Tips Untuk Membantu Anda Memenangkan Negosiasi

negoisasi

Dalam dunia bisnis, Anda akan terlibat dalam berbagai macam negosiasi. Sangat penting bagi Anda untuk menjadi seorang negosiator yang baik karena hal ini akan membawa banyak dampak positif bagi bisnis Anda, misalnya seperti mendapatkan lebih banyak keuntungan hingga deadline proyek yang lebih lama. Namun, menjadi negosiator yang baik tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat karena dibutuhkan proses dan praktik yang berkelanjutan. Simak langkah-langkah dibawah ini bagaimana Anda dapat mengembangkan skill negoisasi Anda!

Kenali lawan negosiasi Anda

Banyak negosiasi yang berakhir tak sesuai harapan hanya karena satu hal sepele: kurangnya informasi tentang lawan negosiasi. Agar sebuah negosiasi bisa berjalan sesuai ekspektasi, Anda harus mengetahui keinginan lawan bicara. Satu-satunya cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan benar-benar mengenalnya. Ingat, setiap orang memiliki background kehidupan yang berbeda sehingga Anda harus benar-benar melakukan riset.

Ingat, jangan hanya berasumsi. Kebanyakan orang hanya melakukan hal tersebut, mereka berasumsi bahwa lawan negosiasi menginginkan hal yang sama dengan mereka. Padahal, kenyataannya sering kali tak seperti itu. Karenanya, kenalilah benar-benar lawan negosiasi Anda. Baca post yang sering mereka share di media sosial atau bertanyalah kepada orang-orang yang mengenalnya. Dengan begitu, Anda bisa lebih berempati dan siap menghadapi berbagai perubahan alur pembicaraan yang mungkin terjadi saat negosiasi.

Tunjukkan bagaimana Anda akan memenuhi kebutuhan lawan

Jika sudah mengetahui kebutuhan lawan bicara, siapkan beberapa alternatif cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan memenuhi kebutuhan lawan bicara, kemungkinan besar mereka juga tidak akan ragu untuk melakukan hal yang sama kepada Anda.

Namun, perlu diingat bahwa bukan berarti Anda harus mengiyakan seluruh keinginan lawan negosiasi Anda. Bedakan antara kebutuhan dan permintaan. Kebutuhan, atau bisa disebut juga dengan basic interest, adalah hal-hal yang benar-benar harus dipenuhi. Sedangkan, permintaan adalah hal-hal yang cenderung mengarah pada keinginan mereka.

Jangan ragu mengutarakan kebutuhan Anda

Memenuhi kebutuhan lawan negosiasi bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan pihak Anda. Anda juga memiliki hak yang setara untuk mengutarakan kebutuhan Anda pada negosiasi. Jadi, jangan ragu membicarakan hal tersebut pada lawan negosiasi Anda. Namun, utarakan dalam cara yang tidak membuat lawan bicara merasa terintimidasi. Misalnya, daripada berkata “Seharusnya Anda tidak boleh begitu”, Anda bisa mengatakan “Saya kurang setuju jika Anda seperti itu” atau "Menurut saya cara ini lebih baik.".

Selain itu, Anda juga tidak boleh menelan mentah-mentah atau mengiyakan begitu saja permintaan lawan bicara saat negosiasi. Anda berhak mengajukan pertanyaan untuk memastikan bahwa permintaan mereka tidak “mengorbankan” permintaan Anda sendiri. Misalnya, jika ada seorang pegawai yang minta kenaikan gaji, Anda bisa mempertanyakan value lebih apa yang bisa ia beri dengan kenaikan gaji tersebut.

Bangun kepercayaan dalam proses negoisasi

Sama seperti berbagai jenis interaksi lainnya, negosiasi juga membutuhkan kepercayaan. Agar lawan bicara bisa percaya kepada Anda, usahakan untuk memberikan informasi sebanyak mungkin agar ia punya gambaran tentang pemikiran Anda. Sebaliknya, Anda juga boleh bertanya daripada hanya melakukan asumsi yang berujung pada kesalahpahaman.

Selain itu, memberikan informasi secara detail juga menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset sebelumnya. Hal ini akan membuat Anda terlihat lebih kredibel di mata lawan bicara Anda. Mereka pun memiliki rasa percaya yang tinggi pada Anda.


Itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar dapat menjadi negosiator yang ulung. Jangan lupa untuk terus berlatih. Jam terbang yang tinggi akan membuat Anda lebih terbiasa sehingga tak lagi ragu dalam melakukan negosiasi. Good luck!

Sumber: Entrepreneur, Forbes