Strategi untuk “Mencuri” Followers Media Sosial dari Kompetitor

meningkatkan followers

Pada digital marketing, media sosial digunakan untuk membangun brand, melakukan engagement dengan pelanggan, meningkatkan traffic, mengonversi penjualan, dan lain sebagainya. Membangun followers di media sosial, terutama apabila Anda baru terjun menggunakannya, dapat menjadi hal yang sangat menantang. Salah satu cara untuk mempercepat prosesnya adalah dengan “mencuri” followers dari kompetitor.

Jangan salah sangka dulu. Dalam hal ini, Anda akan “mencuri” followers dari kompetitor tidak secara harafiah, melainkan melalui perluasan networking. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mewujudkan hal tersebut:

Mulai networking

Jika ingin mengembangkan website, Anda harus mulai memperlakukannya seperti sebuah bisnis sungguhan. Maka dari itu, lakukan networking untuk menjangkau orang-orang yang berada di “lingkungan” sama dengan Anda. Misalnya, Anda memiliki website untuk menjual produk sepatu wanita. Anda bisa melakukan networking terhadap para pemilik website dengan kategori fashion, kecantikan, gaya hidup wanita, dan lain sebagainya.

Cara terbaik untuk memulainya adalah dengan menggunakan search engine milik Google. Pilih beberapa website terbaik berdasarkan jumlah followers di media sosial, frekuensi posting, dan interaksi sosial. Perhatikan setiap website dan lihat mana yang memiliki komunitas serta pelanggan yang paling aktif.

Cross promotion

Cara populer untuk menambah followers di media sosial adalah cross promotion, yakni ketika dua atau lebih pelaku bisnis dengan bidang serupa berkolaborasi untuk mempromosikan konten satu sama lain. Agar dapat bekerja secara efektif, Anda harus melakukan pendekatan terhadap orang yang memiliki statistik sosial serupa. Jadi, jika Anda memiliki 2.000 fans di Facebook dan 1.000 followers di Twitter, strategi cross promotion Anda tidak akan berhasil apabila Anda melakukan pendekatan pada digital marketer yang memiliki 100.000 fans di Facebook dan 50.000 followers di Twitter.

Intinya, statistik sosial pada kedua belah pihak haruslah seimbang agar bisa mendapat keuntungan yang adil. Jika Anda merupakan pemain baru di media sosial, hal tersebut akan mudah dilakukan karena banyak akun media sosial “kecil” yang bersedia untuk mendapatkan followers melalui promosi.

Menjadi infuencer

Pada masa awal menggunakan media sosial untuk bisnis, wajar apabila hanya ada segelintir orang yang mengenal Anda. Namun, hal terebut harus segera berubah jika Anda ingin membangun followers yang kuat di platform media sosial Anda. Untuk bisa menjadi seorang influencer, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Ciptakan konten yang berkualitas dan memiliki potensi untuk di-share di kalangan bidang bisnis Anda.
  • Aktif di beberapa platform media sosial sekaligus.
  • Mengkurasi konten yang relevan dengan bidang bisnis.
  • Jadilah sumber yang dituju orang-orang apabila mereka mencari berita atau informasi terkait dengan bidang bisnis Anda. Untuk bisa melakukannya, Anda harus benar-benar memiliki pengetahuan yang luas.

Guest blogger

Menulis artikel di website lain, terutama yang memiliki reputasi tinggi, dapat memberi Anda banyak keuntungan. Anda akan mendapatkan exposure dan kesempatan untuk membuktikan bahwa Anda merupakan seorang ahli dalam bidang tertentu. Kabar baiknya, ada cukup banyak blog yang secara rutin menerima guest blog dari para ahli. Anda bisa menemukannya dengan mengetikkan keywords tertentu yang sesuai dengan bidang keahlian Anda dan menambahkan kata-kata seperti “guest post”, “submit a guest post”, atau “accepting guest post”.

Admin akun media sosial

Mayoritas akun media sosial “besar” memiliki seseorang atau lebih untuk mengelolanya. Beberapa bisnis bahkan merekrut orang lain secara fulltime untuk menjadi social media manager mereka. Namun, karena tujuan Anda adalah untuk menyebarkan konten seluas mungkin, sebaiknya Anda menawarkan diri untuk mengelola akun media sosial secara gratis.

Dalam menemukan akun media sosial untuk dikelola, hindari akun-akun “besar” karena kemungkinan besar mereka tidak akan membiarkan orang lain mengelola akun media sosial mereka. Sebaliknya, cari akun media sosial yang sepertinya hanya dikelola oleh satu orang. Terlebih jika mereka tidak memiliki website atau blog, pemilik akun biasanya akan lebih toleran jika Anda hendak mempromosikan konten Anda sendiri.


Selama beberapa tahun terakhir, media sosial telah bertransformasi dari hanya platform komunikasi menjadi sebuah media untuk berbisnis. Jadi, Anda harus benar-benar serius apabila ingin mengembangkan bisnis dan menguatkan followers. Semoga cara-cara di atas dapat membantu Anda untuk “mencuri” followers dari para kompetitor Anda.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Kissmetrics

Join Us

Artikel - Artikel Terkait