Tips Membangun Hype untuk Hari Raya

Tips Membangun Hype untuk Hari Raya

Setiap tahunnya, Idul Fitri menjadi perayaan yang dinanti-nantikan oleh umat muslim setelah berpuasa sebulan penuh. Momen spesial ini pun biasanya dimanfaatkan untuk kumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Wajar jika untuk menyambut momen spesial ini, mereka melakukan berbagai macam persiapan, salah satunya dengan berbelanja.

Para pebisnis pun memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan penjualan. Pasalnya, survei dari MARS Indonesia menunjukkan bahwa setidaknya 61% masyarakat Indonesia mengalokasikan dana dengan jumlah lebih banyak untuk dibelanjakan saat Ramadan dan Idul Fitri. Meskipun begitu, mengingat ada banyak bisnis yang tersedia, Anda harus bisa menonjol atau membangun hype agar pelanggan tertarik berbelanja di tempat Anda.

Bagaimana caranya?

Buat pemasaran konten yang berkesan

Idul Fitri merupakan momen yang spesial, jadi mengapa tidak memberikan pemasaran konten yang spesial pula? Dengan begitu, konten Anda akan berkesan di otak pelanggan dan menciptakan rasa empati sehingga mereka lebih “tergerak” untuk membeli produk Anda.

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa brand yang sukses menciptakan konten seperti ini. Bisnis retail Ramayana, misalnya, sempat viral berkat video iklan spesial Ramadan yang menghadirkan ibu-ibu menyanyikan lagu qasidah, dengan visual yang menarik dan benar-benar menghibur. Berbeda lagi dengan GOJEK yang pada Lebaran tahun lalu menyampaikan pesan cukup serius tentang “cari pahala”, tetapi disampaikan melalui iklan video yang menyentuh.

Beri penawaran spesial

Tidak ada konsumen yang tidak suka promo dan diskon. Idul Fitri merupakan salah satu momen yang tepat untuk menyediakan penawaran spesial seperti itu kepada para konsumen. Sebagai contoh, Anda bisa memberikan promo buy 2 get 1 atau diskon 50% untuk pembelian kedua.

Salah satu contoh bisnis di Indonesia yang sudah sukses memanfaatkan metode ini saat Ramadan dan Idul Fitri adalah perhotelan. Selama Ramadan, hotel-hotel biasanya menawarkan paket buka puasa all you can eat dengan harga terjangkau. Sedangkan saat Idulfitri, hotel-hotel akan menawarkan paket halal bihalal bagi konsumen yang membutuhkan tempat berkumpul dengan suasana baru.

Ciptakan sense of urgency

Saat berbelanja, tidak semua konsumen akan langsung melakukan pembelian, entah apa alasannya. Nah, Anda harus memberikan motivasi lebih kepada mereka agar mau membeli produk Anda saat itu juga. Di sinilah Anda bisa menciptakan sense of urgency, yang dapat membuat konsumen merasa “terdesak” untuk melakukan pembelian sesegera mungkin.

Jika Anda memiliki toko online, Anda bisa mencantumkan tulisan seperti “only 1 left in stock” seperti yang dilakukan Amazon pada website mereka. Cara lainnya Anda juga bisa mengatakan bahwa promo diskon hanya berlaku sampai lebaran dan setelah lebaran harga akan kembali normal. Strategi seperti ini biasanya cukup efektif karena orang-orang tidak ingin merasa rugi melewatkan promo yang spesial tersebut.

Jika punya toko, buatlah dekorasi

Tips satu ini bisa dilakukan oleh para pebisnis yang memiliki gerai atau toko offline. Tunjukkan bahwa gerai Anda juga sangat antusias menyambut Idul Fitri. Pasanglah berbagai macam hiasan atau ornamen bertema lebaran di dalam toko, misalnya ornamen berbentuk ketupat atau replika beduk.

Dengan memasang dekorasi sesuai tema lebaran, toko Anda akan terlihat lebih menonjol dan membuat orang-orang tertarik untuk mengunjunginya. Apabila memungkinkan, putarkan pula musik atau lagu-lagu bernuansa lebaran untuk meningkatkan mood baik pelanggan Anda.


Selain tips-tips di atas, pastikan juga bahwa stok produk Anda memang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen yang biasanya melonjak menjelang lebaran. Semoga beruntung!

Sumber: Quicksprout, Bigfoot