Strategi untuk Mengurangi Terjadinya Ads Clutter

ads clutter

Sebagian dari Anda pasti pernah dibombardir oleh begitu banyak ads ketika membuka suatu website? Hal tersebut dinamakan dengan ads clutter, yakni terlalu banyaknya ads yang ditampilkan dalam sebuah halaman website, sehingga kemungkinan besar pengunjung justru tidak akan memperhatikan ads tersebut karena setiap ads berebut untuk menarik perhatian. Hal ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Burst Media pada tahun 2008 bahwa ad clutter tidak hanya mengurangi efektivitas suatu ads, tapi juga memberi dampak negatif terhadap brand dan image-nya.

Selain itu, ads tidak hanya bersaing dengan sesama ads demi menarik perhatian pengunjung, namun juga bersaing dengan elemen-elemen visual lain yang ada pada website. Misalkan ada pengunjung yang meninggalkan website sebelum seluruh halaman berhasil ditampilkan, mereka tidak akan melihat ads yang ada. Kabar baiknya, isu mengenai ads clutter ini bisa diatasi dengan beberapa cara berikut.

Penempatan ads yang tepat

Apabila Anda tertarik untuk memasang ads pada suatu website dan ingin menghindari terjadinya ads clutter, maka Anda harus benar-benar memikirkan penempatannya. Hindari bagian footer kecuali Anda memiliki sesuatu yang mencolok untuk mencuri perhatian pengunjung. Jika memiliki budget yang cukup, bagian atas website atau masthead adalah penempatan yang harus Anda tuju. Bagian inilah yang mampu menarik paling banyak perhatian. Tentu biaya yang dibutuhkan akan relatif lebih mahal, tapi hasilnya kemungkinan besar juga akan sepadan.

Pasang ads seminimal mungkin

Anda tentu pernah mendengar istilah “less is more”, bukan? Istilah tersebut sangat pas diterapkan untuk mengurangi terjadinya ads clutter. Bahkan jika seluruh penempatan ads berada di area yang tampak mata sehingga pengunjung tidak perlu scrolling, ads clutter dapat membuat pengunjung justru mengabaikan iklan-iklan tersebut karena setiap ads berkompetisi untuk menarik perhatian pengunjung. Lakukan evaluasi ulang dan potong jumlah ads yang muncul dalam satu halaman website. Sebagai tambahan, perlu diingat bahwa tidak ada advertiser yang ingin bersaing untuk membuat ads mereka terlihat oleh target audiens.

Tetapkan mindset mobile

Kini, mayoritas orang menikmati konten online secara mobile. Itulah mengapa strategi untuk mengoptimalkan konten pada perangkat mobile benar-benar dibutuhkan dan wajib diterapkan. Website yang mengoptimalkan penggunaan mobile dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi pelanggan, terlepas dari perangkat apa yang digunakan. Oleh sebab itu, pastikan bahwa website Anda memiliki template yang mobile-friendly dan responsif sehingga mampu melakukan resize pada ads sesuai dengan perangkat mobile yang mereka gunakan untuk mengakses website.

Beri opsi pada pelanggan

Coba bayangkan posisi Anda sebagai pelanggan. Anda tertarik membaca sebuah konten dari suatu website. Ketika dibuka, halaman website tersebut ternyata penuh dengan ads, namun Anda tetap ingin membaca konten tersebut. Mau tidak mau, Anda pasti akan mencari tombol atau petunjuk lain yang bisa dilakukan untuk menghilangkan ads yang muncul. Karenanya, berikan tombol “close” atau simbol tertentu untuk menyembunyikan ads yang muncul pada website. Jangan sampai pengunjung website merasa bahwa mereka tidak punya pilihan atau yang lebih parah lagi, merasa bahwa space personal mereka telah direbut.

Kualitas di atas kuantitas

It all comes back to the quality. Demi mengurangi terjadinya ads clutter, pertimbangkan untuk meningkatkan nilai ads dan kurangi jumlahnya. Biaya yang dibutuhkan mungkin akan cenderung lebih mahal, tetapi pihak pembuat ads multimedia jadi memiliki lebih banyak alternatif untuk menarik perhatian pengunjung website dan membuat mereka terlibat. Ads yang menggunakan multimedia bisa mencantumkan fungsi-fungsi atau fitur tertentu agar pengunjung bisa berinteraksi. Hal tersebut akan meningkatkan brand awareness dan nilai pesan melalui cara yang positif.


Menyebarkan pesan yang tepat kepada target audiens yang sesuai akan selalu menjadi tantangan tersendiri bagi para advertiser. Sama halnya dengan ads konvensional seperti televisi atau majalah, kompetisi ads pada website seperti ini akan mengarah pada lebih banyak metode inovatif untuk mempromosikan produk masing-masing. Jadi, sudahkah Anda menyiapkan strategi yang inovatif untuk mendobrak ads clutter?

Sumber: Digital Marketing, Forbes India, Clickz

Join Us

Artikel - Artikel Terkait