta descriptions, URL, konten di dalam website dan backlink building, misalnya dengan social media dan blog. Untuk backlink, Anda dapat membuat tulisan-tulisan mengenai produk Anda atau tentang audience Anda, yang didalamnya tercantum link ke situs Anda dan keyword yang related. Lebih luas lagi, isi tulisan harus menarik. Bukan perkara mudah membuat suatu tulisan dengan tema tertentu, apalagi tema yang terbatas seperti online shop yang menjual recycle bag seperti contoh di atas.

6. Lupakan design yang terlalu ‘hebat’

Anda mungkin berpikir, design yang memukau atau penggunaan video pada situs Anda bisa meningkatkan site experience dan menaikkan nilai jual. Tapi nyatanya, pelanggan lebih menyukai situs yang friendly, tidak berbelit-belit dan cukup sedap dipandang.

7. Kesabaran dan kegigihan adalah modal utama

Dalam menjalankan bisnis apa pun, sebaik-baiknya rencana dan pengaturan yang Anda rancang, sebesar-besarnya modal, tak akan ada gunanya jika Anda tidak mau bersabar. Ingatlah, segala sesuatunya memiliki proses. Jangan mudah lelah ketika belum berhasil, fokuslah pada apa yang menjadi goal Anda.

Perkaya ilmu berbisnis Anda dengan rajin bertukar pikiran dengan pemilik online shop lainnya.

Ditulis oleh: Stephanie
Sumber: Shopify & Forbes

Join Us

Artikel - Artikel Terkait