Tips Menulis Summary Profil LinkedIn yang Menarik

summary linkedin

Berbeda dari Facebook dan Twitter yang kerap digunakan orang untuk keperluan personal (dan brand untuk keperluan promosi), LinkedIn ditujukan untuk penggunaan yang sifatnya cenderung lebih profesional. Di LinkedIn-lah Anda memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan atau, sebaliknya, menemukan kandidat karyawan baru untuk bekerja di perusahaan Anda.

Bagaimana cara menulis Summary yang memikat pada profil LinkedIn?

Apa yang ingin pembaca Anda lakukan?

Jika merasa bingung dan belum memiliki gambaran tentang hal apa saja yang harus Anda tulis pada Summary, sebaiknya buat tulis saja dulu di atas kertas. Namun, sebelumnya, penting bagi Anda untuk menentukan pesan yang ingin Anda komunikasikan melalui Summary tersebut. Untuk itu, Anda bisa menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini kepada diri Anda sendiri:

  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui Summary tersebut? Siapa audiens ideal Anda?
  • Hal apa yang Anda ingin mereka pelajari dari diri Anda?
  • Hal apa yang Anda ingin mereka lakukan setelah membaca Summary Anda? Melamar pekerjaan di kantor Anda? Mengirim pesan untuk menawarkan pekerjaan?

Kumpulkan bahan yang akan Anda tulis

Setelah yakin dengan tujuan dan pesan yang ingin Anda komunikasikan melalui Summary, kini saatnya Anda mengumpulkan konten yang hendak ditulis. Ada beberapa jenis konten yang bisa Anda tulis untuk menonjolkan diri Anda, yaitu:

  • Pencapaian yang paling membanggakan – tulis beberapa pencapaian (dalam satu kalimat) yang paling membanggakan menurut Anda, misalnya membangun sistem customer service baru menggunakan teknologi terkini atau menjadi sales of the month.
  • Passion dan values – tulis hal-hal apa saja yang menjadi ketertarikan Anda, contohnya kreativitas, kerjasama, optimisme, dan lain sebagainya.
  • Kemampuan – deskripsikan hal-hal apa saja yang Anda mampu lakukan secara lebih baik dari orang lain, misalnya kemampuan membangun software dengan bahasa pemograman tertentu atau memiliki sertifikasi akuntansi.
  • Fakta dan statistik – contohnya seperti “Saya bisa berbicara empat bahasa” atau “Saya bekerja di lima divisi berbeda sebelum menjadi Kepala Bagian Penjualan”.
  • Diferensiasi – hal apa saja yang membuat Anda stand out di kalangan grup Anda? Contohnya bisa berupa “Saya mampu memberikan performa maksimal pada pukul 06.00–08.00 sebelum orang lain datang ke kantor”.

Jangan menggunakan terlalu banyak paragraf

Menulis Summary pada profil LinkedIn bisa menjadi salah satu ajang untuk melatih kemampuan copywriting Anda. Pasalnya, LinkedIn hanya membatasi penulisan Summary sebanyak 2000 karakter. Jika ada banyak hal yang ingin Anda cantumkan pada Summary, tentu ketentuan tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Anda. Namun, dalam menulis Summary LinkedIn, usahakan untuk membaginya menjadi 3-5 paragraf saja. Setiap paragraf pun jangan terlalu panjang agar pembaca tidak merasa lelah ketika membacanya.

Gunakan banyak white space

Pada dasarnya, manusia memiliki attention span yang pendek. Artinya, akan ada banyak orang yang lebih memilih untuk melakukan skimming pada Summary profil daripada benar-benar membacanya. Karenanya, hindari menulis paragraf yang panjang dan terlihat padat. Gunakan poin-poin dan format sub-head untuk membuat Summary lebih mudah dicerna oleh mata pembaca. Tulislah Summary sesingkat, sepadat, dan sejelas mungkin. Hindari adanya pemborosan kata.

Tulis sebagaimana Anda berbicara

Apabila merasa kesusahan untuk menuangkan kata-kata pada Summary profil LinkedIn, coba bayangkan ketika Anda sedang berbicara kepada seseorang di sebuah konferensi atau acara profesional tertentu. Lalu, tulislah sebagaimana Anda berbicara pada orang tersebut. Gunakan kata ganti orang pertama (“saya)” daripada kata ganti orang ketiga (“dia”). Hal ini akan membuat Anda terlihat lebih mudah untuk dijangkau, sekaligus lebih mampu untuk menunjukkan karakteristik Anda melalui tulisan.


Sebelum meng-upload Summary pada profil LinkedIn, bacalah ulang terlebih dulu. Jika perlu, minta orang lain untuk memberikan feedback. Pastikan Summary Anda sudah terbebas dari typo atau grammar yang salah.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Forbes, the muse, LinkedIn Talent Blog

Join Us

Artikel - Artikel Terkait