Tips Memberi Sentuhan Personal pada Email Marketing

Email Marketing

Dibandingkan dengan media sosial, email mungkin terhitung lebih “jadul” jika digunakan sebagai media digital marketing. Meskipun begitu, hingga kini email masih menjadi salah satu media digital marketing yang paling efektif, terutama jika email tersebut memiliki sentuhan personal yang kuat.

Sayangnya, masih banyak brand yang tidak menerapkan metode personalisasi sehingga email mereka terkesan kaku, dingin, dan “seadanya”. Padahal, situs campaignmonitor.com menyebutkan bahwa personalized email dapat meningkatkan email revenue hingga 760%. Nah, bagaimana caranya membuat email yang bersifat personal?

Ajukan pertanyaan yang tepat

Email yang bersifat personal adalah email yang segmented. Salah satu cara efektif untuk membuatnya adalah dengan mengajukan pertanyaan yang tepat. Sebagai contoh, Anda bisa menanyakan alasan visitor datang ke website Anda. Jawaban-jawaban mereka bisa memberikan Anda data yang insightful untuk pembuatan email yang segmented.

Paper Style, sebuah website spesialis pernikahan, telah berhasil melakukannya. Mereka menyadari suatu kejanggalan. Jika tidak semua orang mengunjungi website mereka untuk alasan yang sama, mengapa seluruh pengunjung harus mendapatkan email yang sama? Akhirnya, mereka pun mengajukan pertanyaan “what are you planning for?” pada website mereka. Di bawahnya, terdapat dua opsi jawaban: your wedding atau friend or relative’s wedding.

Berdasarkan jawaban yang masuk, pengunjung kemudian dikategorikan pada dua timeline yang berbeda untuk membantu Paper Style mengirimkan email yang segmented dan tidak dingin dan kaku. Hasilnya, Paper Style berhasil meningkatkan open rate hingga 244% dan click-through-rate hingga 161%.

Cari tahu lebih banyak tentang penerima, bukan hanya persona

Bagaimana Anda bisa mengirimkan email bersifat personal jika Anda tidak mengenal siapa penerimanya?

Sebelum mengirim email marketing, pastikan Anda mencari tahu dahulu tentang orang yang akan menerimanya. Yang dimaksud di sini bukan identitas persona target audiens, tetapi sosok penerima email itu sendiri. Sekarang, kebanyakan orang mencantumkan informasi personal mereka di media sosial, dan hal ini dapat membantu Anda mencari tahu hal-hal apa saja yang menjadi kesukaan mereka. Dengan cara ini, Anda bisa terhubung dengan mereka hingga ke level personal.

Katakanlah perusahaan Anda bergerak di bidang marketing. Salah satu audiens Anda, sebut saja John, sangat gemar membaca buku. Anda mengetahui informasi ini setelah membaca tweets yang ditulisnya. Nah, di dalam email, Anda bisa mengirimkan konten tentang bagaimana salah satu penerbit buku yang terkenal sukses melakukan marketing.

Personalisasi bisnis

Personalisasi email tidak hanya tentang menggunakan data audiens, tetapi juga tentang personalisasi bisnis. Hal ini bisa memberikan human touch terhadap email yang Anda kirimkan ke target audiens.

HubSpot sudah pernah sukses melakukan strategi ini. Mereka melakukan tes dengan mengirimkan dua email. Satu email berasal dari perusahaan, sedangkan email lainnya dikirim atas nama seseorang dari tim marketing. Pada email kedua ini, HubSpot mencantumkan nama, jabatan, dan foto anggota tim marketing tersebut.

Hasil yang didapatkan HubSpot cukup menarik. Click through rate (CTR) yang dihasilkan email anggota tim mencapai 0,96%, lebih tinggi dari email perusahaan yang CTR-nya hanya 0,73%. Email yang dikirim anggota tim marketing juga sukses mendapatkan 292 clicks lebih banyak dari email perusahaan.


Setiap perusahaan pasti memiliki karakter audiens yang berbeda. Karena itu, penting pula bagi Anda untuk melakukan berbagai tes untuk menemukan email seperti apa yang cukup personal dan dapat membuat audiens Anda tertarik membuka dan membacanya. Semoga bermanfaat!

Sumber: LeadFuze, Sales Hacker