Pengaruh Perkembangan Mobile Marketing Terhadap Pelanggan B2B

mobile marketing

Penelitian yang dilakukan Boston Consulting Group (BCG) menunjukkan bahwa efek mobile pada konsumen B2B bergerak kian cepat, sebab mereka dapat melakukan pembelian melalui smartphone. Pemasaran B2B secara mobile dapat mengurangi waktu pembelian serta meningkatkan loyalitas konsumen. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa mobile marketing mempengaruhi lebih dari 40% pendapatan perusahaan yang secara tradisional lebih bergantung pada penjualan daripada pemasaran untuk menghasilkan pendapatan.

Perusahaan yang cerdas dan agresif dalam membangun hubungan dengan konsumen melalui mobile marketing sulit untuk disingkirkan. Strategi ini memungkinkan konsumen untuk merumuskan keinginan mereka dengan jelas, sehingga perusahaan Anda dapat memberi solusi secara tepat dan cepat. Tak heran kalau dengan mobile marketing konsumen lebih mudah mempertimbangkan untuk melakukan pembelian.

Konsumen B2B banyak menghabiskan waktu menggunakan smartphone

Konsumen B2B yang menggunakan perangkat mobile diperkirakan meningkat dari 2 jam sehari menjadi 3-4 jam di tahun 2020. Tentunya hal ini didorong oleh perkembangan teknologi yang kian canggih, Gen Z, dan meningkatnya jumlah konsumen yang lebih tua mengoperasikan smartphone-nya sendiri. Konsumen B2B menjadi semakin canggih dalam menggunakan mobile untuk bekerja dan mengerjakan beberapa hal sekaligus di smartphone. Umumnya, konsumen B2B cenderung bekerja dari rumah atau tetap produktif di smartphone saat bepergian.

Lahirnya peluang mobile marketing

Meningkatnya jumlah penggunaan perangkat mobile tentu bukan menjadi satu-satunya alasan yang mendorong keberhasilan metode mobile marketing untuk konsumen B2B. Penelitian BCG menunjukkan bahwa mobile mempercepat waktu untuk membeli, yang meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya. Mobile marketing dapat melacak waktu lebih cepat hingga 20% dengan memfasilitasi efisiensi dalam pengambilan keputusan dan kolaborasi tim yang lebih baik, terutama untuk pembelian yang lebih kompleks.

Studi lain yang dilakukan Google Inc. menunjukkan bahwa mobile marketing dapat meningkatkan angka pembelian kembali serta membangun loyalitas konsumen. Sebanyak lebih dari 90% konsumen B2B yang melaporkan bahwa mereka kemungkinan akan membeli lagi dari vendor yang sama dibandingkan dengan hanya sekitar 10% dari mereka yang melaporkan pengalaman mobile marketing yang buruk.

Menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen B2B

Umumnya, konsumen B2B tidak memiliki cukup banyak waktu untuk bertemu dengan Anda. Hal ini tentu dapat teratasi dengan hadirnya inovasi mobile marketing. Mereka dapat berkomunikasi langsung dengan Anda via Email, Video Call, atau bahkan Conference. Pengalaman menyenangkan yang mereka dapatkan mampu mendatangkan angin segar bagi perusahaan Anda. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, mobile marketing dapat meningkatkan loyalitas konsumen.

Perlu diingat bahwa sering kali pembelian B2B tidaklah ringkas. Banyak hal yang perlu Anda jelaskan secara terperinci, bahkan konten yang dibuat bisa sangat panjang. Namun, dengan adanya konten yang dipersonalisasi tentu hal ini tidak lagi menjadi masalah. Salah satu contoh sederhananya adalah Anda bisa menciptakan tampilan sederhana dengan teks minimal dengan format kreatif. Manfaatkan kemampuan smartphone yang unik, seperti fitur lokasi dan tautan click to action.

Dapatkan keuntungan lebih banyak

Bagi perusahaan pelaku bisnis B2B dengan menggunakan metode mobile marketing, diprediksi memiliki pendapatan tahunan sebesar $2 miliar. Tak hanya itu, BCG memperkirakan bahwa manfaat dari siklus yang lebih cepat, termasuk waktu, uang, proses penjualan dan pemasaran, ditambah retensi pelanggan yang lebih tinggi, bisa bernilai $30 juta sampai $60 juta atau 1,5% sampai 3% dari pendapatan.


Perusahaan dengan model bisnis B2B diharuskan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital untuk bisa menjangkau konsumen lebih luas. Mobile marketing dapat Anda terapkan mengingat segala keuntungan yang bisa Anda dan konsumen dapatkan tadi.

Sumber: Think with Google, BCG