Temukan Partner Bisnis yang Tepat dengan 4 Strategi Berikut

parnter bisnis

Idealnya, seorang partner memberi Anda sebuah “support” dalam bisnis yang tidak akan bisa Anda dapatkan jika menjalankannya sendirian. Namun, hubungan antara partner bisnis berpotensi membawa konflik karena hal-hal yang ditangani memiliki risiko cukup besar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pastikan sejak awal bahwa partner bisnis Anda memang yang paling sesuai dengan Anda. Bagaimana caranya?

Pilih orang yang Anda percaya dan hormati

Poin satu ini mungkin terdengar cukup klise, tetapi justru paling penting. Kepercayaan menjadi pondasi awal yang akan mendasar hubungan Anda dengan partner bisnis. Apabila sejak awal Anda tidak bisa percaya dan respect terhadap kapabilitasnya, bagaimana bisa Anda memberikannya tugas dan tanggung jawab bisnis yang besar? Tidak mengapa jika pada awalnya tingkat kepercayaan yang Anda miliki tidaklah terlalu besar. Namun, apabila Anda mempunyai insting kuat bahwa kepercayaan tersebut bisa terus meningkat seiring berjalannya waktu, maka tandanya Anda berada jalur yang tepat dalam memilih partner bisnis.

Menganut nilai dan visi yang sama dalam hidup

Umumnya, pasangan partner bisnis yang sukses memiliki pandangan yang sama terhadap berbagai standar dalam hidup, contohnya seperti komitmen terhadap keluarga, ambisi, atau etika kerja. Nilai-nilai inilah yang akan memandu Anda dan partner dalam mengambil keputusan dan menerapkannya. Apabila partner bisnis Anda menganut nilai yang sama dengan Anda, kemungkinan bagi Anda dan partner untuk mengambil keputusan yang sama akan lebih besar. Selain nilai hidup, pastikan pula bahwa partner bisnis Anda memiliki visi yang sejalan. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah membuat berbagai keputusan berdasarkan visi yang telah disepakati bersama.

Memiliki kemampuan yang berbeda dari Anda

Berbeda dari visi dan nilai hidup, kemampuan yang dimiliki oleh partner bisnis sebaiknya tidak sama dengan Anda. Semakin luas jangkauan keahlian dan kemampuan yang Anda dan partner miliki, maka semakin besar pula kekuatan yang dipunyai. Misalnya, Anda memilki keahlian yang kurang dalam bidang keuangan. Maka, usahakan untuk mencari partner yang dapat mengisi kekurangan Anda tersebut.

Dilansir dari situs Forbes, Michael Gerber selaku penulis buku berjudul The E-Myth menjelaskan bahwa ada tiga peran terpenting dalam setiap bisnis, yaitu entrepreneur sebagai “otak kreatif”, manager sebagai administrator yang melakukan perencanaan, serta teknisi sebagai craftperson. Sebuah partnership akan memiliki keuntungan lebih apabila dua atau lebih orang mampu menjalani tiga fungsi tersebut.

Harus mau terlibat dalam konflik yang proaktif

Konflik dalam sebuah hubungan pasti akan terjadi, tidak peduli seberapa dekat dan baik hubungan Anda dengan orang tertentu. Ketika mengalami konflik dengan partner bisnis, jangan pernah menjauhkan diri dan sengaja saling menghindar dari satu sama lain. Hal ini justru hanya akan memperburuk suasana. Sebaliknya, partnership bisnis yang sukses akan menggunakan pendekatan yang proaktif untuk menangani konflik tersebut. Anda harus bisa menemukan partner yang mau diajak berdiskusi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan konflik atau masalah apa pun, bukannya justru menghindari Anda atau malah menghilang begitu saja.


Jika sudah menemukan partner yang antusias dengan bisnis Anda, jangan buru-buru menjatuhkan pilihan. Kenali ia lebih dalam lagi, misalnya dengan berdiskusi dan memperhatikan caranya saat dihadapkan dengan situasi sulit. Hal ini dapat membantu Anda untuk mengetahui pola pikir dan metode kerja calon partner bisnis lebih baik lagi.

Sumber: Forbes, Entrepreneur