Visi Investree Mengembangkan UMKM untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

midtrans_18-maret_blog-isi

Dampak positif perkembangan teknologi saat ini sudah dapat dilihat di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu dampak positif ini adalah pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) dari berbagai sektor di banyak pelosok daerah. Terlebih menurut kominfo.go.id, sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), atau sebesar 8% dari keseluruhan jumlah UMKM yang ada, sudah menggunakan platform online untuk menawarkan produk mereka dan menjangkau lebih banyak konsumen. Hal ini tentu membuka peluang lebih besar untuk berbagai UMKM agar dapat bersaing di era digital.

Akan tetapi, perkembangan teknologi ini belum diimbangi dengan akses pendanaan yang berkualitas untuk pelaku bisnis UMKM. Untuk mendapatkan pendanaan dari bank, sebagian besar membutuhkan jaminan aset. Ditambah lagi, bank memiliki peraturan formal untuk menentukan kredit mana yang dapat dibiayai dan tidak. Selain itu, pendanaan yang ilegal dan tidak aman masih mudah ditemui, dan tidak sedikit pelaku bisnis UMKM yang menggunakan pendanaan ilegal tersebut karena alasan yang mendesak. Akibat kesulitan mencari pendanaan yang cepat dan transparan, sektor UMKM menjadi stagnan, tidak mengalami pertumbuhan yang berarti. Padahal, pendanaan yang berkualitas akan membantu UMKM berkembang lebih cepat, dan hal ini tentu akan memberikan pengaruh untuk perekonomian Indonesia ke depannya.

Melihat dari masalah ini, Adrian Gunadi dan beberapa rekannya memiliki inisiatif untuk menyediakan akses pendanaan yang berkualitas untuk berbagai kalangan pelaku bisnis dengan mendirikan Investree.

Ekosistem Digital untuk Kemajuan UMKM

Berawal di tahun 2015, Adrian dan tiga rekannya memiliki ide untuk membuat fintech yang dapat memfasilitasi UKM mendapatkan pendanaan yang aman dan berkualitas. Setelah itu, seperti dikutip dari bisnis.com, sistem Investree resmi diluncurkan pada pertengahan 2016. Sejak diluncurkan, Investree mengalami perkembangan yang cukup pesat, dan sudah memfasilitasi lebih dari 2.000 transaksi pendanaan.

Bertujuan untuk memberdayakan UKM dan meningkatkan inklusi keuangan dengan teknologi finansial, Investree mendorong UKM untuk lebih mengenal dan teredukasi mengenai teknologi yang dapat membantu perkembangan bisnis mereka. Lebih lanjut, dikutip dari bisnis.com, 95% penerima dana dari Investree merupakan UKM. Penggunaan teknologi juga memungkinkan Investree menghadirkan proses layanan yang lebih efisien, cepat, dan transparan.

Dengan moto “mendorong perekonomian inklusif melalui ruang digital”, Adrian dan rekan-rekan Investree terus melakukan inovasi dan kerja sama dengan bisnis lainnya untuk menghadirkan akses pendanaan yang inklusif dan berkualitas. Untuk merealisasikan hal tersebut, Investree selalu menggali potensi kerja sama dengan rekanan-rekanan profesional, salah satunya dengan Midtrans sebagai pelopor payment gateway. Untuk memenuhi kebutuhan permodalan UKM secara tepat sasaran, Investree dan Midtrans menghadirkan produk “Midtrans Merchant Financing”.

Kolaborasi untuk Memperluas Akses Pendanaan Berkualitas

Melalui program Midtrans Merchant Financing, Investree dan Midtrans memberikan akses pendanaan yang lebih luas dan transparan untuk pelaku bisnis UMKM yang juga menjadi mitra bisnis Midtrans. Merchant-merchant Midtrans akan mendapatkan pendanaan dengan aman dan tidak perlu khawatir mengalami kesulitan dalam membayarkan pendanaan tiap bulannya. Beberapa keuntungan yang ditawarkan adalah mereka dapat mengajukan pinjaman hingga Rp 2 miliar, menikmati proses mudah dan 100% online, memperoleh persetujuan dan pencairan cepat, serta proses pembayaran yang fleksibel. Menjadi nilai plus lainnya, merchant-merchant Midtrans dapat leluasa memilih apakah mereka ingin mengajukan pinjaman dengan skema konvensional atau syariah.


Manfaatkan tambahan modal melalui Midtrans Merchant Financing untuk mengembangkan bisnis Anda di masa depan. Daftarkan bisnis Anda sekarang di bit.ly/MMFSignup